Menjadi mahasiswa merupakan latihan buat mandiri, Yg dulu biasa nyadong ortu, yg smua ada dg instan. Mulailah kreatif cari penghasilan sendiri. Hilangkan kebiasaan meminta dan memelas...Memang g mudah tp emang itu tujuanny buat survive
Maaf klo menggurui... kabooor ahh... --- Pada Kam, 19/3/09, kendil <[email protected]> menulis: Dari: kendil <[email protected]> Topik: Bls: [kendal-online] Keprihatinan Mahasiswa Kendal Di Semarang. Kepada: [email protected] Cc: "sma82" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 19 Maret, 2009, 2:20 AM Jadi inget sewaktu di Bogor, meski sudah tanggal 10 daftar penerima wesel yang cuma 30.000,- tahun 1983 tidak muncul-muncul dikantor pos yang cuman seukuran 2x2 didekat lapangan tenis yang dinaungi pohon buni, dan harum bunga cempaka disebelahnya sehingga dengan perasaan was-was ditingkahi jalan setengah berlari jikalau nonik belanda "si marni" numpang pamer cantiknya diwaktu malam. Untuk fotocopy atau jajan sekedar minum es teh, ditunda. jadi siap-siap bawa botol air kalau nggak pengin klenger jalan kaki menuju kampus yang harus menerobos hutan karet. tapi Alhamdulillah karena saya tinggal di asrama setidaknya untuk urusan makan, dengan menahan malu ikut berbagi jatah teman, dengan melahap sesuap dari setiap piring teman, dan setidaknya 5 atau 10 suapan dari kebaikan teman, urusan makan beres. Kalau cuman untuk sehari, dua hari.., bolehlah. tapi kalau sampai 5 atau 7 hari, malunya muka ini sudah jadi badak yang tebel. Sekali lagi kebaikan teman yang tidak merasa terkurangi barang sesuap untuk mengganjal perut sang teman, membuat keberanian diri untuk mendekat dan ikut menikmati makanannya. Bahkan terlalu sering, menunggu jam hangusnya (over time) jatah makan, sehingga ketika pukul 09.00 pas Dunia Dalam Berita muncul dengan selamat malamnya Tuti Aditama, yang sudah kenyang dengan akan setia menunggu mbak Tuti yang membacakan berita, tapi sebagian orang.... berlarian kearah dapur untuk menikmati jatah teman yang sudah hangus. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.. terima kasih teman, engkau telah merelakan jatah makanmu untuk dimakan bareng-bareng, meski cuma tertinggal nasi tanpa lauk tak apalah, karena masih bisa dibuat nasi goreng... asal masih ada garam dan cabe dan sedikit minyak jelantah. Ah masa lalu.... Terus masalah futsal,... solusinya untuk pendanaan? 1. Iuran anggota, sudahkah dipenuhi? 2. Proposal ke petinggi daerah (bupati, kadis2, .... 3. Proposal ke perusahaan2 (perhutani, pdam, bank .... 3. Para caleg, yang lagi banyak duit dan berbaik hati mencari pendukung (termasuk Bapak Siswono Yudohusodo) 4. Jualan stiker. 5. Alumni IKIP eh Unnes. Ibu Ida (Jl. Laut).. No. HP 08122859779, Dosen FMIPA Kimia Unnes Bp. Sulaeman No. HP. 081326383192, Dosen Jur. Pendidikan Jasmani, Kes dan Rek FIK - Unnes Tunjukkan bahwa tim Futsalmu, itu membanggakan. Bikin proposal bahwa ini membawa nama baik daerah (Kab. Kendal), bisa jadi kaosnya ditempelin nama perusahaan sponsor, misalnya Bank Kendali Arta (banknya orang kendal), atau Perhutani... (KPH Kendal itu No.3 Se Jawa Tengah - Unit I) Jangan takut ditolak, yang penting maju melangkah, silaturahim. .. Siapa lagi ya.... 6. Anggota KOL, ada yang mau bantu. Katanya ada calon bupati...??? kendil hartadi --- Pada Rab, 18/3/09, setia_kendal@ yahoo.com <setia_kendal@ yahoo.com> menulis: Dari: setia_kendal@ yahoo.com <setia_kendal@ yahoo.com> Topik: [kendal-online] Keprihatinan Mahasiswa Kendal Di Semarang. Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 18 Maret, 2009, 8:39 PM Salam Kesejukan di Hati. Minta ijin pak moderator untuk sedikit berkeluh kesah tentang persoalan yang dihadapi temen-temen mahasiswa kendal disemarang terkhusus di Unnes. (semoga saja ada solusi yang bisa diambil) Sedikit prolog sebagi pengantar awal diskusi ini, kemaren malam tepatnya saya didatangi beberapa pengurus Ikatan Mahasiswa kendal Unnes. (sempat terkejut, kok tumben-tumbennya mereka mau silaturahim! biasanya karena kesibukan di kuliah sampai terlupa acara kunjungan2, maklum dahulupun saya melakukan hal yang sama saat masih mahasiswa). dan secara terus terang mereka menceritakan keadaan yang sesungguhnya tentang apa yang terjadi di organisasi mereka (Wajar jikalau mereka berkeluh kesah ke saya, mengingat mungkin saya masih di tuakan oleh mereka). Kondisi saat ini di kampus yang tadi saya sebutkan, ada kompetisi Futsal antar mahasiswa daerah dengan sistem kompetisi penuh! setelah mereka mempertanyakan ke pihak panitia durasi penyelenggaran kompetisi ini akan memakan waktu sekitar 2 bulan.yang artinya semakin banyak waktu yang digunakan semakin banyak pula biaya yang akan dikeluarkan. Saat itupun saya tanyakan ke pihak mereka, tentang kekuatan kita dari persoalan pemain sampai dana "mampukah kita mengikuti event tersebut sampai akhir kompetisi". merekapun menyanggupi mampu tetapi untuk pemainnya, sedangkan persoalan dana ternyata itu kepentingan mereka ke saya. Terus terang saya ke meraka bahwa keadaan finansial saya kurang mendukung untuk membantu kegiatan itu. walau kondisi saat ini saya dekat dengan salah satu partai dikendal, namun saya yakini bahwa saat ini tak ada satu partaipun yang sudi membantu mengeluarkan biaya! saya ketahui sendiri banyak proposal yang menumpuk dipartai dan para caleg untuk bisa dibantu namun tak ada yang banyak mereka lakukan tentang proposal2 itu, karena keyakinan mereka yakni para caleg (semoga apa yang saya pahami saat ini salah tentang caleg) lebih baik uang yang mereka punyai untuk biaya kampanye di dapilnya masing2, daripada diberikan ke perkumpulan mahasiswa yang belum tentu seluruh pengurusnya itu berasal dari dapilnya. dan malam itu nampak dari wajahnya, mereka (Imaken Unnes) sedang bingung. sayapun sudah tanyakan kemereka, "sudah minta iuran anggota belum atau donatur dari rekan mahasiswa kendal sendiri" dan ternyata sudah, yang katanya hanya terkumpul sekitar ratusan ribu! itupun pas buat biaya pendaftaran saja. "Jikalau saat ini saya mampu untuk membantu mereka, keliatannya tulisan ini takkan muncul di forum yang sedemikian besarnya" Sayapun sedikit memahami kondisi mereka, dahulu saat saya masih di Imaken keadaan mahasiswa tidak seapatis saat ini. dan begitu besarnya issue kedaerahan yang muncul di Unnes! apalagi Ikatan Mahasiswa Kendal di semarang yang keberadaanya dirasa begitu besar dimata mahasiswa daerah lain dan pada berbagai kompetisi sebelumnya nama Imaken cukup diperhitungkan. sedangkan tujuan saya menuliskan saat ini mungkin dari rekan-rekan KOL punya solusi dan Do'a bagi mereka (adik-adik kita). Matursuwun atas perhatiannya. Matursuwun pak moderator, dan mohon maaf juga bagi semua warga Kol saya tak terlalu aktif diforum! walau gak aktif saya tetap jadi warga KOL yang setia walau cuman jadi pembaca yang baek. "Mugi Gusti Paring kesaenan Dumateng Kawulo lan Panjenengan Sedanten" Sigit Setiawan Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3! Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

