Smoga lekas menjadi kenyataan. Ayo dukung Kendal menjadi KEKI Kendal..........



      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
Title: Suara Karya Online
 Rabu, 15 Juli 2009
PolitikHukum & KriminalEkonomiBisnisMetropolitanNusantaraOlah RagaInternasionalHiburanOpiniHumor
  
Ekonomi 
Liputan Khusus
Wanita
Sehat
Otomotif
Teknotrend
Wisata
Budaya
Griya
Olah Raga
Games
Pentas
Konsultasi
ROADMAP KADIN INDONESIA
Kontribusi Industri Manufaktur
dalam PDB Akan Terus Meningkat
PEREKONOMIAN GLOBAL
Kondisi 2010 Masih Mengkhawatirkan
BANK SENTRAL
Gubernur BI Sudah
Waktunya Diisi Kembali
SUMBER DAYA ALAM
Definisi Pembangunan Perikanan Harus Diubah
Kilas Ekonomi
Diskon untuk Pembelian Pertamax
PERLINDUNGAN TENAGA KERJA
Klaim 16.621 TKI Bermasalah
Tak Dibayar Perusahaan Asuransi
PELANGGARAN PEMILU
Forum Penyelamat Demokrasi
Akan Gugat KPU
PEMBANGUNAN PERTANIAN
RPJM Diprioritaskan
untuk Sektor Nonpangan
TELEPON SELULER
Status BlackBerry Terancam Ilegal
TRANSAKSI KEUANGAN
PPATK Kerja Sama Pertukaran Informasi
Kilas Ekonomi
Pemerintah Bangun Waduk Jatigede
OPTIMALISASI APBN
Pertumbuhan Ekonomi
Tergantung Realisasi Stimulus
arsip  
AKSI KORPORASI
CSR, Jadi Perhatian Emiten
arsip  
 
 
KEK Kendal Serap 30.000 Tenaga Kerja


Selasa, 6 Maret 2007
SEMARANG (Suara Karya): Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tengah dirancang di Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah, dan diperkirakan menyerap 30.000 tenaga kerja (naker), mulai dilirik investor baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah investor sudah terang-terangan ingin menanamkan modalnya di kawasan ekonomi yang terletak di Kecamatan Kaliwungu itu.

Kabag Humas Setda Kendal, Abdul Salam SE, mengatakan, beberapa investor sudah menyampaikan keinginannya untuk menanamkan modal di KEK Pelabuhan Kendal.

"Pembangunan KEK mendapat respons cukup bagus dari investor. Ada beberapa yang sudah menyampaikan keinginan untuk menanamkan modal," kata Salam. Salah satu yang tertarik dengan KEK Kendal adalah PT Tossa Shakti.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang perakitan sepeda motor dan pembuatan kaca itu bahkan telah merencanakan pembangunan jalan raya sendiri di kawasan seluas 700 hektare itu. Dukungan juga datang dari para pengusaha Jabodetabek yang berencana untuk investasi pengelolaan air bersih di areal KEK. Investor dari Australia yang bergerak dalam bidang elektronik, menurut Salam juga sudah menyampaikan keinginan berinvestasi. (Wahyudi)


Petani Bawang Merah Minta
Tata Niaga Impor Diterapkan

JAKARTA (Suara Karya): Para petani yang tergabung dalam Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) meminta pemerintah menerapkan tata niaga impor bawang merah untuk menekan serbuan komoditas hortikultura tersebut dari luar.

Ketua ABMI, Asmawi Isa ketika dihubungi ANTARA di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin menyatakan, serbuan bawang merah impor asal Thailand dan Filipina saat musim panen raya mengakibatkan harga bawang merah lokal turun drastis. "Kalau menyetop impor melanggar WTO karena itu perlu diatur tata niaga impornya," katanya.

Menurut dia, impor bawang merah yang diperkirakan sebanyak 53 ribu ton masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemudian didistribusikan ke daerah termasuk Brebes yang merupakan salah satu sentra produksi bawang merah.

Dikatakannya, harga bawang merah lokal untuk kelas super biasanya berkisar antara Rp 3.500-Rp 4.000 per kg namun akibat masuknya bawang impor turun menjadi Rp 2000 per kg bahkan pernah sebesar Rp 1.600 per kg. (Antara)

Politik |  Hukum |  Ekonomi |  Metropolitan |  Nusantara |  Internasional |  Hiburan |  Humor |  Opini |  About Us

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i

Kirim email ke