belum rejeki aja boss.. tetap sabar

samsul ulum

Tropical Forest Trust

wildlife specialist

kaliwungu city, kendal, central java

www.tropicalforesttrust.com

--- On Wed, 1/7/09, imron_m <[email protected]> wrote:

From: imron_m <[email protected]>
Subject: Re: Matur Nuwun -- Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 7, 2009, 3:08 AM










    
            Diikhlaskan kalau buat biaya berobat atau sekolah. Kalau buat mabuk,

biar saya ikut nyumpahin tuh rampok mencret gak sembuh-sembuh deh....

he he.. Tetap semangat Pak.



Imron



--- In kendal-online@ yahoogroups. com, Yusuf Iskandar

<yiskandar_2000@ ...> wrote:

>

> Mas Kendil,

> Tolong titip salam kembali untuk mas Jumarno "juragan ayam" mBoja.

Nuwun.

>  

> Segenap rekan KOL semua,

> Matur nuwun sanget atas dukungan moril dan doanya. Semoga Tuhan YME

memudahkan langkah ibadah kita masing-masing selanjutnya.

>  

> Salam sukses,

> Yusuf

> 

> 

> --- On Tue, 1/6/09, kendil <kndil2...@. ..> wrote:

> 

> From: kendil <kndil2...@. ..>

> Subject: Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku

> To: kendal-online@ yahoogroups. com

> Date: Tuesday, January 6, 2009, 6:40 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> rupanya ada juga kegagalan yang harus di-alhamdulillah- i...

> 

> wong jowo biasane ngendika, "Untung pegawaine panjenengan mboten di

DOR" (lha pistole beneran apa etok-etok kaya ning TV)

> mas Yus, ada salam dari juragan ayam mas Jumarno - Boja

> 

> kendil,

> mangsih untung alhamdulillah

> 

> --- Pada Sen, 5/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com>

menulis:

> 

> Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com>

> Topik: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku

> Kepada: "Kendal Online" <kendal-online@ yahoogroups. com>

> Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 10:08 PM

> 

> Ada Rampok Di Tokoku

> ------------ ---------

> 

> Saat sedang tegang-tegangnya nonton film "The Day After Tomorrow"

> (kecuali setiap kali muncul iklan saya tinggal pergi) di Global TV

tadi malam,

> sekitar jam 20:45 WIB ponsel istri saya berdering. Rupanya itu

tilpun dari toko

> kami, "Madurejo Swalayan". Tumben, malam-malam ada tilpun dari toko.

> Lalu terdengar suara istri saya meninggi dengan nada terkejut.

> 

> "Piye, mbak....? Ono opo mbak....? Ora jelas suaramu..... .?"

> (Bagaimana, ada apa,

>  suaranya tidak jelas....). Hanya terdengar suara tangisan

> seorang pegawai toko kami di seberang sana, di desa Madurejo yang

berjarak

> sekitar 15 km dari rumah.

> 

> Kemudian seorang laki-laki megambil alih gagang tilpun, lalu katanya :

> "Ibu segera ke toko, ada perampokan.. ..". Dan, sambungan tilpun pun

> lalu terputus. Begitu laporan istri saya tergopoh-gopoh sambil masih

> mengacung-acungkan ponselnya, segera setelah menerima tilpun.

> 

> Mendengar ekspresi nada suara istri saat pertama kali menerima

tilpun, saya

> sudah menduga bahwa sesuatu sedang terjadi di toko saya. Herannya,

saya kok ya

> tetap asyik saja nonton TV sama anak laki-laki saya, sambil menunggu

laporan

> istri itu. Sepertinya tayangan film TV malah lebih menegangkan.

> 

> Kata istri saya dengan nada suara tegang : "Mas, segera ke toko

sekarang,

> ada rampok".

> Saya pun menjawab santai : "Ya, suruh nunggu....." (maksudnya pegawai

> toko yang saya suruh menunggu

>  saya datang, bukan rampoknya... .).

> 

> Saya mulai beraksi (menggantikan aksi film TV yang saya tinggal).

Pengawas dan

> pegawai toko tidak berhasil saya hubungi ke HP-nya. Lalu buru-buru

saya coba

> menghubungi tetangga toko saya, dengan maksud untuk minta tolong

menengok apa

> yang terjadi di sana sementara saya dalam perjalanan 30 menit dari

rumah menuju

> toko. 

> 

> (Ya.., ya.., tetangga adalah mahluk yang sering kita kesampingkan

pada saat

> dunia sedang aman dan damai, tapi tiba-tiba menjadi sangat penting

peranannya

> ketika terjadi keadaan darurat. Kalau kemudian dunia kembali aman

dan damai, ya

> lupa lagi sama tetangga. Ugh...! Kasihan deh, jadi tetangga.

Untungnya, saya

> tidak tergolong sebagai mahluk yang abai terhadap tetangga).

> 

> Ee, lha kok ndilalah.... ., no HP yang saya hubungi nyasar ke

seorang teman lama

> yang kebetulan namanya sama dengan nama tetangga toko yang mau saya

hubungi.

> Maksud hati mau bicara to the

>  point, apa daya pembicaraan dengan teman lama saya

> itu malah susah untuk diputus. Bagi teman saya itu : "Kebetulan

sudah lama

> tidak ketemu mas Yusuf...". Weleh...., malah jadi kangen-kangenan.

Lha saya

> sedang buru-buru dan rada sentress, je... 

> 

> Setelah pembicaraan kangen-kangenan dengan teman lama berhasil

diselesaikan

> dengan baik, saya lalu berubah pikiran untuk menghubungi petugas

keamanan desa

> Madurejo, yang juga tetangga toko saya. Langsung saja saya minta

beliau untuk

> menuju TKP dan minta tolong melakukan apa-apa yang perlu dilakukan

sebelum saya

> tiba di sana.

> 

> *** 

> 

> Sekitar jam 21:30 saya tiba di toko bersama istri dan kedua anak

saya yang

> kepingin tahu apa yang terjadi di toko. Toko sudah ditutup, tapi di

depan toko

> masih ramai orang, di antaranya beberapa petugas polisi dari Polsek

Prambanan.

> Istri saya segera menemui pegawai-pegawai toko yang masih shock,

sedangkan saya

> langsung menuju TKP

>  ditemani oleh petugas kepolisian dan seorang tetangga saya.

> Kronologi peristiwa perampokan justru saya dengar dari kedua orang

yang menemani

> saya itu, sambil saya menginspeksi situasi meja kasir dimana

perampokan terjadi,

> sambil saya men-jeprat-jepret- kan kamera, sambil saya berdialog.

Sementara

> seorang pegawai kasir dan seorang temannya masih shock belum bisa

banyak memberi

> keterangan.

> 

> Menurut cerita sementara : Datanglah dua orang pemuda berboncengan

naik sepeda

> motor, lalu masuk toko dan hendak membeli rokok. Seperti biasa,

penjualan rokok

> dilayani kasir. Ketika sepertinya hendak membayar di kasir,

tiba-tiba sepucuk

> pistol ditodongkan ke kasir sambil menggertak agar uang di laci segera

> diserahkan. Laci kasir lalu ditarik dan di-oglek-oglek ternyata

tidak bisa

> dibuka (kebetulan sistem komputer belum dalam posisi melakukan

transaksi, jadi

> ya tidak bisa dibuka..... Agak bodoh juga rupanya rampok ini..., agaknya

>  mereka

> masih perlu sedikit belajar tentang perkasiran.. ...).

> 

> Karena tergesa-gesa sebelum diketahui orang lain, laci di bawah meja

kasir

> dibuka, dan diraihlah sebundel uang cadangan yang ada di sana (tadi

malam saya

> perkirakan jumlahnya sekitar satu koma tiga juta rupiah, tapi

setelah tadi pagi

> dihitung ulang dari data komputer ternyata jumlanya "hanya" tujuh

> ratus tiga puluhan ribu rupiah). Barangkali merasa bahwa uang

jarahannya tidak

> banyak, sang penyamun itu lalu meminta HP milik mbak kasir. Kemudian

secepat

> kilat mereka kabur nggendring.. ... berboncengan sepeda motor menuju

arah

> selatan, dan menghilang ditelan malam.

> 

> Puji Tuhan walhamdulillah, sang penyamun gagal menggasak hasil

penjualan toko

> saya sehari kemarin (kita sering tidak ngeh, rupanya ada juga

kegagalan yang

> haus di-alhamdulillah- i...). Tapi... siwalan bener, mereka berhasil

membuat

> shock dan menjatuhkan mental pegawai saya.

> 

> Secara

>  materi, kerugian yang ditimbulkan oleh aksi perampokan ini relatif

tidak

> seberapa, kerusakan fasilitas toko tidak ada, korban juga tidak

jatuh. Akan

> tetapi kerugian immaterial sungguh tidak kecil. Dua orang pegawai

saya hampir

> pingsan, belum bisa diajak bicara hingga malam, hanya bisa menangis

sesenggukan.

> Sekitar jam 10 malam, kedua pegawai saya itu saya antarkan pulang ke

rumahnya di

> lereng perbukitan sebelah timur Madurejo. Saya serahkan kepada

keluarganya yang

> ummnya sudah beristirahat malam dan terkejut mendapati anak

perempuan mereka

> yang pulang dari kerja tidak seperti biasanya. Salah satunya harus

berjalan

> dipapah sambil masih menangis gero-gero (meraung) dan seorang lagi

malah harus

> dibopong (diangkat dengan kedua tangan) dan tidak bisa berucap

apa-apa selain

> sesenggukan. Menjadi kewajiban saya untuk menjelaskan apa yang

terjadi, meminta

> maaf dan berterima kasih kepada keluarganya.  

> 

> Peristiwa perampokan

>  tadi malam itu langsung ditangani oleh pihak kepolisian

> Sektor Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Meski untuk urusan pelaporan

itu, tadi

> malam saya harus berada di kantor Polsek hingga jam 01:30 dini hari.

Menemani

> pak polisi yang sedang bekerja agar baik jalannya.... ., mengisi

beberapa lembar

> kertas berjudul Laporan Tuntas dan Laporan Polisi rangkap tiga

berkarbon,

> menggunakan mesin ketik Brother yang sudah karatan dan tanpa kap

atasnya.

> Diiringi bunyi cethak-cethok. ..pencetan jari tengah tangan kiri dan

jari

> telunjuk tangan kanan, dan memerlukan waktu satu jam untuk

menyelesaikannya. 

> 

> Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan dengan

> menjawab 17 pertanyaan (jadi ingat berita tentang pemeriksaan

tersangka korupsi

> yang oleh koran selalu disebut jumlah pertanyaannya) . Hal yang

terakhir ini

> diketik dengan komputer, tapi tetap saja berjalan lambat karena

nampaknya pak

> polisi juga sangat hati-hati

>  dalam menyelesaikannya (maklum, BAP adalah dokumen

> hukum yang setiap kalimatnya menjadi sangat berarti ketika misalnya

kasus itu

> naik ke proses peradilan). Saya harus memakluminya, meski untuk itu

saya, istri

> dan anak-anak harus pulang sampai rumah jam 02:00 dini hari.

> 

> *** 

> 

> Perihal kerugian dari kejadian perampokan ini rasanya langsung bisa saya

> ikhlaskan. Eee..., barangkali kedua penyamun itu sedang butuh biaya

pengobatan

> keluarganya (meski hati saya berprasangka juga, jangan-jangan malah buat

> bok-mabbok dan ler-teller.. ..). Kini tinggal tugas saya dan istri untuk

> memulihkan moral dan semangat kerja pegawai saya yang sempat shock

dan jatuh

> mentalnya akibat mengalami peristiwa perampokan (menurut istilah

kepolisian

> disebut curat alias pencurian dengan pemberatan) yang bagi pegawai

saya bisa

> berakibat sangat traumatis.

> 

> Akhirnya, pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa saya harus bisa

>  memetik

> pelajarannya. Lho? Embuh-lah... .. Tapi yang saya yakini pasti

adalah bahwa di

> dunia in tidak ada peristiwa yang kebetulan. Daun jatuh saja diurus

dengan

> sangat cermat oleh Tuhan. Apalagi peristiwa perampokan yang

melibatkan banyak

> pihak, pasti Tuhan punya "naskah" skenario yang sangat tebal.

> Mudah-mudahan saya mampu membaca dan memahaminya.  

> 

> Madurejo - Sleman, 6 Januari 2009

> Yusuf Iskandar

> 

> http://madurejo. wordpress. com

> http://yiskandar. wordpress. com

> 

> 

>       

> 

> ------------ --------- --------- ------

> 

> _____ http://www.KendalOn line.Net _____

> Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

> 

> <!--Yahoo! Groups Links

> 

>     (Yahoo! ID required)

> 

> 

> 

> 

> 

> Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger.

> Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke