Ehem “menolong siswa“ selamat
anda baru saja mengajari siswa KORUPSI, Dia tau aturanny, klo nilai
segitu g lolos, komitmen dunk. masalahny yg bisa bahasa inggris cas..cis..cus 
tu bhuuaanyaak pake sekali

"Wakil Presiden tidak harus pandai
Matematika, kan ?" kata siapa emang ngatur negara g pake perhitungan.(conto 
nyata pas megawati jual INDOSAT, abis d jual tambah maju, Eee pas pemerintah mo 
beli lagi hargany d naekin 3X lipat)


Udah tau acara TV isiny racun pake d tonton. nah daripada nyalahin
pemerintah berpikir dari ilmu kita apa yg bisa d terapkan dalam
kehidupan sehari2, syukur2 bisa d terapkan d tingkat nasional.



Bukany sok tau, ibu saya seorang guru juga jadi saya tau persis problematika 
guru

--- Pada Ming, 19/4/09, Muhtadin Kdl <[email protected]> menulis:

Dari: Muhtadin Kdl <[email protected]>
Topik: [kendal-online] PENJARAKAN SAJA SEMUA GURU
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 19 April, 2009, 2:59 AM











    
            
            


      
      PENJARAKAN SAJA SEMUA GURU
Surat Terbuka Kepada Penguasa Yang Congkak!
 
Bapak-bapak Penguasa,
Sudah 3 tahun
kami simpan nilai-nilai moral pendidikan di lemari ketidak jujuran.
Kami telah menjadi guru-guru yang menghianati hati nurani dan
kebenaran, kami terjerumus dalam hedonisme dan kemunafikan yang disemai
oleh para politisi pemuja demokrasi dan liberalisme.
 
Sudah tiga tahun, kami para guru berurai airmata mengamini
ambisi para politisi yang ingin di puji berhasil meningkatkan kualitas
pendidikan yang kemudian bersama dengan birokrasi membuat aturan-aturan
yang sok moralis dan populis tanpa tahu permasalahan apa yang
sesungguhnya dihadapi para guru di lapangan.
 
Wahai para penguasa berhati besi,
Coba
tatap muka para guru di daerah betapa peluh mereka bercucuran
membanjiri anak-anak yang tidak ada motivasi belajar karena jiwa mereka
setiap hari di banjiri nilai-nilai hedonistic, materialistic, tahayul
melalui media-media yang menyita seluruh waktu mereka, tak ada lagi
waktu untuk belajar, tak ada semangat belajar tertanam dalam diri
mereka sebab di mata mereka guru adalah orang yang ditertawakan di
sinetron-sinetron.
Mereka tak Suka Belajar, karena televisi lah sesungguhnya guru mereka!
 
Penguasa, Sekarang Tanya diri anda !
Apakah ada yang telah anda perbuat untuk mencegah televisi meracuni anak-anak 
kita?
Tidak ada kan?
Karena ketika kita menginstall Demorasi
Amerika di negara kita, plugin nya juga turut yaitu : Liberalisme dan
Kapitalisme. Anda tidak berani menindak kaum kapital dibelakang
jaringan media televisi karena mereka berlindung di balik slogan
kebebasan(liberalis me) pers.
 
Saya hanya
seorang guru fisika, tapi saya faham bahwa anda juga tidak bisa
mengurusi Lumpur lapindo, ketika anda juga tidak bisa mengurus masalh
BBM, ketika anda juga tidak bias mengurusi rakyat yang
kekurangan gizi, sekarang anda seolah – olah merasa orang –orang paling
pintar dengan merampas hak-hak guru dan hak-hak siswa untuk mendapatkan
pendidikan
Apakah anda menganggap bahwa anak sekolah supaya pintar?
Coba anda renungkan contoh berikut ini :
Saya memiliki
seorang murid, dia berasal dari keluarga tidak mampu ( karena
pemerintah yang tidak bisa mengurusi negara ) , yang mungkin ketika
masih kecil dan sampai sekarang tidak mendapat asupan gizi yang memadai
jadi wajar kalau dia tidak pintar , tetapi kami berhasil menjadikannya
seorang ketua OSIS kemudian menjadi Juara III Lomba Story Telling dan
Juara II Speech Contest Tingkat Kabupaten tetapi ketika kami mengadakan try out 
UJIAN NASIONAL , DIA TIDAK LULUS! KARENA MENDAPAT NILAI 3,75 UNTUK PELAJARAN 
MATEMATIKA. Dan kalau pada UJIAN NASIONAL itu terjadi, dia tidak lulus hanya 
karena dia tidak pintar
matematika dan kemudian dia tidak melanjutkan sekolah berarti kita
tellah merampas hak dasar dia untuk berkembang dan memperoleh
pendidikan. Padahal dia bisa saja menjadi penyiar TV atau menjadi Wakil
Presiden, karena untuk menjadi Wakil Presiden tidak harus pandai
Matematika, kan ?
 
Coba anda
renungkan, sekarang anda menangkapi beberapa teman guru dan
memenjarakan mereka karena mereka mencoba “ menolong siswa “ agar hak
dasarnya tidak dirampas oleh pemerintah. Maka besok PENJARAKAN
SEMUA GURU DI INDONESIA, karena mereka semua menjadi bagian dari
ketidak jujuran ini. Sekali lagi KITA semua para guru sudah menjadi
bagian dari ketidak jujuran ini dan kami ingin mengakhiri semua ini
sekarang. PENJARAKAN KAMI SEMUA biar kami dapat menebus semua kesalahan
kami.
Dan setelah ini TIDAK ADA LAGI UJIAN NASIONAL
KITA HARUS LAWAN KEBIJAKAN YANG PREMATUR INI !
Kalau
para penguasa masih tidak mau mendengar suara kita, biarkan mereka
mengurusi sendiri UJIAN NASIONAL TAHUN DEPAN, biar UN tahun depan
dilaksanakan oleh Tim Independen dan Diawasi oleh Polisi atau Tentara
dan mereka akan JATUH karena akan ada jutaan siswa yang tidak lulus,
jutaan orang akan turun ke jalan, ribuan sekolah akan hancur dan
akhirnya para penguasa akan lari terkencing-kencing.
Mudah-mudahan tidak terjadi ! amin
http://endangmuhtad in.wordpress. com/2008/ 05/02/penjarakan -saja-semua- guru/


        Akses email lebih cepat. 
 Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang 
dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke