Saudaraku...saya pernah membaca sebuah prosa dari Ust.Komarudun Kholil salah 
satu pengasuh Pesantren Darut Tauhid Bandung...

Seorang pria berkata-kata pada sahabatnya yang wanita. Mereka barsahut-sahutan 
seperti berpantun dan bernyanyi dengan nada-nada yang riang. Gerakan tubuh 
mereka indah seperti orang menari, namun yang diucpkan tulus dan yang 
sesungguhnya.

Maka beginilah mereka bertanya jawab, dimulai dari yang pria kemudian yang 
wanita.
"Aku berjalan lalu berhenti. Diam lalu bekerja. Aku tidak mengenal engkau, dan 
engkau tidak mengetahui diriku. Mengapa kita bisa bertemu?"

"Itulah namanya jodoh..."

" Aku melompat kemudian berlari. Duduk kemudian berdiri. Mengapa engkau 
memperhatikan aku?"

" Sebab Akun mengikutimu..."
"Mengapa engkau mengikutiku..?"

" "Sebab Aku sahabatmu.."

Yang pria tertawa mendengar jawaban sahabatnya tersebbut. Yang wanita 
mencibirkan bibirnya karena merasa ditertawakan, lalu mulai menanyai sahabatnya 
yang pria dengan suara penuh nada terdengar merdu smbil menari.

" Mengapa engkau menanyaiku seperti demikian ?"

Sebab aku sahabatmu.."

"Ah...kenapa engkau mencontoh jawabanku...?"

"Sebab aku mengikutimu..."

Aku tidak mau diikuti!.  Lalu aku membelakangimu dan bersembunyi. Tapi 
mengapakah engkau  masih dapat menemukan aku?"

"Itulah namanya jodoh."

Yang wanita cemberut sambil melirik merasa dirinya dikerjai, sedangkan yang 
pria kembali tertawa lucu.

Kemuadian yang pria kembali berdendang.

"Mengapa bibirmu yang manis itu cemberut?"

"Sebab engkau mengolok-olok diriku."

" Mengapa engkau berpikir bahwa aku mengolok-olok dirimu?"

"Aku tidak tahu. Maka, beritahukan aku  mengapa engkau tertawa di hadapanku?"

"Sebab Aku sahabatmu."

" Aku sudah tahu bahwa kita bersahabat. Mengapa engkau mengulangi hal yang sama 
samapai dua kali banyaknya?"

"Sebab aku mengikutimu"

"Aku merasa sebal karena jawabanmu itu. Aku menunduk lalu menghilang dalam 
keramaian. Aku tinggalkan saja dirimu, mengapa kemudian aku bertemu lagi 
denganmu?"

" Itu namanya jodoh."

Kali ini wanita tertawa malu membenarkan jawaban shabatnya. 

Lalu pria itu bertanya..

" Aku ke kanan engkau mengikutiku. Aku ke kiri engkau menghampiriku. Aku ke 
depan engkau di belakangku. Aku diam engkau disampingku, apa yang akan engkau 
lakukan?"

"Aku akan ikut tersesat sambil menggandeng tanganmu."

" Aku tertawa engkau mencibir, cemberut lalu melirik. Aku tertawa lagi, engkau 
ikut tertawa. Aku sedih, apa yang akan engkau lakukan?"

"Aku akan menampung Air matamu."

"Aku bertanya engkau menjawab. Aku berdendang, engkau bernyanyi. Aku menjawab 
engkau membenarkan. Aku marah, apa yang akan engkau lakukan?"

"Aku akan berlindung dan akan menyandarkan kepalaku di bahumu ."

"Mengapa engkau lakukan ketiga hal itu?"

"Sebab Aku sahabatmu"

Setelah tanya jawab terhenti. Seiring perjalanan waktu sepasang shabat tadi 
menjadi sepasang kekasih yang hidup bahagia dalam pernikahan sambil berkata 
dalam alunan nada tanya jawab yang merdu dan menggetarkan jiwa...







      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke