kalau saya pertama nonton TURI/tvri, di Gedung /kantor DPRD kab.Kendal. berangkat dari ndeso Sukodono jam limo sore, pulang sekitar jam 9 mbengi, sak gremudug<kirokiro cah rolas>. Nggak pake sandal, namung ngangge klambi trus katok'an,kuplukan,lang kalung sarung, hheheheheiiikk ketika lewat batas kota<saklewate kantor lurah Kebondalem,arah ngidul> kendal,gremudug mlayu, jarene ono wewegombel...
--- Pada Sel, 3/2/09, M. Mudasir <[email protected]> menulis: Dari: M. Mudasir <[email protected]> Topik: Re: [kendal-online] TB Kencana, Radio Sahara & Lapangan Badminton -- Kendal Tempo Doeloe Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 3 Februari, 2009, 10:57 PM Assalamualaikum wr. wb. Hiks..Hiks.. ., ceritanya Mas Yus (sok akrab) ini memang nggak jauh beda dengan saya. Saya sekarang juga masih jadi atlit Badminton kelas kantor alias lebih banyak bengok-bengoknya dari pada nampleknya, ya gara-gara demam Rudy Hartono dan Thomas Cup (batja Tjup) dulu tu. Alkhamdulillah badminton sekarang masih lestantun tiap Rabu dan Sabtu pagi. Ini baru saja pulang namplek di Lembah UGM terus ke kantor. Cerita ngelindeske paku di rel kereta api juga setali tiga uang, cuma bedanya kalau saya sepurnya sepur Semarang-Jakarta kalau mas Yus cuma sepur gembel/Kendal (soale sing numpak gembel yaitu para pedagang) yang bunyinya "ujus-ujus" jadi pakune lebih cepat pipih dan kalau konangan "sekower" (itu lho orang kerjanya ngontrol rel kereta dan kalau malam bawa lampu) langsung itu paku dibuang. Cerita Jual layangan dan "gelasan" juga sami mawon. Kalau musim layangan, kerjaan saya selesai sekolah SD dan mdrasah ya bikin layangan, mulai dari bikin "ragangan" dari bambu sampai nempelkan kertas dan mulasnya dibikin sendiri trus layangannya digandeng dengan benang dan digantung di balik kaca pintu sehingga kalau dari luar terlihat berderet. Untuk masalah "BolaH" (benang) juga nggak pernah beli "gelasan toko" karena mahal biasanya beli bolah rol yang warna putih terus digelas sendiri dicampur dengan bubuk kaca lembut, sehingga kalau benanya kena tangan lansung sret keluar darah. Ingat Radio Sahara Kendal dan PTDI Kaliwungu jadi ingat lagu padang pasir (umi Kulsum), lagu samproh (Rofiqoh Darto Wahab) dan lagu-lagu India, saya bahkan masih ingat ada penyiar Radio PTDI Kaliwungu yang khusus untuk lagu-lagu India dan Padang Pasir Namanya MaMan Suryaman. Duh..... Natsukashi (kata orang Jepang): rasanya pingin banget mengulang masa-masa tersebut. Wassalam, Mudasir Department of Chemistry Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Gadjah Mada University, Sekip Utara PO Box Bls 21, Yogyakarta 55281 Indonesia HP:(+62)-811- 251267 Fax:(+62)-274- 545188 From: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: Sunday, February 1, 2009 9:58:12 AM Subject: [kendal-online] TB Kencana, Radio Sahara & Lapangan Badminton -- Kendal Tempo Doeloe Waduh, Pak Asmu'ie, Saya njuk nglangut mengingat masa kecil dulu, lebih 35 tahun yll..... Alm pak Maskan ini memang sejak muda dulu getol olahraga, terakhir yang ditekuninya adalah badminton (saya ikut mewarisi ilmu badmintonnya. ... hiks..hiks.. ). Benar juga, lapangan badmintonnya memang di depan (seberang jalan) dari tokonya itu (sekarang sudah rungkut....) . Waktu itu, di sepanjang sisi utara jalan raya Kendal (membentang dari Kaliwungu - Kendal - Patebon - Pegandon) masih ada rel sepur. Sesekali, kalau iseng (namanya juga anak kecil), ketika usai nonton orang-orang dewasa main badminton sore hari menjelang maghrib, saya memasang paku besar di atas rel sepur, sebelum sepurnya lewat. Setelah sepur lewat, paku itu sudah berubah menjadi pisau kecil. Seperti sulapan saja.....Lalu tertawa kesenangan bersama teman-teman main lainnya. Pada tahun 70-an memang sedang top-topnya bulu tangkis, gara-gara Indonesia adalah kampiunnya sebelum muncul Cina. Rudy Hartono dan Thomas Cup adalah sebuah kebanggaan bersama milik bangsa..... Nontonnya masih di televisi hitam-putih dari stasiun TVRI (orang ndeso membacanya TURI), yang gambarnya sering "banyak nyamuknya" alias buram bin kepyur. Itu pun hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya, termasuk nonton bareng di halaman kecamatan... . hiks...hiks. ... Gara-gara jaman keemasan badminton pula, tak terkecuali, saya dan teman-teman SD-SMP ikut-ikutan mendirikan Persatuan Bulutangkis, PB Pusaka namanya. Latihannya ya di lapangan itu. Kalau bertanding jarang menang, kalah dengan PB-PB lainnya yang lebih senior dan duluan ada. Di antara pembina badmintonnya adalah ya Pak Maskan itu, dan Pak De Rochani (itu lho, toko alat-alat olah raga yang berada tepat di sebelah kanannya TB Kencana). Pak De saya ini pula yang pernah ngajari saya berbisnis di waktu kecil. Jual layangan, jual bubuk gelasan, jual cincin imitasi, semua saya bikin sendiri lalu dijual di tokonya..... Sekarang baru saya ngeh...., bahwa rupanya itulah pengalaman bisnis masa kecil saya...... Masih benar, pak Asmu'ie. Lapangan badminton (di seberang TB Kencana itu) merupakan halaman kantor Pengadilan Agama, di belakang kantor tsb ada stasiun radio amatir, "Sahara" namanya. Saingannya radio PTDI Kaliwungu dan RSPD Kab. Kendal. Ugh....., masa-masa indah itu sudah lewat....., dan tak kan pernah terulang.... .. Waktu berlalu begitu cepatnya.... . Hari berganti, senja pun datang menjelang... .. Untuk rekan-rekan muda warga Kendal Online, Mohon maaf ya, kalau email ini rada mengganggu, karena saya larut dalam cerita nostalgia bersama Pak Asmu'ie (habis, pak Asmu'ie mancing-mancing, sih....). Tapi saya yakin, banyak di antara warga muda Kendal Online yang tidak tahu kisah-kisah kecil jadoel (jaman doeloe) seperti ini. Kalau misalnya ada warga senior di Kendal Online yang punya kisah-kisah jadoel, mongo bisa di-sharing.. .. Nuwun & Salam, Yusuf --- On Sat, 1/31/09, kutilang dara <bizaria...@yahoo. com> wrote: From: kutilang dara <bizaria...@yahoo. com> Subject: Re: Bls: [kendal-online] Kendal Tempo Doeloe (Re: Stasiun Kota Kendal) To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Saturday, January 31, 2009, 6:29 AM oooo..,saya terakhir melihat Almarhum Pak MASKAN, beliau nenakai kaos T'Shirt warna putih, pake celana pendek putih,sepati sport juga warna putih keluar dari toko serta membawa raket badmintonm gaya beliau<alm.pak Maskan> sangat elegent banget utk ukuran ketika semasa itu < 1964>, doeloe di depan seberang jalan TB.kENCANA ada radio AMATIR < saya lupa namanya>trus di halaman gedung/rumah sts radio amatir tadi ada lapangan bulutangkis. Dados memang leres Mas..,klo kagunganipun Pak Kaji Kambyah < ini menurut si Emak kulo.. loh> Pak Haji HAMZAH lan diterusaken kaliyan adik ipun alm Pak Maskan...,< lha sak puniko kulo sanpun ngertos Mas, --- Pada Kam, 29/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> menulis: Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> Topik: Re: Bls: [kendal-online] Kendal Tempo Doeloe (Re: Stasiun Kota Kendal) Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Kamis, 29 Januari, 2009, 9:38 PM Sedikit koreksi : Yang punya TB Kencana adalah pak Maskan (saya manggilnya Om, sekarang sudah almarhum). Sedang Pak Kaji Ambyah atau Hamzah (juga sudah almarhum) adalah kakaknya pak Maskan. Sekarang TB Kencana dikelola istri pak Maskan bersama anak angkatnya. Nuwun -- Wass, Yusuf --- On Wed, 1/28/09, kutilang dara <bizaria...@yahoo. com> wrote: From: kutilang dara <bizaria...@yahoo. com> Subject: Bls: [kendal-online] Kendal Tempo Doeloe (Re: Stasiun Kota Kendal) To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Wednesday, January 28, 2009, 5:54 AM Toko Buku 'KENTJANA' <Kencana>, jarene Emak'ku biyen kae kagungane Pak'Kaji AMBYAH, atau boso kendal'e wak kaji kambyah, trus putrane asmane MASKAN, garwane Pak MASKAN niko wau ngagem kacamata..., rambute ikal mayang... Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga! Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

