mohon bersabarlah dan tetap semangat, semoga mendapatkan ganti rejeki lain dari sumber yang tidak terduga nantinya.
amin. salam, --hajir-- ========================================== SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah) 100% : Freedom, FreeSoftware, OpenSource URL : http://sisfokol.wordpress.com/ ========================================== --- On Thu, 1/8/09, moh anto <[email protected]> wrote: From: moh anto <[email protected]> Subject: Re: Matur Nuwun -- Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku To: [email protected] Date: Thursday, January 8, 2009, 8:23 AM dengan kesabaran dan keikhlasan yang tetap kepegang. insya Allah akan ada pengganti yang sepadan, en jgn lupa untuk selalu berempati dengan lingkungan sekeliling toko. Salam Sukses...... . --- Pada Rab, 7/1/09, samsul ulum <sampsum...@yahoo. com> menulis: Dari: samsul ulum <sampsum...@yahoo. com> Topik: Re: Matur Nuwun -- Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 7 Januari, 2009, 5:09 AM belum rejeki aja boss.. tetap sabar samsul ulum Tropical Forest Trust wildlife specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tropicalforestt rust.com --- On Wed, 1/7/09, imron_m <imro...@yahoo. com> wrote: From: imron_m <imro...@yahoo. com> Subject: Re: Matur Nuwun -- Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Wednesday, January 7, 2009, 3:08 AM Diikhlaskan kalau buat biaya berobat atau sekolah. Kalau buat mabuk, biar saya ikut nyumpahin tuh rampok mencret gak sembuh-sembuh deh.... he he.. Tetap semangat Pak. Imron --- In kendal-online@ yahoogroups. com, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ ...> wrote: > > Mas Kendil, > Tolong titip salam kembali untuk mas Jumarno "juragan ayam" mBoja. Nuwun. > > Segenap rekan KOL semua, > Matur nuwun sanget atas dukungan moril dan doanya. Semoga Tuhan YME memudahkan langkah ibadah kita masing-masing selanjutnya. > > Salam sukses, > Yusuf > > > --- On Tue, 1/6/09, kendil <kndil2...@. ..> wrote: > > From: kendil <kndil2...@. ..> > Subject: Bls: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku > To: kendal-online@ yahoogroups. com > Date: Tuesday, January 6, 2009, 6:40 PM > > > > > > > > > > > rupanya ada juga kegagalan yang harus di-alhamdulillah- i... > > wong jowo biasane ngendika, "Untung pegawaine panjenengan mboten di DOR" (lha pistole beneran apa etok-etok kaya ning TV) > mas Yus, ada salam dari juragan ayam mas Jumarno - Boja > > kendil, > mangsih untung alhamdulillah > > --- Pada Sen, 5/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> menulis: > > Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> > Topik: [kendal-online] Ada Rampok Di Tokoku > Kepada: "Kendal Online" <kendal-online@ yahoogroups. com> > Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 10:08 PM > > Ada Rampok Di Tokoku > ------------ --------- > > Saat sedang tegang-tegangnya nonton film "The Day After Tomorrow" > (kecuali setiap kali muncul iklan saya tinggal pergi) di Global TV tadi malam, > sekitar jam 20:45 WIB ponsel istri saya berdering. Rupanya itu tilpun dari toko > kami, "Madurejo Swalayan". Tumben, malam-malam ada tilpun dari toko. > Lalu terdengar suara istri saya meninggi dengan nada terkejut. > > "Piye, mbak....? Ono opo mbak....? Ora jelas suaramu..... .?" > (Bagaimana, ada apa, > suaranya tidak jelas....). Hanya terdengar suara tangisan > seorang pegawai toko kami di seberang sana, di desa Madurejo yang berjarak > sekitar 15 km dari rumah. > > Kemudian seorang laki-laki megambil alih gagang tilpun, lalu katanya : > "Ibu segera ke toko, ada perampokan.. ..". Dan, sambungan tilpun pun > lalu terputus. Begitu laporan istri saya tergopoh-gopoh sambil masih > mengacung-acungkan ponselnya, segera setelah menerima tilpun. > > Mendengar ekspresi nada suara istri saat pertama kali menerima tilpun, saya > sudah menduga bahwa sesuatu sedang terjadi di toko saya. Herannya, saya kok ya > tetap asyik saja nonton TV sama anak laki-laki saya, sambil menunggu laporan > istri itu. Sepertinya tayangan film TV malah lebih menegangkan. > > Kata istri saya dengan nada suara tegang : "Mas, segera ke toko sekarang, > ada rampok". > Saya pun menjawab santai : "Ya, suruh nunggu....." (maksudnya pegawai > toko yang saya suruh menunggu > saya datang, bukan rampoknya... .). > > Saya mulai beraksi (menggantikan aksi film TV yang saya tinggal). Pengawas dan > pegawai toko tidak berhasil saya hubungi ke HP-nya. Lalu buru-buru saya coba > menghubungi tetangga toko saya, dengan maksud untuk minta tolong menengok apa > yang terjadi di sana sementara saya dalam perjalanan 30 menit dari rumah menuju > toko. > > (Ya.., ya.., tetangga adalah mahluk yang sering kita kesampingkan pada saat > dunia sedang aman dan damai, tapi tiba-tiba menjadi sangat penting peranannya > ketika terjadi keadaan darurat. Kalau kemudian dunia kembali aman dan damai, ya > lupa lagi sama tetangga. Ugh...! Kasihan deh, jadi tetangga. Untungnya, saya > tidak tergolong sebagai mahluk yang abai terhadap tetangga). > > Ee, lha kok ndilalah.... ., no HP yang saya hubungi nyasar ke seorang teman lama > yang kebetulan namanya sama dengan nama tetangga toko yang mau saya hubungi. > Maksud hati mau bicara to the > point, apa daya pembicaraan dengan teman lama saya > itu malah susah untuk diputus. Bagi teman saya itu : "Kebetulan sudah lama > tidak ketemu mas Yusuf...". Weleh...., malah jadi kangen-kangenan. Lha saya > sedang buru-buru dan rada sentress, je... > > Setelah pembicaraan kangen-kangenan dengan teman lama berhasil diselesaikan > dengan baik, saya lalu berubah pikiran untuk menghubungi petugas keamanan desa > Madurejo, yang juga tetangga toko saya. Langsung saja saya minta beliau untuk > menuju TKP dan minta tolong melakukan apa-apa yang perlu dilakukan sebelum saya > tiba di sana. > > *** > > Sekitar jam 21:30 saya tiba di toko bersama istri dan kedua anak saya yang > kepingin tahu apa yang terjadi di toko. Toko sudah ditutup, tapi di depan toko > masih ramai orang, di antaranya beberapa petugas polisi dari Polsek Prambanan. > Istri saya segera menemui pegawai-pegawai toko yang masih shock, sedangkan saya > langsung menuju TKP > ditemani oleh petugas kepolisian dan seorang tetangga saya. > Kronologi peristiwa perampokan justru saya dengar dari kedua orang yang menemani > saya itu, sambil saya menginspeksi situasi meja kasir dimana perampokan terjadi, > sambil saya men-jeprat-jepret- kan kamera, sambil saya berdialog. Sementara > seorang pegawai kasir dan seorang temannya masih shock belum bisa banyak memberi > keterangan. > > Menurut cerita sementara : Datanglah dua orang pemuda berboncengan naik sepeda > motor, lalu masuk toko dan hendak membeli rokok. Seperti biasa, penjualan rokok > dilayani kasir. Ketika sepertinya hendak membayar di kasir, tiba-tiba sepucuk > pistol ditodongkan ke kasir sambil menggertak agar uang di laci segera > diserahkan. Laci kasir lalu ditarik dan di-oglek-oglek ternyata tidak bisa > dibuka (kebetulan sistem komputer belum dalam posisi melakukan transaksi, jadi > ya tidak bisa dibuka..... Agak bodoh juga rupanya rampok ini..., agaknya > mereka > masih perlu sedikit belajar tentang perkasiran.. ...). > > Karena tergesa-gesa sebelum diketahui orang lain, laci di bawah meja kasir > dibuka, dan diraihlah sebundel uang cadangan yang ada di sana (tadi malam saya > perkirakan jumlahnya sekitar satu koma tiga juta rupiah, tapi setelah tadi pagi > dihitung ulang dari data komputer ternyata jumlanya "hanya" tujuh > ratus tiga puluhan ribu rupiah). Barangkali merasa bahwa uang jarahannya tidak > banyak, sang penyamun itu lalu meminta HP milik mbak kasir. Kemudian secepat > kilat mereka kabur nggendring.. ... berboncengan sepeda motor menuju arah > selatan, dan menghilang ditelan malam. > > Puji Tuhan walhamdulillah, sang penyamun gagal menggasak hasil penjualan toko > saya sehari kemarin (kita sering tidak ngeh, rupanya ada juga kegagalan yang > haus di-alhamdulillah- i...). Tapi... siwalan bener, mereka berhasil membuat > shock dan menjatuhkan mental pegawai saya. > > Secara > materi, kerugian yang ditimbulkan oleh aksi perampokan ini relatif tidak > seberapa, kerusakan fasilitas toko tidak ada, korban juga tidak jatuh. Akan > tetapi kerugian immaterial sungguh tidak kecil. Dua orang pegawai saya hampir > pingsan, belum bisa diajak bicara hingga malam, hanya bisa menangis sesenggukan. > Sekitar jam 10 malam, kedua pegawai saya itu saya antarkan pulang ke rumahnya di > lereng perbukitan sebelah timur Madurejo. Saya serahkan kepada keluarganya yang > ummnya sudah beristirahat malam dan terkejut mendapati anak perempuan mereka > yang pulang dari kerja tidak seperti biasanya. Salah satunya harus berjalan > dipapah sambil masih menangis gero-gero (meraung) dan seorang lagi malah harus > dibopong (diangkat dengan kedua tangan) dan tidak bisa berucap apa-apa selain > sesenggukan. Menjadi kewajiban saya untuk menjelaskan apa yang terjadi, meminta > maaf dan berterima kasih kepada keluarganya. > > Peristiwa perampokan > tadi malam itu langsung ditangani oleh pihak kepolisian > Sektor Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Meski untuk urusan pelaporan itu, tadi > malam saya harus berada di kantor Polsek hingga jam 01:30 dini hari. Menemani > pak polisi yang sedang bekerja agar baik jalannya.... ., mengisi beberapa lembar > kertas berjudul Laporan Tuntas dan Laporan Polisi rangkap tiga berkarbon, > menggunakan mesin ketik Brother yang sudah karatan dan tanpa kap atasnya. > Diiringi bunyi cethak-cethok. ..pencetan jari tengah tangan kiri dan jari > telunjuk tangan kanan, dan memerlukan waktu satu jam untuk menyelesaikannya. > > Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan dengan > menjawab 17 pertanyaan (jadi ingat berita tentang pemeriksaan tersangka korupsi > yang oleh koran selalu disebut jumlah pertanyaannya) . Hal yang terakhir ini > diketik dengan komputer, tapi tetap saja berjalan lambat karena nampaknya pak > polisi juga sangat hati-hati > dalam menyelesaikannya (maklum, BAP adalah dokumen > hukum yang setiap kalimatnya menjadi sangat berarti ketika misalnya kasus itu > naik ke proses peradilan). Saya harus memakluminya, meski untuk itu saya, istri > dan anak-anak harus pulang sampai rumah jam 02:00 dini hari. > > *** > > Perihal kerugian dari kejadian perampokan ini rasanya langsung bisa saya > ikhlaskan. Eee..., barangkali kedua penyamun itu sedang butuh biaya pengobatan > keluarganya (meski hati saya berprasangka juga, jangan-jangan malah buat > bok-mabbok dan ler-teller.. ..). Kini tinggal tugas saya dan istri untuk > memulihkan moral dan semangat kerja pegawai saya yang sempat shock dan jatuh > mentalnya akibat mengalami peristiwa perampokan (menurut istilah kepolisian > disebut curat alias pencurian dengan pemberatan) yang bagi pegawai saya bisa > berakibat sangat traumatis. > > Akhirnya, pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa saya harus bisa > memetik > pelajarannya. Lho? Embuh-lah... .. Tapi yang saya yakini pasti adalah bahwa di > dunia in tidak ada peristiwa yang kebetulan. Daun jatuh saja diurus dengan > sangat cermat oleh Tuhan. Apalagi peristiwa perampokan yang melibatkan banyak > pihak, pasti Tuhan punya "naskah" skenario yang sangat tebal. > Mudah-mudahan saya mampu membaca dan memahaminya. > > Madurejo - Sleman, 6 Januari 2009 > Yusuf Iskandar > > http://madurejo. wordpress. com > http://yiskandar. wordpress. com > > > > > ------------ --------- --------- ------ > > _____ http://www.KendalOn line.Net _____ > Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet > > <!--Yahoo! Groups Links > > (Yahoo! ID required) > > > > > > Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger. > Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru. > Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

