Semoga bermanfaat.

----- Original Message ----- 
From: eldi 
Sent: Thursday, April 16, 2009 7:46 PM
Subject: Apa itu Sunnah?


PENGERTIAN SUNNAH 


Sahabat Telkom rahimani rahimakumullah jamian(semoga Allah ta'ala yang maha 
penyayang menyayangi antum semua) 

Banyak diantara kita yang memahami arti kata sunnah/sunnat sbb: sesuatu yang 
dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa , benarkah pernyataan 
seperti ini? mari kita simak pembahasan yang ilmiahnya berdasarkan al Qur'an 
dan Hadits2 yg shahih berikut ini; 


Sunnah itu memiliki penganut. Dan para penganutnya memiliki aqidah atau 
keyakinan dan selalu bersatu di atas kebenaran. Maka sudah sepantasnya penulis 
memaparkan di sini pengertian dari ketiga kata tersebut : Aqidah Ahlus Sunnah 
wal Jama?ah . 


Pengertian Aqidah Secara Bahasa Dan Menurut Istilah 

Aqidah secara bahasa diambil dari kata ?aqad yakni ikatan dan buhulan yang 
kuat. Bisa juga berarti teguh, permanent, saling mengikat dan rapat. Bila 
dikatakan tali itu di-?aqad-kan, artinya diikat. Bisa juga digunakann dalam 
ikatan jual beli atau perjanjian. Meng-?aqad sarung, berarti mengikatnya dengan 
kuat. Kata aqad adalah lawan dari hall (melepas/mengurai)[1]. 

Pengertian aqidah menurut istilah adalah : Bahwa aqidah itu digunakan dalam 
arti iman yang teguh, kokoh dan kuat yang tidak akan terasuki oleh 
keragu-raguan. Yakni keyakinan yang menyebabkan seseorang itu diberi jaminan 
keamanan, hati dan nuraninya terikatt pada keyakinan itu, lalu dijadikan 
sebagai madzhab dan agamanya. Apabila iman yang teguh, kokoh, kuat dan pasti 
itu benar, maka aqidah seseorang juga menjadi benar, seperti aqidah Ahlus 
Sunnah wal Jama?ah. Kalau keimanan itu batil, maka aqidah pemiliknya juga 
batil, seperti aqidah yang dimiliki oleh kelompok-kelompok sesat. [2] 


Pengertian Ahlus Sunnah 

Sunnah secara bahasa artinya adalah jalan atau riwayat hidup , baik ataupun 
buruk. [3] Sementara sunnah menurut istilah para ulama aqidah Islam adalah 
petunjuk yang dijalani oleh Rasulullah dan para sahabat beliau ; dalam ilmu, 
amalan, keyakinan, ucapan dan perbuatan. Itulah ajaran sunnah yang wajib 
diikuti dan dipuji pelakunya, serta harus dicela orang yang meninggalkannya. 
Oleh sebab itu dikatakan ; si Fulan temasuk Ahlus Sunnah. Artinya, ia orang 
yang mengikuti jalan yang lurus dan terpuji.[4] 

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menyatakan : ?Sunnah adalah jalan 
yang dilalui, termasuk diantaranya adalah berpegang teguh pada sesuatu yang 
dijalankan oleh Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam dan para Al-Khulafa? 
Ar-Rasyidun, berupa keyakinan, amalan dan ucapan. Itulah bentuk sunnah yang 
sempurna? [Jami?ul Ulumiwal Hikam I : 120] 

Syaikhul Islam Ibnu Timiyah rahimahullah menyatakan : ?Sunnah adalah sesuatu 
yang ditegakkan di atas dalil syari?at, yakni ketaatan kepada Allah dan 
RasulNya, baik itu perbuatan beliau, atau perbuatan yang dilakukan di masa 
hidup beliau, atau belum pernah beliau lakukan dan tidak pula pernah dilakukan 
di masa hidup beliau karena pada masa itu tidak ada hal yang mengharuskan itu 
dilakukan pada masa hidup beliau, atau karena ada hal yang menghalanginya? 
[Majmu? Al-Fatawa oleh Ibnu Taimiyah XXI : 317] 

Dengan demikian perngertian itu, berarti adalah mengikuti jejak Rasulullah 
secara lahir dan batin , dan mengikuti jalan hidup orang-orang terdahulu dari 
generasi awal umat ini dari kalangan Al-Muhajirin dan Al-Anshar . [Refernsi 
sebelumnya III : 157] 


Pengertian Jama?ah 

Jama?ah secara bahasa diambil dari kata dasar jama?a (mengumpulkan). Dari akar 
kata itulah muncul kata-kata semacam ijma? (kesepakatan) dan ijtima? 
(pertemuan), lawan kata dari tafarruq (perpisahan). 

Ibnu Faris menyatakan : ?Huruf Jim, Mim dan ?Ain berasal dari satu kata dasar 
yang menunjukkan pengumpulan sesuatu. Saya menjamak sesuatu artinya 
mengumpulkannya sedemikian rupa.[5] 

Sementara Jama?ah menurut istilah ulama aqidah Islam yang tidak lain adalah 
generasi As- Salaf dari umat Islam dari kalangan sahabat, tabi?in dan yang 
mengikuti jejak mereka hingga hari Kiamat, yang mereka bersatu dalam kebenaran 
yang jelas dari Kitabullah dan Sunnah Rasul. [6] 

Abdullah bin Mas?ud Radhiyallahu ?anhu menyebutkan : ?Jama?ah adalah sesuatu 
yang bersesuaian dengan kebenaran meski hanya engkau seorang diri?. 

Nu?aim bin Hammad menyatakan : ?Yakni apabila jama?ah kaum muslimin sudah 
rusak, hendaknya engkau berpegang pada sesuatu yang dilaksanakan oleh jama?ah 
itu sebelum ia rusak, meski hanya engkau seorang diri. Karena pada saat itu, 
engkaulah jama?ah itu sendiri? [7] 


[Disalin dari kitab Nurus Sunnah wa Zhulumatul Bid'ah Fi Dhauil Kitabi was 
Sunnah, edisi Indonesia Mengupas Sunnah, Membedah Bid?ah, hal. 9-12 Darul Haq] 

_________ 
Foote Note 
[1] Lihat Lisanul Arab (kamus bhs arab) oleh Ibnu Mandzur, bab huruf daal, 
pasal huruf ?ain III:296. Lihat juga Qamus Al-Muhith oleh fairuz Abadi, bab 
huruf daal pasal huruf ?ain, hal.383. Lihat juga Mu?jamul Maqayis Fil Lughah 
oelh Ibnu Faris kitab Al-Ain hal.679. 
[2] Lihat Mabahits Fi Aqidah Ahlus Sunnah, oleh Doktor Nashir Al-Aql, hal.9-10 
[3] Lihat Lisanul Arab oleh Ibnu Manzhur bab ; Nuun, pasal huruf sien XIII : 
225. 
[4] Lihat Mabahits Fi Aqidah Ahlus Sunnah, oleh Doktor Nashir Al-Aql, hal. 15 
[5] Mu?jamul Maqayis Fil Lughah oleh Ibnu Faris, kitab huruf Jiim hal. 224 
[6] Lihat Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah oleh Ibnu Abil Izzi hal. 68 dan Syarah 
Al-Aqidah Al-Wasithiyah tulisan Khalil Hirras hal, 61 
[7] Oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan I : 70, lalu dinisbatkan 
kepada Al-Baihaqi. 


Oleh 
Syaikh Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani 



Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=611&bagian=0 


=
*****************************************
Sekarang Gratis Nelpon SLJJ Flexi diperluas  ke
Yogya
*****************************************

Kirim email ke