Wah, mas Yusuf Iskandar..... bakat tenan jadi pengusaha....
pintar sekali mengilustrasikan dan menggambarkan produk boga...yang bikin 
'pengin nyicipi juga......
tapi lebih lengkap seandainya mas Yusuf menginformasikan peta-nya 
juga...terutama kalau dari solo.
Maturnuwun sanget.


Achmad Basuki, ST., MT.
http://achmadbasuki.wordpress.com
+ Civil Engineering Dept., Faculty of Engineering 
   Sebelas Maret University 
   Jl. Ir. Sutami 36A SOLO - Jawa Tengah - Indonesia 57126 
   Telp. +628122636426 - +62-0271-7576106 
   Fax. +62-0271-634524

--- On Mon, 1/26/09, Yusuf Iskandar <[email protected]> wrote:

From: Yusuf Iskandar <[email protected]>
Subject: [kendal-online] Udang Bakar Madu Khas Banyu Mili Resto Yogyakarta
To: "Kendal Online" <[email protected]>
Date: Monday, January 26, 2009, 3:51 PM










Udang Bakar Madu Khas Banyu Mili Resto Yogyakarta
------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- -----

Banyu mili, dalam bahasa Jawa berarti air mengalir. Tapi umumnya orang Jawa 
merasa lebih nyaman kalau mengucapkannya mbanyu mili (dengan imbuhan huruf ’m’ 
di depannya) yang artinya kemudian menjadi : seperti air mengalir atau mengalir 
seperti air. Kosa kata banyu mili biasanya memberi kesan suasana segar, sejuk, 
indah, santai, disertai suara gemericik air yang mengalir. Nampaknya kesan itu 
pula yang hendak "dijual" oleh pemilik resto Banyu Mili di kawasan Jalan 
Godean, Yogyakarta.

Terdorong oleh rasa ingin mencoba menu masakan yang berbeda pada suatu malam di 
Yogyakarta, maka seperti air yang mengalir pula kami menuju kompleks perumahan 
Griya Mahkota Regency di Jalan Godean Km 4,5 Yogayakarta. Di sana ada Banyu 
Mili Resto & Country Club, sebuah pilihan tempat makan yang menawarkan aneka 
pilihan menu ikan yang bukan saja bernuansa alam melainkan juga bisa menjadi 
tempat rekreasi bersama keluarga. 

Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari pusat kota Jogja dan mudah dijangkau, 
berada di kawasan perumahan mewah dengan aneka fasilitas bermain dan rekreasi. 
Ada danau buatan yang dikelilingi oleh gubuk-gubuk (saung), lengkap dengan 
fasilitas pemancingan dan kolam renang, atau sekedar menikmati taman yang 
ditata asri, atau bermain remote control boat dan aero modelling.

Hanya karena tujuan kami malam itu adalah makan, dan bukan mau mandi atau 
mancing, maka mengalirlah saya dan rombongan berlima menuju ke salah sebuah 
meja makan di Banyu Mili Resto, yang pada malam itu suasananya tampak sepi. 

Lupakan dulu soal kesegaran, kesejukan atau rekreasi, melainkan langsung fokus 
ke menu makan yang disajikan melalui dua lembar daftar menu berupa kertas 
dilaminasi bagus dan rapi. Meski sudah tahu menu unggulan resto ini adalah 
berbahan udang dan gurami, tak urung, bingung juga ketika hendak memesan 
makanan.

Sebuah kombinasi suasana hati yang nyaris hampir selalu terjadi ketika masuk ke 
dalam rumah makan yang sebelumnya sudah tersugesti bahwa makanannya berkategori 
enak atau enak sekali, yaitu lapar tapi bingung... Sudah tahu sedang lapar dan 
kepingin segera makan, juga sudah tahu kalau makanannya bakal enak, tapi urusan 
memilih menu ternyata tidak selesai dalam 5-10 menit.

Jalan keluarnya, percaya saja pada menu unggulan atau menu spesial yang 
ditawarkan, yaitu udang bakar madu ukuran standar (ada juga yang ukuran super), 
gurami bumbu cobek ukuran sedang (ada juga ukuran besar, tapi ukuran kecil 
tidak ada) dan kepiting telur saus tiram. Masih ditambah dengan asesori 
kangkung tumis, sambal terasi dadak, sambal tomat dan tahu-tempe goreng. Kalau 
menu pelengkapnya memang relatif berasa standar, tapi menu unggulannya itu yang 
brasa lebih dan lebih brasa…. 

Coba bayangkan... .. (walah...., lha saya membayangkan saja serasa seperti 
benar-benar sedang menyantapnya. ...). Seporsi udang bakar madu terdiri dari 
empat tusuk yang setiap tusuknya terdiri dari empat ekor udang. Di balik warna 
merah-oranye udangnya, bumbunya mrasuk sekali (benar-benar meresap) sampai 
menembus kulit udangnya dan menyentuh dagingnya yang kenyal-kenyal gurih. Rasa 
asam berbalut rasa manis madunya terasa pas di selera. Meski sedikit kerepotan 
memisahkan kulit, kepala dan kaki-kaki udang, tak menghalangi untuk 
menghabiskan ekor demi ekor udang mlungker yang telah tersaji dua piring di 
atas meja.

Gurami bumbu cobek sebenarnya hanya sebuah nama, yaitu gurami goreng disajikan 
di atas piring dengan guyuran sambal bawang merah, cabe rawit merah, tomat yang 
digoreng setengah matang, dan bisa ditambah dengan sedikit perasan jeruk nipis. 
Sebenarnya hanya menu gurami goreng sederhana, tapi takaran sambal setengah 
gorengnya begitu pas sehingga memberi sensasi sedap dan nikmat (selain karena 
memang sedang lapar...., dan terkadang ya terpaksa agak rakus juga daripada 
mubazir...). 

Meski bukan restoran spesial seafood, namun cara membumbui kepiting telornya 
pantas dipuji. Saus tiram yang menyelimuti kepiting goreng dipadu dengan irisan 
loncang atau daun bawang dan bawang bombay bagai membuat sang pemakan tak ingin 
berhenti. Sayang telor kepitingnya digoreng matang agak keras, sehingga agak 
merepotkan untuk diambil dari cangkangnya meski masih tetap bisa dirasakan 
kemrenyes tekstur kecil-kecil telur kepitingnya. 

Walhasil, semuanya wes...ewes.. .ewes... bablasss tak bersisa. Tinggal kulit 
udang, cangkang kepiting dan duri gurami yang njebubuk di atas meja. Soal harga 
secara umum memang sedikit di atas rata-rata menu sejenis di resto lain di 
Jogja, namun itu sebanding dengan kenikmatan, kelezatan dan kepuasan yang 
memang diidamkan oleh para pencari makan. 

Resto Banyu Mili yang baru berumur setahunan ini memang termasuk baru di 
kalangan penikmat makan di Jogja. Namun kreatifitas pemiliknya yang memadukan 
wisata makan dengan fasilitas rekreasi keluarga yang bernuansa alam dan tertata 
rapi agaknya cukup menjadi daya tarik tersendiri. 

Pengunjung bisa memilih untuk makan di gubuk-gubuk di tepi danau buatan, di 
ruangan bermeja-kursi, atau bisa juga lesehan. Restoran yang jam bukanya pukul 
10.00 - 22.00 ini siap menampung hingga 500 orang tamu sekaligus. Sedangkan 
fasilitas rekreasinya buka setiap hari dari pukul 07.00 - 18.00. Satu lagi, 
sebuah pilihan bagi penikmat kuliner di Jogja, sekaligus tempat rekreasi 
keluarga yang elok dan bersih. 


Yogyakarta, 26 Januari 2009 (Tahun Baru Imlek 2560)
Yusuf Iskandar

http://yiskandar. wordpress. com
http://madurejo. wordpress. com

 














      

Kirim email ke