dar milis sbelah, penting nih,,,

Dari: Ida Arimurti <[email protected]>
Judul: [Ida Arimurti] Kelola Sampah sejak dari rumah
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Sabtu, 1 Agustus, 2009, 7:42 PM












 
 




    
                  Pernahkah kita 
menghitung sudah berapa banyak sampah yang kita buang dalam sehari. Sisa 
makanan, kertas,  barang-barang dari plastik, kain-kain bekas, tisu, 
botol-botol, 
bahkan mungkin sampai mainan-mainan atau peralatan rumah dan kendaraan yang tak 
terpakai lagi serta masih banyak lagi. Jika kita sedang jalan-jalan, coba lihat 
tempat sampah di wilayah pertokoan. Tempat sampah disana mungkin jadi 
menggunung 
dengan kardus-kardus bekas, kemasan styrofoam, kantong plastik, sisa-sisa 
makanan dari restoran, dan lain sebagainya. Lalu coba kita tengok tempat sampah 
di rumah sakit. Volumenya mungkin sama besarnya, tetapi sampahnya lebih banyak 
terdiri dari perban bekas, obat-obatan tak terpakai, botol-botol infus dan 
sebagainya. Diperkirakan bahwa rata-rata penduduk di kota membuang sampah 
sebanyak 1 - 2 kg sehari. 
Jenis-jenis sampah 
Sampah organik 
yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/ 
biologis. Misalnya adalah sisa makanan 

Sampah anorganik yaitu 
sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis 
sehingga 
penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Misalnya adalah plastik 
dan 
styrofoam 

Sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yaitu 
sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah 
bahan kimia beracun 

Kompos adalah sampah yang teruraikan secara 
biologis, yaitu melalui pembusukan dengan bakteri yang ada di tanah, dan kerap 
digunakan sebagai pupuk.Jadi bisa dibayangkan banyaknya sampah seluruh kota 
dalam sehari. Apa jadinya bila sampah-sampah ini tidak tertangani? Tentunya 
tidak mustahil kalau kota kita tertimbun oleh sampah bukan? Karenanya, kita 
dianjurkan untuk meminimalkan terjadinya pembuangan sampah terutama yang 
tergolong sampah B3. 
Sampah menjadi masalah� 
Bagaimana 
kehidupan masyarakat kita ke depan, jika persoalan sampah tidak segera 
diselesaikan. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan 
lingkungan, tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana 
kemanusiaan. Berbagai kasus, seperti di Bantargerbang, Bojong Gede, dan 
Leuwigajah, mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan hal yang sepele. 
Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar sampah tidak menggunung dan membuat 
lingkungan tidak sehat? Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita 
lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R : Replace (mengganti), reduce (mengurangi) 
, 
re-use (memakai), dan recycle (daur ulang). 
Sistem Pengelolaan Sampah 
Ada berapa cara 
pembuangan sampah? 
Secara garis besar ada tiga yaitu : cara kimiawi melalui 
pembakaran, cara fisik melalui pembuangan di TPA, dan cara biologis melalui 
proses kompos. Yang lazim dilakukan untuk sampah dalam jumlah besar adalah 
secara fisik. 
Bagaimana 
siklus sistem pengelolaan sampah? 
Sampah dari 
rumah-rumah dikumpulkan dan disimpan dalam tempat atau kontainer sementara, 
untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk diolah sebelum 
dibuang. 
Mengapa sampah 
yang dibuang harus diolah dulu? 
Tumpukan sampah 
yang tidak diolah terlebih dulu dapat mengundang lalat, tikus, pertumbuhan 
organisme- organisme yang membahaya- kan, mencemari udara, tanah dan air, 
serta... mengganggu kenyamanan kita! 
Bagaimana 
penanganan sampah di TPA? 
TPA sering juga 
disebut landfill, yaitu tempat pembuangan yang memiliki dasar impermeable 
(tidak 
tembus air) sehingga sampah yang diletakkan diatasnya tidak akan merembes 
hingga 
mencemari air dan tanah disekitarnya. Sampah- sampah yang datang diletakkan 
secara berlapis, dipadatkan, dan ditutupi dengan tanah liat untuk mencegah 
datangnya hama dan menghilangkan bau. TPA umumnya dibuat untuk bisa menampung 
sampah selama jangka waktu beberapa tahun. 
Apa itu insinerator? 
 
Insinerator adalah perangkat pembakaran sampah yang efisien dan bisa 
mengurangi polusi udara. Insinerator yang baik memiliki sistem penangkal 
pencemar udara di cerobongnya (walaupun tetap menyebabkan pencemaran udara), 
dan 
sanggup mengurangi volume sampah sampai 80%nya seusai dibakar 
REPLACE 
Ganti dengan barang ramah lingkungan 
Teliti barang yang 
kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai 
dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai 
barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita 
dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua 
bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami 
REDUCE 
(Kurangi Sampah!) 
Coba cara-cara ini 
: 

  Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik 
  pembungkus barang belanja 
  Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol 
  baru setiap kali habis 
  Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang 
  besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama 

RE-USE 
(Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!) 

Coba cara-cara ini 
: 

  Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah 
  Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus 
  Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, 
  perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya 

RECYCLE 
(Daur Ulang Sampah!) 
Daur ulang sendiri 
memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. 

Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini : 

  Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang 
  Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang 
  Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang 
  
Jangan bakar sampah sembarangan! 
Mengapa? 
Karena sampah bisa terdiri dari berbagai bahan yang belum tentu aman. Bahan 
seperti kaleng aerosol dapat meledak bila kena panas, sedangkan bahan dari 
plastik dan karet dapat menghasilkan gas yang menimbulkan kanker bila dibakar! 
Bila pembakaran tidak bisa dihindari, pastikan bahwa hanya sampah organik yang 
dibakar, tidak terlalu banyak sampah basah, dan lakukan jauh dari kerumunan 
orang banyak atau benda lain yang dapat memperburuk pembakaran. Kita tentunya 
tidak ingin menyebabkan kebakaran, bukan? 
Nah, mudah-mudahan 
dengan artikel ini kita semakin sadar bahwa masalah sampah jangan dianggap 
masalah yang sepele karena menyangkut kebersihan lingkungan kita. Jika 
lingkungan tak bersih bukan tak mungkin penyakit akan mudah mengenai kita... 
dan 
ingat selalu "Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan". 
Sumber : http://www.walhi. or.id 



 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke