Untung aku dosen, bukan guru...
Muhamad Kundarto HP: 08180 272 6112 http://mkundarto.wordpress.com/ --- On Mon, 4/20/09, TIGOR OSEANIKA <[email protected]> wrote: From: TIGOR OSEANIKA <[email protected]> Subject: Bls: [kendal-online] PENJARAKAN SAJA SEMUA GURU To: [email protected] Date: Monday, April 20, 2009, 3:32 AM Ehem “menolong siswa“ selamat anda baru saja mengajari siswa KORUPSI, Dia tau aturanny, klo nilai segitu g lolos, komitmen dunk. masalahny yg bisa bahasa inggris cas..cis..cus tu bhuuaanyaak pake sekali "Wakil Presiden tidak harus pandai Matematika, kan ?" kata siapa emang ngatur negara g pake perhitungan. (conto nyata pas megawati jual INDOSAT, abis d jual tambah maju, Eee pas pemerintah mo beli lagi hargany d naekin 3X lipat) Udah tau acara TV isiny racun pake d tonton. nah daripada nyalahin pemerintah berpikir dari ilmu kita apa yg bisa d terapkan dalam kehidupan sehari2, syukur2 bisa d terapkan d tingkat nasional. Bukany sok tau, ibu saya seorang guru juga jadi saya tau persis problematika guru --- Pada Ming, 19/4/09, Muhtadin Kdl <muhtadin_romeo@ yahoo.co. id> menulis: Dari: Muhtadin Kdl <muhtadin_romeo@ yahoo.co. id> Topik: [kendal-online] PENJARAKAN SAJA SEMUA GURU Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Minggu, 19 April, 2009, 2:59 AM PENJARAKAN SAJA SEMUA GURU Surat Terbuka Kepada Penguasa Yang Congkak! Bapak-bapak Penguasa, Sudah 3 tahun kami simpan nilai-nilai moral pendidikan di lemari ketidak jujuran. Kami telah menjadi guru-guru yang menghianati hati nurani dan kebenaran, kami terjerumus dalam hedonisme dan kemunafikan yang disemai oleh para politisi pemuja demokrasi dan liberalisme. Sudah tiga tahun, kami para guru berurai airmata mengamini ambisi para politisi yang ingin di puji berhasil meningkatkan kualitas pendidikan yang kemudian bersama dengan birokrasi membuat aturan-aturan yang sok moralis dan populis tanpa tahu permasalahan apa yang sesungguhnya dihadapi para guru di lapangan. Wahai para penguasa berhati besi, Coba tatap muka para guru di daerah betapa peluh mereka bercucuran membanjiri anak-anak yang tidak ada motivasi belajar karena jiwa mereka setiap hari di banjiri nilai-nilai hedonistic, materialistic, tahayul melalui media-media yang menyita seluruh waktu mereka, tak ada lagi waktu untuk belajar, tak ada semangat belajar tertanam dalam diri mereka sebab di mata mereka guru adalah orang yang ditertawakan di sinetron-sinetron. Mereka tak Suka Belajar, karena televisi lah sesungguhnya guru mereka! Penguasa, Sekarang Tanya diri anda ! Apakah ada yang telah anda perbuat untuk mencegah televisi meracuni anak-anak kita? Tidak ada kan? Karena ketika kita menginstall Demorasi Amerika di negara kita, plugin nya juga turut yaitu : Liberalisme dan Kapitalisme. Anda tidak berani menindak kaum kapital dibelakang jaringan media televisi karena mereka berlindung di balik slogan kebebasan(liberalis me) pers. Saya hanya seorang guru fisika, tapi saya faham bahwa anda juga tidak bisa mengurusi Lumpur lapindo, ketika anda juga tidak bisa mengurus masalh BBM, ketika anda juga tidak bias mengurusi rakyat yang kekurangan gizi, sekarang anda seolah – olah merasa orang –orang paling pintar dengan merampas hak-hak guru dan hak-hak siswa untuk mendapatkan pendidikan Apakah anda menganggap bahwa anak sekolah supaya pintar? Coba anda renungkan contoh berikut ini : Saya memiliki seorang murid, dia berasal dari keluarga tidak mampu ( karena pemerintah yang tidak bisa mengurusi negara ) , yang mungkin ketika masih kecil dan sampai sekarang tidak mendapat asupan gizi yang memadai jadi wajar kalau dia tidak pintar , tetapi kami berhasil menjadikannya seorang ketua OSIS kemudian menjadi Juara III Lomba Story Telling dan Juara II Speech Contest Tingkat Kabupaten tetapi ketika kami mengadakan try out UJIAN NASIONAL , DIA TIDAK LULUS! KARENA MENDAPAT NILAI 3,75 UNTUK PELAJARAN MATEMATIKA. Dan kalau pada UJIAN NASIONAL itu terjadi, dia tidak lulus hanya karena dia tidak pintar matematika dan kemudian dia tidak melanjutkan sekolah berarti kita tellah merampas hak dasar dia untuk berkembang dan memperoleh pendidikan. Padahal dia bisa saja menjadi penyiar TV atau menjadi Wakil Presiden, karena untuk menjadi Wakil Presiden tidak harus pandai Matematika, kan ? Coba anda renungkan, sekarang anda menangkapi beberapa teman guru dan memenjarakan mereka karena mereka mencoba “ menolong siswa “ agar hak dasarnya tidak dirampas oleh pemerintah. Maka besok PENJARAKAN SEMUA GURU DI INDONESIA, karena mereka semua menjadi bagian dari ketidak jujuran ini. Sekali lagi KITA semua para guru sudah menjadi bagian dari ketidak jujuran ini dan kami ingin mengakhiri semua ini sekarang. PENJARAKAN KAMI SEMUA biar kami dapat menebus semua kesalahan kami. Dan setelah ini TIDAK ADA LAGI UJIAN NASIONAL KITA HARUS LAWAN KEBIJAKAN YANG PREMATUR INI ! Kalau para penguasa masih tidak mau mendengar suara kita, biarkan mereka mengurusi sendiri UJIAN NASIONAL TAHUN DEPAN, biar UN tahun depan dilaksanakan oleh Tim Independen dan Diawasi oleh Polisi atau Tentara dan mereka akan JATUH karena akan ada jutaan siswa yang tidak lulus, jutaan orang akan turun ke jalan, ribuan sekolah akan hancur dan akhirnya para penguasa akan lari terkencing-kencing. Mudah-mudahan tidak terjadi ! amin http://endangmuhtad in.wordpress. com/2008/ 05/02/penjarakan -saja-semua- guru/ Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis) Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

