Ass. wr. wb., Yth. sedulur-sedulur, Wah kok sepi banget yo, opo kabeh dho persiapan pul-kumpul terus dho ning salon yo. Abah salam terimakasih undangan pul-kumpulnya lewat sms. Wee lha ternyata gedhen tho nganggo mangan-mangan barang. lumayan no iso ngirit mangan awan. Gedhobrak tiwas seneng-seneng, lha dalah jebule anak-anakku libure mulai tanggal 30 Des, tanggal 27 baru terima rapot. Lha gandeng wis kadung janji, aku terpaksa sesuk sore ngebis patas wae dari yogya, lha cilakane maneh sesuk kuwi yo ndilalah ono rapat mulai jam 15.00, mugo-mugo ora molor, mudah-mudahan besok malam wis tekan kaliwungu, terus kamis pagi jam 10:30 nyegat abang Ardian di pinggir jalan, selesai makan di RM Ardilla sekalian balik Yogya minta dianter abang AA ke Agen Patas dan besoknya bisa hadir Jagong Manten. Begitu rencana saya boss-boss. Kalau rapat besok molor ya berarti dari Yogya kamis pagi langsung menuju RM Ardilla. Syukur kalau abang AA bisa jemput saya di Banyumanik, he...he....terus nginep semalam di Kaliwungu Ini saya tambahkan e-mail dari Zaenal Abidin ([email protected]), ternyata beliau juga di Yogya, ngajar di STTN Batan Jl Babarsari, katanya beliau juga akan plg kendal 25-26 des ini silahkan abah salam undang ke acara pul-kumpul lewat HP: 081328010303.
Sampai Jumpa 2 hari lagi, InsyaAllah. Wassalam, Mudasir Department of Chemistry Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Gadjah Mada University, Sekip Utara PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281 Indonesia HP:(+62)-811-251267 Fax:(+62)-274-545188 ________________________________ From: kendil <[email protected]> To: M. Mudasir <[email protected]> Cc: AGUS ARDIAN <[email protected]>; Salam <[email protected]>; [email protected]; Ardhini Maharning <[email protected]>; Atik <[email protected]>; Edi Budi <[email protected]>; Markamah <[email protected]>; Muktiaji <[email protected]>; Raden Mirwanto <[email protected]>; Sih Riyanto <[email protected]>; Sudiartono <[email protected]>; Suleman <[email protected]>; Swasanti Pranasari <[email protected]>; Aloysius Purnomo <[email protected]>; Edy Barlianto <[email protected]>; imans <[email protected]>; Novel <[email protected]>; lina <[email protected]>; nung <[email protected]>; mykendal <[email protected]> Sent: Wednesday, December 17, 2008 9:44:13 AM Subject: Warga Kebanggaan SMA KENDAL'82 Wa'alaikumsalam sensei Kebanggaan Profesor Dasir adalah kebanggaan kita semua, tidak hanya keluarga tentunya teman, tetangga, bahkan warga KOL yang hanya sekedar kenal didunia maya dan belum tentu tahu wajah peni'mat indahnya bintang gemintang di langit. Kapan berangkat ke Negeri Sakura lagi, Dasir-san Berharap hasil penelitiannya dapat diaplikasikan ke pasien meski "masih 10 tahun lagi baru bisa diaplikasikan". saya termasuk yang menunggu, istriku nggak mau dikemotherapy karena dari bincang-bincang sesama penderita masih 50:50, seperti kata Profersor Mudasir, "kemoterapi tidak hanya mematikan sel-sel kanker, tapi juga merusak sel-sel yang sebenarnya sehat". Teruslah berjuang Prof. sumbangsihmu ditunggu dan terus menjadi kebanggaan semua warga Kendal. doumo arigatou gozaimasu kendil, kami suhartadi --- Pada Sel, 16/12/08, M. Mudasir <[email protected]> menulis: Dari: M. Mudasir <[email protected]> Topik: Re: Address e-mail KENDAL'82 Tanggal: Selasa, 16 Desember, 2008, 4:51 PM Ass. wr. wb. Mas Kami, terimakasih dan sumonggo kalau mau diteruskan ke kendal on-line, dulu kayaknya sudah pernah diinformasikan ke KOL. Catatan untuk temen-teman, sebenarnya yang diceritakan di koranagak sedikit dilebih-lebihkan supaya layak muat, kenyataannya ya sebenarnya biasa-biasa saja kok. di bawah ini ada artikel senada yang dimuat di Koran Tempo Edisi 26 November 2008. Tidak bermaksud untuk pamer, sekedar berbagi pengalaman, mudah-mudahan ada manfaatnya. Bintang di Langit Mudasir Menemukan senyawa untuk kemoterapi yang tidak merusak sel sehat penderita kanker. Perjalanan hidup Prof Drs Mudasir M. Eng, PhD, tampak sempurna. Gelar akademiknya lengkap, berderet. Belum lagi predikat yang membanggakan: Dosen Berprestasi III Nasional 2008. Ia juga harus selalu hidup di dua negara berbeda: Indonesia dan Jepang, guna memenuhi kewajibannya sebagai peneliti. "Tentu saya bangga dan bersyukur atas semua itu. Tapi, jujur, saya tak pernah membayangkan bisa seperti ini," kata Kepala Laboratorium Kimia Analis di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada ini, di ruang kerjanya kemarin. Lelaki kelahiran Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 19 Agustus 1963, ini tak pernah membayangkan dirinya bisa menggenggam sederet prestasi seperti saat ini. Jangankan gelar doktor dan profesor, "Ketika lulus SD saja saya nyaris tak melanjutkan sekolah," katanya. Sebagai sulung dari empat bersaudara, Mudasir nyaris tak bisa meneruskan pendidikan. Hanya dengan tekad kuatlah ia bisa meneruskan pendidikan. "Ayah meminta agar saya meneruskan ke madrasah, bukan sekolah umum. Saya kemudian menawarkan jalan tengah. Pagi saya tetap sekolah di madrasah seperti keinginan orang tua, sore hari saya sekolah di SMP Islam di kota kecamatan," tuturnya. Sejak kecil, Mudasir sebenarnya berangan-angan menjadi seorang ilmuwan. Itu gara-gara ia sering menatap bintang-bintang di langit. "Saat kecil, belum ada listrik di daerah saya. Satu-satunya hiburan ya hanya memandangi bintang-bintang di langit. Saat itu saya sempat berangan-angan ingin menjadi astronom," katanya. Toh dengan fasilitas yang terbatas, Mudasir mampu menyelesaikan pendidikan SMP dengan predikat pemegang peringkat pertama. Prestasi itulah yang kemudian mengantarnya ke SMA I Kendal hingga lulus pada 1982. Kalaupun akhirnya Mudasir bisa meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi, itu semata-mata karena ia diterima tanpa tes melalui jalur Perintis 2. "Saya memilih jurusan kimia dan matematika di UGM karena kebetulan di dua mata pelajaran itu nilai saya bagus," katanya. Mudasir terpaksa mengubur cita-citanya menjadi astronom karena lamarannya ke Astronomi ITB ditolak. Gelar Sarjana Kimia ia peroleh pada 1987. Ia pun langsung mendapat tawaran menjadi staf pengajar di fakultasnya. Gelar S-2 dan S-3 bidang kimia diperolehnya di Keio University, Tokyo, Jepang, masing-masing pada 1993 dan 1999. Sedangkan gelar profesor disandangnya sejak Desember 2006. Sepulang dari Keio University pada 1999, Mudasir sempat mengalami frustrasi. Dua tahun proposal penelitiannya ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Riset Teknologi tak pernah tembus. Tak pernah ada pihak yang mau membiayai usulan-usulan penelitiannya. "Saya sempat frustrasi," katanya. Mudasir akhirnya menemukan sumber persoalan. Ternyata usulan penelitian harus disertai dengan aplikasinya. Masalahnya, aplikasi penelitian Mudasir memang masih sangat jauh. "Waktu itu saya masih terlalu lugu," katanya. Kiatnya itu ternyata ampuh. Sejak 2001 hingga saat ini ia tak pernah gagal memperoleh sponsor penelitian. Tidak hanya di Indonesia, Mudasir bahkan secara rutin melakukan penelitian di Keio University, Tokyo, Jepang. Juli, Agustus, dan September adalah saat-saat Mudasir berada di Keio University, Jepang, untuk meneruskan penelitiannya. Saat ini Mudasir tengah sibuk melakukan penelitian mencari senyawa kimia yang dapat berfungsi sebagai antitumor dan antikanker. Tumor atau kanker, kata Mudasir, pada dasarnya adalah perkembangan sel yang tak terkontrol. Kelak, hasil penelitiannya itu akan bermanfaat bagi kemoterapi yang aman dalam proses penyembuhan kanker. Selama ini, menurut Mudasir, kemoterapi tidak hanya mematikan sel-sel kanker, tapi juga merusak sel-sel yang sebenarnya sehat. Kerusakan ini, salah satunya ditandai dengan rontoknya rambut penderita kanker yang sedang menjalani proses kemoterapi. Kelak, penelitian yang sedang dilakukan Mudasir ini akan menghasilkan sebuah senyawa khusus untuk kemoterapi yang tidak merusak sel-sel sehat penderita kanker. Ada tiga alasan yang diajukan Mudasir tentang mengapa penelitian ini harus dilakukan di Keio University, Tokyo, Jepang. Pertama, di Indonesia, masih susah mendapatkan ligan (senyawa antikanker) sebagai bahan utama penelitiannya. Kedua, di Indonesia belum ada spectrophotometer yang dilengkapi dengan kontrol suhu dan pengaduk sel yang sangat dibutuhkannya. Ketiga, akses literatur di Indonesia tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi penelitiannya masih sangat sulit. "Di Keio University, saya bisa dengan gampang mendapatkan literatur yang dibutuhkan. Universitas telah melanggankan semua jurnal ilmiah yang dibutuhkan," kata Mudasir. Mudasir mengakui, babak akhir penelitiannya hingga bisa diaplikasikan dalam proses kemoterapi masih cukup jauh. "Mungkin masih 10 tahun lagi baru bisa diaplikasikan. Itu pun saya tak bisa melakukan penelitian sendiri, harus bekerja sama dengan ahli-ahli lain di bidang farmasi, kedokteran, dan biologi," paparnya. Meski perjalanannya masih jauh, penelitian itulah yang mengantar Mudasir meraih predikat Dosen Berprestasi III Nasional 2008. Penghargaan bergengsi itu diterimanya dari Dirjen Dikti Depdiknas, Fasli Djalal, pada Agustus 2008 lalu di Jakarta. "Tentu saja saya bangga dan tersanjung dengan penghargaan ini karena selama ini peneliti tak pernah mendapat pengakuan seperti itu," ujarnya. Sebagai peneliti, Mudasir mengaku tak pernah membayangkan bakal memperoleh penghargaan bergengsi seperti itu. Apalagi ia tak pernah melamar untuk ikut seleksi pemilihan dosen berprestasi. "Saya disurati UGM agar ikut pemilihan dosen berprestasi," katanya. Anak Desa Nolokerto yang suka memandang bintang di langit itu kini telah menjadi peneliti kelas dunia. HERU CN BIODATA: Nama: Prof Drs Mudasir M. Eng., PhD Kelahiran: Kendal, 19 Agustus 1963 Alamat: Sinduharho, Ngaglik, Sleman, DIY Jabatan: Kepala Laboratorium Kimia Analis FMIPA UGM Istri: Dhoriva Urwatul Wutsqa Anak: Hana Asyifa Rahmawati Aisyiah Muhammad Aulia Irsyad Penghargaan: Dosen Berprestasi III Nasional 2008 Best International Publication Award, UGM, 2007 Mudasir Department of Chemistry Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Gadjah Mada University, Sekip Utara PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281 Indonesia HP:(+62)-811-251267 Fax:(+62)-274-545188 ________________________________ ________________________________ Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

