Mengenal Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga
                
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=5805&post=1






            
            Saat
ini saya sedang di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Kalibenng,
Salatiga. Sekolah yang luar biasa. "Edan" dalam arti positif, luar
biasa dalam arti sesungguhnya. Saya pun bisa berbagi cerita menggunakan
fasilitas yang ada di sekolah ini.Mungkin Anda pernah mendengar
sekolah alternatif yang satu ini. Metro TV atau Trans TV pernah
menayangkan liputannya. Kompas juga pernah memuat kisah perjuangan
sekolah ini, yang dipelopori oleh Bahrudin.Saya mengenal
Bahrudin jauh sebelum ia merintis sekolah ini, namun kali ini saya tak
ingin bercerita tentangnya. Saya ingin berbagi tentang perkembangan
sekolah ini.Ketika awal didirikan, sekolah SMP Alternatif ini
baru memiliki puluhan murid. Saat ini, untuk tingkat SMA mereka sudah
punya dua kelas, sedangkan jumlah siswa keseluruhannya sudah mencapai
150-an orang. Di sini, siswa tidak dipatok harus belajar sesuai
kurikulum seperti sekolah formal. Si anak sedang ingin belajar apa,
saat itulah ia mencari sendiri materi pelajaran yang ingin
diketahuinya. Juga kalau ia ingin mencari partner untuk diskusi tentang
suatu hal. Dari sini, anak sudah dirintis untuk memilih sendiri
apa yang menjadi minat mereka, sehingga menjadi lebih fokus untuk
menekuninya. Dan cara belajarnya juga langsung dari "kehidupan nyata."Dari
sisi murid, siswa yang tadinya cuma berasal dari Salatiga dan
sekitarnya kini mulai lebih variatif. Kota-kota seperti Jakarta,
Surabaya, Jombang, Jogjakarta, juga memberi sumbangan asal siswa. Di
sini, mereka tinggal di rumah-rumah penduduk. Soal biaya, orang tua
anak sendiri yang merundingkan besarnya "uang pondokan" dengan pemilik
rumah yang ditinggali.Lalu, jangan bicara soal produktivitas di
sini. Anak-anak yang umurnya masih belasan, sudah bisa membuat film
sendiri. Setiap akhir pekan di akhir bulan, ada pemutaran film ini
untuk ditonton ramai-ramai. Kalau film saja dengan mudahnya
diproduksi, apalagi cuma sekadar buku. Di sini, karya-karya siswa sudah
dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit progresif dari Jogjakarta,
LKiS. Juga karya-karya para gurunya. Pendek kata, sekolah ini
benar-benar menjadi alternatif bagi pendidikan yang sekarang ini sangat
terasa membelenggu, tidak membebaskan. Tak terhitung sudah
sekolah-sekolah formal yang mengunjungi "sekolah aneh" ini untuk
menimba ilmu. Saat saya ada di sana pagi ini, sudah ada tiga sekolah
yang akan datang berkunjung dan belajar.Saat ini, Q-T sedang
membangun lumbung informasi yang bisa diakses oleh siswa atau warga
sekitar yang membutuhkan. Soal akses internet, nggak usah ditanya deh.
Di sini, akses internet tersedia bebas 24 jam. Anda mau ngakses dari
masjid, dari kebun belakang, dari halaman beranda depan, semuanya bisa
asalkan Anda berbekal laptop yang memiliki wi-fi. Saya berharap
anak-anak di sini juga berbagi cerita sendiri tentang pengalaman mereka
belajar di sekolah ini. Saya sudah ceritakan kepada pak "kepala suku"
Bahrudin, bagaimana memanfaatkan Wikimu untuk berbagi cerita.
Mudah-mudahan, kisah yang ditunggu-tunggu itu akan muncul, baik dari
guru maupun dari murid-muridnya. 
        

        
            
                


      "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com"

Kirim email ke