Kalau di UGM S3 mensyaratkan TOEFL 550 itu kemajuan yg berarti mas Kun, apalagi kalau selama proses belajar mengajar dosennya pake bahasa Indonesia dan juga gak ada dosen bulenya sama sekali. Soalnya yg di Singapore ataupun ditempat saya yg dosennya bule tur kuliahya bahasa Ingggris aja juga segitu..
Salam, Ery Wijaya http://erywijaya.wordpress.com/ ________________________________ From: muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]> To: milist pty <[EMAIL PROTECTED]>; milist dosen UPN <[EMAIL PROTECTED]> Cc: kendal online <[email protected]>; milist alumni <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, 19 November, 2008 14:11:39 Subject: [kendal-online] TOEFL bulet doeloe, sekitar tahun 2000, di saat mulai mengenal apa itu test TOEFL kumulai mengikuti test dengan hasil 357 dan 373 (angka pastinya agak lupa) kemudian iseng ikut test lagi dengan menulis keterangan di form "sudah mengikuti test lebih dari 3 kali". Gubrak! hasil test 400 ! pas bener dengan syarat S2 di pasca UGM (ilmu pertanian). nah, tahun 2008 ini, atas dorongan kuat dari pendamping kiriku, aku ikut kursus TEOFL di UGM lagi. hampir 2 bulan, tiap senin-jumat malam kursus bersama-sama peserta kursus lintas generasi (ada lulusan SMA, ada menjelang manula). Aa sich melototna ama yang 'sedang-sedang' aja. Apalagi mbak Gurunya ada yang cute.... Hasil test sudah jadi beberapa bulan lalu. Tapi untuk ngambil hasil di PP Bahasa UGM kok gak kunjung tiba. Bukan karena minggu ini Pekan Kedisiplinan Kampus. Tapi ndilalah harus muter kota hanya untuk nyari sil (karet) hand rem Mazda 626, ngambil honor nulis di redaksi KR Tugu, dan sekaligus mampirlah ke PPB UGM. Wah yang jaga bagian sertifikasi cute pulak. Kali biar hasilnya gak diprotes ya... Aku tengok hasilnya.... . Gubrak ! bulet 450 "Wah, ini bisa S3 ya mbak, pas 450...", komentarku pake jurus coca-cola (SKSD = sok kenal sok dekat) "Kayaknya sekarang ada aturan baru, Mas", jawab mbaknya sigap "Maksudnya?" , akunya penasaran "Entah diberlakukan seragam se UGM atau tiap fakultas beda, tapi kayaknya ada yang mensyaratkan 550..", jawabnya lugas Aku tersenyum pahit. Wah harus kursus lagi neh. Kalo di UPN sih tinggal milih, kursus ama mbak Sari Virgawati, bu Nur, atau bu Rukmo tapi jelas mereka gak mau ngursusi aku, lha kalo jadi murid akunya bakad bandel, ngeyelan tur IQ TOEFLnya gak mundak-mundak. ... (bisa rumangsa ah ah...) mending sertifikat ini buat syarat tambahan pencalonan karya siswa S3 ah. walau paling muda, tur masih lektor, sapa tahu "keberuntungan milik pemberani" /me sisiran

