Betul Ki, Memang..,ketika hati mengatakan itu iya dan benar, badai sedasyat apapun tidak akan menggoyahkan rasa bahagianya, walaupun apa kata orang lain.
thanks By ________________________________ From: muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]> To: milist alumni <[EMAIL PROTECTED]>; milist dosen UPN <[EMAIL PROTECTED]>; milist pty <[EMAIL PROTECTED]>; alumni faperta <[EMAIL PROTECTED]>; kendal online <[email protected]>; endah bappeda <[EMAIL PROTECTED]>; avie kusnadi <[EMAIL PROTECTED]>; warung ide <[EMAIL PROTECTED]>; wahyuni choiriyati <[EMAIL PROTECTED]> Cc: rori channel <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 12, 2008 8:21:31 PM Subject: [kendal-online] Mencari Sumber Kebahagiaan Kebahagiaan memang sangat mudah diucapkan, tapi sangat sulit untuk dicapai. Banyak orang bersilang sengketa tentang bagaimana definisi bahagia dan bagaimana pula mencarinya. plus, dimana pula sumber kebahagiaan itu. Mimpi pengemis, bahagia itu apabila dia menjadi orang kaya raya. Mimpi negarawan yang supersibuk, selalu berandai-andai, alangkah bahagianya hidup tanpa aturan protokoler yang super ketat. Mimpi pemuda, alangkah bahagianya mendapatkan pasangan seorang wanita yang cantik tanpa cela. Demikian juga sebaliknya. Contoh yang lebih menukik, ML (making love) dianggap sebagai syurga dunia. Lalu, dimanakah sumber kebahagiaan itu berada? kata pengemis, tentu dari melimpahnya harta. kata negarawan tadi, tentu waktu santai tanpa ikatan jadwal kata pemuda, tentu si cantik yang menarik hatinya kata yang ML, tentu yang sah dan... tanpa gangguan. masak sih? contoh yang terakhir ini tentu banyak juga yang tidak setuju, tapi banyak pula yang akur bahwa itu sumber kebahagiaan. bahkan keharmonisan rumah tangga bisa terancam karenanya. Jika kita amati, banyak orang mengukur kebahagiaan secara fisik belaka, seperti sexy-macho, harta, pangkat, dll. padahal, sifat fisik itu senantiasa dinamis (baca: mudah berubah) padahal, manusia suka bosan pada apa yang ia dapatkan padahal, manusia suka menerima tantangan baru di depan matanya Jika ukurannya hanya fisik, apa sich bedanya orang BAB (buang air besar), dengan memainkan bulu di lubang telinga atau kulit sekitar leher, dengan orang yang bersin dengan saat pertama kali disentuh oleh orang yang amat sangat kita cintai dengan pijatan di sekitar tengkuk bagi yang seharian bekerja keras dengan..... rangsangan-rangsang an lain yang bisa memberikan kenikmatan pada syaraf kita Ternyata kesemuanya ada kesamaan yang mendasar, yaitu getaran-getaran yang dapat ditangkap oleh syaraf dan terasa nikmat. Kata kuncinya "terasa nikmat". Siapa yang merasakan? kulit. Dan... Hati ! Kenapa, ternyata semua rasa akan berubah drastis seiring dengan perasaan hati. Bayangkan jika BAB, tapi pintu digedor banyak orang, disuruh cepat. Wadow..... Bayangkan jika ML, tapi tanpa rasa suka, perkosaan namanya tuh! Bayangkan jika yang menyentuh kulit adalah orang yang paling dibenci. Huh! Tapi, hati yang bersemangat baja kadang menimbulkan kekuatan yang luar biasa Bahkan tanpa diduga, mampu memondong tubuh korban dari malapetaka, padahal di saat normal tidak akan mampu memanggulnya Kata kyai, jagalah hati. Yah, hati lah sumber kebahagiaan itu. Bagi orang lain mungkin malapetaka, tapi hati kita bisa menganggap itu cobaan iman Bagi orang lain mungkin nikmat dunia, tapi hati kita bisa menganggap itu godaan sesat Orang akan sedih kehilangan uang seribu, bila hati tidak ikhlas Orang bisa tersenyum kehilangan 1 juta, kata hatinya "semua ini titipanNYA" Sedih dan gembira, Susah dan senang, Nelangsa dan bahagia, Semua tergantung bagaimana cara hati kita memandang (baca: merasakan) Ki Asmoro Jiwo

