Waduh, Pak Asmu'ie, Saya njuk nglangut mengingat masa kecil dulu, lebih 35 tahun yll..... Alm pak Maskan ini memang sejak muda dulu getol olahraga, terakhir yang ditekuninya adalah badminton (saya ikut mewarisi ilmu badmintonnya.... hiks..hiks..). Benar juga, lapangan badmintonnya memang di depan (seberang jalan) dari tokonya itu (sekarang sudah rungkut....). Waktu itu, di sepanjang sisi utara jalan raya Kendal (membentang dari Kaliwungu - Kendal - Patebon - Pegandon) masih ada rel sepur. Sesekali, kalau iseng (namanya juga anak kecil), ketika usai nonton orang-orang dewasa main badminton sore hari menjelang maghrib, saya memasang paku besar di atas rel sepur, sebelum sepurnya lewat. Setelah sepur lewat, paku itu sudah berubah menjadi pisau kecil. Seperti sulapan saja.....Lalu tertawa kesenangan bersama teman-teman main lainnya. Pada tahun 70-an memang sedang top-topnya bulu tangkis, gara-gara Indonesia adalah kampiunnya sebelum muncul Cina. Rudy Hartono dan Thomas Cup adalah sebuah kebanggaan bersama milik bangsa..... Nontonnya masih di televisi hitam-putih dari stasiun TVRI (orang ndeso membacanya TURI), yang gambarnya sering "banyak nyamuknya" alias buram bin kepyur. Itu pun hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya, termasuk nonton bareng di halaman kecamatan.... hiks...hiks.... Gara-gara jaman keemasan badminton pula, tak terkecuali, saya dan teman-teman SD-SMP ikut-ikutan mendirikan Persatuan Bulutangkis, PB Pusaka namanya. Latihannya ya di lapangan itu. Kalau bertanding jarang menang, kalah dengan PB-PB lainnya yang lebih senior dan duluan ada. Di antara pembina badmintonnya adalah ya Pak Maskan itu, dan Pak De Rochani (itu lho, toko alat-alat olah raga yang berada tepat di sebelah kanannya TB Kencana). Pak De saya ini pula yang pernah ngajari saya berbisnis di waktu kecil. Jual layangan, jual bubuk gelasan, jual cincin imitasi, semua saya bikin sendiri lalu dijual di tokonya..... Sekarang baru saya ngeh...., bahwa rupanya itulah pengalaman bisnis masa kecil saya...... Masih benar, pak Asmu'ie. Lapangan badminton (di seberang TB Kencana itu) merupakan halaman kantor Pengadilan Agama, di belakang kantor tsb ada stasiun radio amatir, "Sahara" namanya. Saingannya radio PTDI Kaliwungu dan RSPD Kab. Kendal. Ugh....., masa-masa indah itu sudah lewat....., dan tak kan pernah terulang...... Waktu berlalu begitu cepatnya..... Hari berganti, senja pun datang menjelang..... Untuk rekan-rekan muda warga Kendal Online, Mohon maaf ya, kalau email ini rada mengganggu, karena saya larut dalam cerita nostalgia bersama Pak Asmu'ie (habis, pak Asmu'ie mancing-mancing, sih....). Tapi saya yakin, banyak di antara warga muda Kendal Online yang tidak tahu kisah-kisah kecil jadoel (jaman doeloe) seperti ini. Kalau misalnya ada warga senior di Kendal Online yang punya kisah-kisah jadoel, mongo bisa di-sharing.... Nuwun & Salam, Yusuf
--- On Sat, 1/31/09, kutilang dara <[email protected]> wrote: From: kutilang dara <[email protected]> Subject: Re: Bls: [kendal-online] Kendal Tempo Doeloe (Re: Stasiun Kota Kendal) To: [email protected] Date: Saturday, January 31, 2009, 6:29 AM oooo..,saya terakhir melihat Almarhum Pak MASKAN, beliau nenakai kaos T'Shirt warna putih, pake celana pendek putih,sepati sport juga warna putih keluar dari toko serta membawa raket badmintonm gaya beliau<alm.pak Maskan> sangat elegent banget utk ukuran ketika semasa itu < 1964>, doeloe di depan seberang jalan TB.kENCANA ada radio AMATIR < saya lupa namanya>trus di halaman gedung/rumah sts radio amatir tadi ada lapangan bulutangkis. Dados memang leres Mas..,klo kagunganipun Pak Kaji Kambyah < ini menurut si Emak kulo.. loh> Pak Haji HAMZAH lan diterusaken kaliyan adik ipun alm Pak Maskan...,< lha sak puniko kulo sanpun ngertos Mas, --- Pada Kam, 29/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> menulis: Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> Topik: Re: Bls: [kendal-online] Kendal Tempo Doeloe (Re: Stasiun Kota Kendal) Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Kamis, 29 Januari, 2009, 9:38 PM Sedikit koreksi : Yang punya TB Kencana adalah pak Maskan (saya manggilnya Om, sekarang sudah almarhum). Sedang Pak Kaji Ambyah atau Hamzah (juga sudah almarhum) adalah kakaknya pak Maskan. Sekarang TB Kencana dikelola istri pak Maskan bersama anak angkatnya. Nuwun -- Wass, Yusuf --- On Wed, 1/28/09, kutilang dara <bizaria...@yahoo. com> wrote: From: kutilang dara <bizaria...@yahoo. com> Subject: Bls: [kendal-online] Kendal Tempo Doeloe (Re: Stasiun Kota Kendal) To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Wednesday, January 28, 2009, 5:54 AM Toko Buku 'KENTJANA' <Kencana>, jarene Emak'ku biyen kae kagungane Pak'Kaji AMBYAH, atau boso kendal'e wak kaji kambyah, trus putrane asmane MASKAN, garwane Pak MASKAN niko wau ngagem kacamata..., rambute ikal mayang... Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!

