buat warga KOL semua, saya mau minta maaf kalo email saya akhir-akhir ini banyak berdagang dan ada yg tidak berkenan.. setelah lama mainan di profit-biz telco, ship-yard & retail secara adem-ayem, tiba-tiba kenal socio-biz nyehatin orang jd full semangat 45.. maunya cepet2 biar semua sama2 sehat jadi menggebu-gebu bgt.. dimaafin yah .. besok ga lagi-lagi deh.. :)
monggo dilanjut... peace & wass- sinur 2009/7/15 Eko Mulyo Hadi <[email protected]>: > > > jualane pak CEO M Nur > laris manis tanjung kimpul iki sajake, maknyuss... > di bagi bagi dong tester nya ke anggota milis biar semua tau > thanks. > > 2009/7/15 Muhammad Nur <[email protected]> >> >> maturnuwun artikel-le big bos EMH.. >> >> iki boso kaliwungune.. suumu, tasikhkhu... berpuasalah, maka kamu sehat.. >> >> puasa ramadhan wajib, puasa organik perlu.. karena zaman ini makanan >> sudah semakin modern campuran2 kimiawinya.. >> >> nuwun- >> sinur-asli kauman-kaliwungu kendal syaiun lillahi lahumul fatehah... >> >> 2009/7/15 Eko Mulyo Hadi <[email protected]>: >> > >> > >> > Puasa sebagai Detoks >> > >> > Apa hubungannya detoks dengan puasa? Jika berpuasa, bahan makanan >> > praktis >> > akan berhenti masuk ke dalam tubuh dan aliran darah selama sekitar 14 >> > jam. >> > Dengan demikian, sel-sel tubuh ini diberi kesempatan untuk metabolisme >> > serta >> > membuang zat-zat yang tidak berguna dan berbahaya dari tubuh manusia. >> > Ketika manusia mengisi tubuhnya dengan makanan yang buruk ke dalam >> > tubuh, >> > tubuh perlu diistirahatkan. Di sinilah pentingnya fungsi puasa, yaitu >> > untuk >> > mengistirahatkan sementara sel-sel dari segala jenis makanan dan >> > mengubah >> > fungsinya untuk memetabolisme zat-zat di dalam tubuh. Oleh karena itu, >> > tak >> > heran jika puasa sering kali berefek sebagai detoksifikasi. >> > >> > Akan tetapi, detoksifikasi dengan jalan puasa akan sia-sia saat berbuka >> > puasa dan sahur mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi kandungan gizi >> > seimbang, atau makan seenaknya saja tanpa memerhatikan nilai gizinya. >> > Itu >> > sama saja dengan memasukkan zat-zat tak berguna ke dalam tubuh setelah >> > berpuasa seharian. >> > Oleh karena itu, disarankan agar orang yang berpuasa dapat mengatur >> > porsi >> > makannya di saat sahur dan berbuka puasa. Gampangnya, pada saat sahur >> > makanlah sebanyak 40 persen dari porsi total makan sehari-hari, lalu 50 >> > persen pada saat berbuka, dan 10 persen lagi menjelang tidur. Fungsinya >> > agar >> > tetap memiliki cadangan makanan untuk esok harinya. >> > >> > Perhitungan ini, agar orang yang memiliki berat badan ideal akan tetap >> > memiliki berat badan yang sama setelah menjalani puasa selama sebulan. >> > Sebab, pada dasarnya manusia tidak mengurangi aktivitasnya selama >> > berpuasa. >> > Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak, tetap memerlukan bahan >> > makanan >> > sebagai tenaga untuk menjalani aktivitasnya. Jadi, seharusnya makannya >> > sama >> > dengan kebiasaaan sehari-hari. Hanya jadwal makannya saja yang diubah. >> > >> > Perhitungan persentase makan saat sahur, buka, dan menjelang tidur >> > haruslah >> > memenuhi syarat gizi seimbang. Dengan kata lain harus ada karbohidrat, >> > protein, lemak yang baik, serta cukup buah-buahan dan sayuran (makanan >> > berserat). Yang terbaik adalah mengatur makanannya dan tetap dengan gaya >> > makan yang sehat, memenuhi gizi seimbang, bebas kolesterol, mengurangi >> > goreng-gorengan, makanan bersantan, dan kuning telur yang mengandung >> > lemak >> > yang buruk. Perbanyaklah makan sayuran, buah-buahan, ikan, daging ayam >> > tanpa >> > kulit. Kalau bisa hindari makan daging merah, seperti kambing atau >> > sapi.(*) >> > >> > >> > http://mdopost.com/news/index.php?option=com_content&task=view&id=4726&Itemid=9 >> > >> > >> >> >> ------------------------------------ >> >> _____ http://www.KendalOnline.Net _____ >> Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet >> >> <!--Yahoo! Groups Links >> >> >> > >

