Diikhlaskan kalau buat biaya berobat atau sekolah. Kalau buat mabuk,
biar saya ikut nyumpahin tuh rampok mencret gak sembuh-sembuh deh....
he he.. Tetap semangat Pak.

Imron

--- In [email protected], Yusuf Iskandar
<yiskandar_2...@...> wrote:
>
> Mas Kendil,
> Tolong titip salam kembali untuk mas Jumarno "juragan ayam" mBoja.
Nuwun.
>  
> Segenap rekan KOL semua,
> Matur nuwun sanget atas dukungan moril dan doanya. Semoga Tuhan YME
memudahkan langkah ibadah kita masing-masing selanjutnya.
>  
> Salam sukses,
> Yusuf
> 
> 
> --- On Tue, 1/6/09, kendil <kndil2...@...> wrote:
> 
> From: kendil <kndil2...@...>
> Subject: Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, January 6, 2009, 6:40 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> rupanya ada juga kegagalan yang harus di-alhamdulillah- i...
> 
> wong jowo biasane ngendika, "Untung pegawaine panjenengan mboten di
DOR" (lha pistole beneran apa etok-etok kaya ning TV)
> mas Yus, ada salam dari juragan ayam mas Jumarno - Boja
> 
> kendil,
> mangsih untung alhamdulillah
> 
> --- Pada Sen, 5/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com>
menulis:
> 
> Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com>
> Topik: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku
> Kepada: "Kendal Online" <kendal-online@ yahoogroups. com>
> Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 10:08 PM
> 
> Ada Rampok Di Tokoku
> ------------ ---------
> 
> Saat sedang tegang-tegangnya nonton film "The Day After Tomorrow"
> (kecuali setiap kali muncul iklan saya tinggal pergi) di Global TV
tadi malam,
> sekitar jam 20:45 WIB ponsel istri saya berdering. Rupanya itu
tilpun dari toko
> kami, "Madurejo Swalayan". Tumben, malam-malam ada tilpun dari toko.
> Lalu terdengar suara istri saya meninggi dengan nada terkejut.
> 
> "Piye, mbak....? Ono opo mbak....? Ora jelas suaramu..... .?"
> (Bagaimana, ada apa,
>  suaranya tidak jelas....). Hanya terdengar suara tangisan
> seorang pegawai toko kami di seberang sana, di desa Madurejo yang
berjarak
> sekitar 15 km dari rumah.
> 
> Kemudian seorang laki-laki megambil alih gagang tilpun, lalu katanya :
> "Ibu segera ke toko, ada perampokan.. ..". Dan, sambungan tilpun pun
> lalu terputus. Begitu laporan istri saya tergopoh-gopoh sambil masih
> mengacung-acungkan ponselnya, segera setelah menerima tilpun.
> 
> Mendengar ekspresi nada suara istri saat pertama kali menerima
tilpun, saya
> sudah menduga bahwa sesuatu sedang terjadi di toko saya. Herannya,
saya kok ya
> tetap asyik saja nonton TV sama anak laki-laki saya, sambil menunggu
laporan
> istri itu. Sepertinya tayangan film TV malah lebih menegangkan.
> 
> Kata istri saya dengan nada suara tegang : "Mas, segera ke toko
sekarang,
> ada rampok".
> Saya pun menjawab santai : "Ya, suruh nunggu....." (maksudnya pegawai
> toko yang saya suruh menunggu
>  saya datang, bukan rampoknya... .).
> 
> Saya mulai beraksi (menggantikan aksi film TV yang saya tinggal).
Pengawas dan
> pegawai toko tidak berhasil saya hubungi ke HP-nya. Lalu buru-buru
saya coba
> menghubungi tetangga toko saya, dengan maksud untuk minta tolong
menengok apa
> yang terjadi di sana sementara saya dalam perjalanan 30 menit dari
rumah menuju
> toko. 
> 
> (Ya.., ya.., tetangga adalah mahluk yang sering kita kesampingkan
pada saat
> dunia sedang aman dan damai, tapi tiba-tiba menjadi sangat penting
peranannya
> ketika terjadi keadaan darurat. Kalau kemudian dunia kembali aman
dan damai, ya
> lupa lagi sama tetangga. Ugh...! Kasihan deh, jadi tetangga.
Untungnya, saya
> tidak tergolong sebagai mahluk yang abai terhadap tetangga).
> 
> Ee, lha kok ndilalah.... ., no HP yang saya hubungi nyasar ke
seorang teman lama
> yang kebetulan namanya sama dengan nama tetangga toko yang mau saya
hubungi.
> Maksud hati mau bicara to the
>  point, apa daya pembicaraan dengan teman lama saya
> itu malah susah untuk diputus. Bagi teman saya itu : "Kebetulan
sudah lama
> tidak ketemu mas Yusuf...". Weleh...., malah jadi kangen-kangenan.
Lha saya
> sedang buru-buru dan rada sentress, je... 
> 
> Setelah pembicaraan kangen-kangenan dengan teman lama berhasil
diselesaikan
> dengan baik, saya lalu berubah pikiran untuk menghubungi petugas
keamanan desa
> Madurejo, yang juga tetangga toko saya. Langsung saja saya minta
beliau untuk
> menuju TKP dan minta tolong melakukan apa-apa yang perlu dilakukan
sebelum saya
> tiba di sana.
> 
> *** 
> 
> Sekitar jam 21:30 saya tiba di toko bersama istri dan kedua anak
saya yang
> kepingin tahu apa yang terjadi di toko. Toko sudah ditutup, tapi di
depan toko
> masih ramai orang, di antaranya beberapa petugas polisi dari Polsek
Prambanan.
> Istri saya segera menemui pegawai-pegawai toko yang masih shock,
sedangkan saya
> langsung menuju TKP
>  ditemani oleh petugas kepolisian dan seorang tetangga saya.
> Kronologi peristiwa perampokan justru saya dengar dari kedua orang
yang menemani
> saya itu, sambil saya menginspeksi situasi meja kasir dimana
perampokan terjadi,
> sambil saya men-jeprat-jepret- kan kamera, sambil saya berdialog.
Sementara
> seorang pegawai kasir dan seorang temannya masih shock belum bisa
banyak memberi
> keterangan.
> 
> Menurut cerita sementara : Datanglah dua orang pemuda berboncengan
naik sepeda
> motor, lalu masuk toko dan hendak membeli rokok. Seperti biasa,
penjualan rokok
> dilayani kasir. Ketika sepertinya hendak membayar di kasir,
tiba-tiba sepucuk
> pistol ditodongkan ke kasir sambil menggertak agar uang di laci segera
> diserahkan. Laci kasir lalu ditarik dan di-oglek-oglek ternyata
tidak bisa
> dibuka (kebetulan sistem komputer belum dalam posisi melakukan
transaksi, jadi
> ya tidak bisa dibuka..... Agak bodoh juga rupanya rampok ini..., agaknya
>  mereka
> masih perlu sedikit belajar tentang perkasiran.. ...).
> 
> Karena tergesa-gesa sebelum diketahui orang lain, laci di bawah meja
kasir
> dibuka, dan diraihlah sebundel uang cadangan yang ada di sana (tadi
malam saya
> perkirakan jumlahnya sekitar satu koma tiga juta rupiah, tapi
setelah tadi pagi
> dihitung ulang dari data komputer ternyata jumlanya "hanya" tujuh
> ratus tiga puluhan ribu rupiah). Barangkali merasa bahwa uang
jarahannya tidak
> banyak, sang penyamun itu lalu meminta HP milik mbak kasir. Kemudian
secepat
> kilat mereka kabur nggendring.. ... berboncengan sepeda motor menuju
arah
> selatan, dan menghilang ditelan malam.
> 
> Puji Tuhan walhamdulillah, sang penyamun gagal menggasak hasil
penjualan toko
> saya sehari kemarin (kita sering tidak ngeh, rupanya ada juga
kegagalan yang
> haus di-alhamdulillah- i...). Tapi... siwalan bener, mereka berhasil
membuat
> shock dan menjatuhkan mental pegawai saya.
> 
> Secara
>  materi, kerugian yang ditimbulkan oleh aksi perampokan ini relatif
tidak
> seberapa, kerusakan fasilitas toko tidak ada, korban juga tidak
jatuh. Akan
> tetapi kerugian immaterial sungguh tidak kecil. Dua orang pegawai
saya hampir
> pingsan, belum bisa diajak bicara hingga malam, hanya bisa menangis
sesenggukan.
> Sekitar jam 10 malam, kedua pegawai saya itu saya antarkan pulang ke
rumahnya di
> lereng perbukitan sebelah timur Madurejo. Saya serahkan kepada
keluarganya yang
> ummnya sudah beristirahat malam dan terkejut mendapati anak
perempuan mereka
> yang pulang dari kerja tidak seperti biasanya. Salah satunya harus
berjalan
> dipapah sambil masih menangis gero-gero (meraung) dan seorang lagi
malah harus
> dibopong (diangkat dengan kedua tangan) dan tidak bisa berucap
apa-apa selain
> sesenggukan. Menjadi kewajiban saya untuk menjelaskan apa yang
terjadi, meminta
> maaf dan berterima kasih kepada keluarganya.  
> 
> Peristiwa perampokan
>  tadi malam itu langsung ditangani oleh pihak kepolisian
> Sektor Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Meski untuk urusan pelaporan
itu, tadi
> malam saya harus berada di kantor Polsek hingga jam 01:30 dini hari.
Menemani
> pak polisi yang sedang bekerja agar baik jalannya.... ., mengisi
beberapa lembar
> kertas berjudul Laporan Tuntas dan Laporan Polisi rangkap tiga
berkarbon,
> menggunakan mesin ketik Brother yang sudah karatan dan tanpa kap
atasnya.
> Diiringi bunyi cethak-cethok. ..pencetan jari tengah tangan kiri dan
jari
> telunjuk tangan kanan, dan memerlukan waktu satu jam untuk
menyelesaikannya. 
> 
> Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan dengan
> menjawab 17 pertanyaan (jadi ingat berita tentang pemeriksaan
tersangka korupsi
> yang oleh koran selalu disebut jumlah pertanyaannya) . Hal yang
terakhir ini
> diketik dengan komputer, tapi tetap saja berjalan lambat karena
nampaknya pak
> polisi juga sangat hati-hati
>  dalam menyelesaikannya (maklum, BAP adalah dokumen
> hukum yang setiap kalimatnya menjadi sangat berarti ketika misalnya
kasus itu
> naik ke proses peradilan). Saya harus memakluminya, meski untuk itu
saya, istri
> dan anak-anak harus pulang sampai rumah jam 02:00 dini hari.
> 
> *** 
> 
> Perihal kerugian dari kejadian perampokan ini rasanya langsung bisa saya
> ikhlaskan. Eee..., barangkali kedua penyamun itu sedang butuh biaya
pengobatan
> keluarganya (meski hati saya berprasangka juga, jangan-jangan malah buat
> bok-mabbok dan ler-teller.. ..). Kini tinggal tugas saya dan istri untuk
> memulihkan moral dan semangat kerja pegawai saya yang sempat shock
dan jatuh
> mentalnya akibat mengalami peristiwa perampokan (menurut istilah
kepolisian
> disebut curat alias pencurian dengan pemberatan) yang bagi pegawai
saya bisa
> berakibat sangat traumatis.
> 
> Akhirnya, pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa saya harus bisa
>  memetik
> pelajarannya. Lho? Embuh-lah... .. Tapi yang saya yakini pasti
adalah bahwa di
> dunia in tidak ada peristiwa yang kebetulan. Daun jatuh saja diurus
dengan
> sangat cermat oleh Tuhan. Apalagi peristiwa perampokan yang
melibatkan banyak
> pihak, pasti Tuhan punya "naskah" skenario yang sangat tebal.
> Mudah-mudahan saya mampu membaca dan memahaminya.  
> 
> Madurejo - Sleman, 6 Januari 2009
> Yusuf Iskandar
> 
> http://madurejo. wordpress. com
> http://yiskandar. wordpress. com
> 
> 
>       
> 
> ------------ --------- --------- ------
> 
> _____ http://www.KendalOn line.Net _____
> Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet
> 
> <!--Yahoo! Groups Links
> 
>     (Yahoo! ID required)
> 
> 
> 
> 
> 
> Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger.
> Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.
>


Kirim email ke