Mas Kami Hartadi ini apa adiknya mas Kami Hartono, ya?
Kalau salah, saya mohon maaf. Kalau benar, nyuwun titip salam nggih...
 
Nuwun - Wass,
Yusuf


--- On Tue, 11/25/08, kendil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: kendil <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kendal-online] Mendadak Jadi ”Guest Lecturer”
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 25, 2008, 6:03 PM










Uenak tenan,
wong pertambangan iso dodolan, retail meneh
tapi lebih mak nyus lagi, mas YI  cas cis cus, karena pernah melanglang buana
Insya Allah, kata ustad Asep (semalam baru ngaji) :
Menyambung tali silaturahim, itu keberkahannya menambah rezeqi dan diperpanjang 
umur untuk kemanfaatan / kemaslahatan manusia.

berbagilah, karena itu adalah cermin yang kalau dengan ikhlas
akan memancarkan kembali dan engkau akan mendapatkan lebih, Insya Allah

salam,
kamihartadi




--- Pada Sel, 25/11/08, Marufin <[EMAIL PROTECTED] co.id> menulis:

Dari: Marufin <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Topik: Re: [kendal-online] Mendadak Jadi ”Guest Lecturer”
Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 25 November, 2008, 5:06 PM


 
Mas Yusuf! Salute!
 
Kalau saya bisa meniru semangat wirausaha Mas Yusuf, rasanya sangat 
menyenangkan dan membanggakan.
Kuliah2 via email ini saja rasanya sudah membuka mata dan hati untuk berbuat. 
Membuka seluas-luasnya lapangan kerja.
Membuka sebanyak-banyaknya retail-retail business. Membangun sentra-sentra home 
industry. Menularkan pengalaman seluas-luasnya.
 
Dan Mas Yusuf telah memulainya dengan sangat berhasil.
Seandainya setiap orang Kendal atau seper seratus orang Kendal memiliki kemauan 
ini..
Atau setidaknya sudah ada yang mulai melakukan pembinaan kewirausahaan secara 
intensif didukung anggaran CSR dari swasta/BUMN + anggaran pemicu dari 
pemerintah.. Terintegrasi satu visi.. Insya Allaah... hasilnya penuh berkah..
 
Kapan bupatinya orang kendal-online ya..? Anggota DPRDnya juga dari 
Kendal-online. Partai boleh beda, visi untuk membangun Kendal harus sama.
 
Mari bersatu..
Karena bersatu membuat murah.. Bercerai bikin mahal..
 
Salam Hormat Mas Yusuf dkk! Salam Sukses!
 
 

----- Original Message ----- 
From: Yusuf Iskandar 
Sent: Tuesday, November 25, 2008 9:44 PM
Subject: [kendal-online] Mendadak Jadi ”Guest Lecturer”








Mendadak Jadi ”Guest Lecturer” 
------------ --------- --------- -------- 

Hari Sabtu yll. toko saya ”Madurejo Swalayan” kedatangan tamu istimewa. Saya 
anggap istimewa karena tidak biasanya saya dikeroyok rombongan tamu yang 
terdiri dari ibu-ibu dari desa Tlogo, Prambanan, Klaten, yang sedang site 
visit, melakukan kunjungan kerja atau studi banding. 

Siapakah rombongan ibu-ibu ini? Mereka adalah kelompok ibu-ibu pelaku UKM 
(Usaha Kecil & Mikro) yang sedang dibina oleh lembaga ASB (Arbeiter-Samariter 
-Bund), sebuah kelompok LSM asal Jerman. Kelompok ibu-ibu ndeso ini adalah 
salah satu kelompok usaha kecil yang bergerak di bidang industri minuman 
herbal. Tapi jangan dikira bahwa ibu-ibu ndeso ini berarti ndeso pula 
pemikirannya. Mereka adalah orang-orang ndeso yang telah maju semangat 
entrepreneurship-nya. Setidak-tidaknya mereka adalah ibu-ibu yang tetap 
bersemangat menempa diri untuk belajar dan menekuni dunia kewirausahaan, lebih 
dari umumnya kaum ibu lainnya yang tinggal di desa. 

Hal inilah yang membuat saya begitu bersemangat menyambut kedatangan mereka 
pagi itu. Saya sangat menghargai semangat kewirausahaan yang tumbuh dalam 
lingkungan ndeso mereka. Hingga saya pun tidak keberatan ketika pembina mereka 
dari ASB meminta saya untuk sekedar berbagi pengalaman tentang kewirausahaan, 
sekaligus memberikan sedikit kuliah motivasi kepada mereka. Terpaksa saya harus 
bergaya bak seorang motivator beneran. Kalaupun terlihat wagu (jelek atau tidak 
pas), maka akan termanipulasi oleh ke-ndeso-an mereka, sebab mereka pasti tidak 
punya pembanding. Dan....., saya berhasil! Berhasil menjadi jago (diantara 16 
ibu-ibu) sebagai motivator kelas ndeso, maksudnya... ... Yo wis ben...... 

Apa ukuran keberhasilannya? Kuliah motivasi yang berlangsung kira-kira setengah 
jam sambil duduk lesehan di sebuah joglo di halaman belakang ”Madurejo 
Swalayan”, ternyata kemudian digayung-bersambuti oleh para ibu-ibu dengan 
cecaran aneka pertanyaan. Semuanya bisa saya jawab dengan meyakinkan dan 
memuaskan. Sekurang-kurangnya saya tidak mengarang jawaban, melainkan apa yang 
saya sampaikan adalah apa yang telah dan akan saya lakukan sebagai pemilik 
usaha ritel ”Madurejo Swalayan” yang berdiri di pinggir timur kota Jogja. 

Hal yang membuat saya bangga adalah bahwa umumnya pertanyaan yang diajukan 
adalah pertanyaan kritis dan konstruktif untuk ukuran ibu-ibu ndeso, yaitu 
pertanyaan yang terkait dengan kiat-kiat berwirausaha, tidak hanya tentang 
bisnis ritel yang saya geluti melainkan juga bisnis secara keseluruhan. Mulai 
dari cara memilih jenis usaha, memilih lokasi usaha, memulai berusaha, 
menghadapi persaingan, masalah permodalan, pemasaran, promosi, filosofi 
berwirausaha, trik-trik bisnis (versi saya tentu saja), hingga akhirnya ada 
yang penasaran kemudian bertanya : 

”Nyuwun sewu, lha latar belakang pendidikan Bapak itu apa?”. Ketika saya jawab 
: ”pertambangan”, malah ibu-ibu itu tertawa (atau jangan-jangan malah 
mentertawakan) . 

”Kok ora nyambung. Melenceng biyanget (saking bangetnya).. .”, celetuknya. 

Ya memang ngurusi bisnis itu tidak sama dengan ngurusi Indonesia yang harus 
sambung-menyambung menjadi satu. Siapa punya semangat dan mampu konsisten 
menjaga semangat wirausahanya, maka dia akan memetik hasilnya. Sebab mereka 
inilah orang-orang yang tahan banting, siap jatuh dan siap bangun di segala 
cuaca, tak kenal menyerah hingga memetik hasilnya. 

Di akhir acara, ujung-ujungnya adalah pertanyaan apakah ada kesempatan bagi 
mereka untuk titip jual hasil usaha kelompoknya di toko saya. Jawaban saya 
singkat saja : ”Lha, monggo....., silakan.....”.   

*** 

Sejak beberapa hari sebelumnya, mereka para ibu-ibu ndeso ini di tengah 
kesibukan hariannya telah menyempatkan mengikuti Pelatihan Pengembangan Usaha 
(Business Development Training) yang diadakan di desa Tlogo oleh ASB. Di Jerman 
sendiri kelompok ASB ini sebenarnya sudah mulai berkiprah sebagai organisasi 
kesejahteraan sosial sejak tahun 1922 terutama dalam merespon terjadinya 
bencana alam dan konflik-konflik di luar negerinya Jerman. 

Sejak tahun 2006 mulai masuk ke Indonesia, yaitu sejak terjadi bencana gempa 
bumi yang melanda wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggl 27 Mei 2006. 
Desa Tlogo, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten (wilayah ini berbatasan 
dengan kecamatan yang juga bernama Prambanan, tapi masuk kabupaten Sleman) 
merupakan salah satu wilayah korban gempa yang masyarakatnya menerima bantuan 
dan binaan oleh lembaga-lembaga asing yang sejak bencana gempa banyak betebaran 
di Yogyakarta dan sekitarnya. 

ASB adalah salah satu di antara LSM asing yang ada di sana, dan ibu-ibu tamu 
saya itu adalah salah satu kelompok binaannya. Sebagian dari ibu-ibu ndeso itu 
ada yang sehari-harinya ibu rumah tangga biasa, buka warung kecil, jual bakmi, 
bikin kue, usaha minuman herbal, dsb. Banyak hal menarik yang ditanyakan mereka 
dan banyak hal menarik pula dari ekspresi mereka atas jawaban saya, sehingga 
sering muncul celetukan-celetukan yang membuat ger-geran... .  

Sebelum tamu istimewa saya ini kembali menaiki bis yang membawa mereka untuk 
melanjutkan perjalanan studi bandingnya ke tempat lain, setelah berpamitan dan 
berfoto bersama di depan toko, salah seorang pembinanya menghampiri saya dan 
menyodorkan sebuah amplop. Jelas bukan amplop kosong, melainkan berisi 
lembaran-lembaran kertas berwarna biru bergambar Gusti Ngurah Rai. Sekedar 
tanda terima kasih sebagai ”guest lecturer”, begitu tertulis pada tanda 
terimanya. 

Weleh..., rada kagok aku... Bukan menerima amplopnya, melainkan seprana-seprene 
melanglang buana menggeluti dunia pertambangan, ya baru kali ini saya disebut 
”guest lecturer”, malah untuk urusan mbuka warung eceran..... 

Lalu tentang amplop dan isinya sebagai rejeki tak terduga yang saya terima, 
kemudian saya bagikan kepada pegawai toko saya. Sekedar ingin menambah jumlah 
orang-orang yang menerima rejeki tak terduga pada hari itu..... 

Yogyakarta, 25 Nopember 2008Yusuf Iskandar




************ ********* ********* ********* **
Flexi-Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat,
Banten dan DKI Jakarta.

Speedy-Gratis Internetan unlimited dari Pkl. 20.00
s/d 8.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan
Purwakarta.
************ ********* ********* ********* **



************ ********* ********* ********* **
Flexi-Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat,
Banten dan DKI Jakarta.

Speedy-Gratis Internetan unlimited dari Pkl. 20.00
s/d 8.00 se- Jabodetabek, Banten, Karawang dan
Purwakarta
************ ********* ********* ********* **


Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas. Coba Y! Messenger 
9 Indonesia sekarang.
 














      

Kirim email ke