Sungguh...sepenggal cerita yang mengharukan............. Jadi teringat, 
bagaimana perjuangan bapak dan ibu......yang cuma seorang petani di desa, 
bersusah payah dengan semangat, membekali aku dengan pendidikan...hingga aku 
menjadi sekarang ini....
Terima kasih ya Allah atas karunia ini......... Maaf bapak dan ibu, semoga aku 
dapat membalas semua yang telah kau berikan dan korbankan........


Achmad Basuki, ST., MT.
http://achmadbasuki.wordpress.com
+ Civil Engineering Dept., Faculty of Engineering 
   Sebelas Maret University 
   Jl. Ir. Sutami 36A SOLO - Jawa Tengah - Indonesia 57126 
   Telp. +628122636426 - +62-0271-7576106 
   Fax. +62-0271-634524

--- On Fri, 8/7/09, agusmst <[email protected]> wrote:


From: agusmst <[email protected]>
Subject: [kendal-online] Petani yg sukses di mata orang tuanya
To: [email protected]
Date: Friday, August 7, 2009, 2:28 PM


Yth. Warga KOL
saya dapat dr milis tetangga
Subjek: (Kisah Inspiratif) Orang Penting : Yang berhasil membawa orang 
lain dari dikondisi Genting

(Disadur dari group Majelis Dhuha Nasional, semoga bermanfaat)

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari 
Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk 
seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka 
terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” 
tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke 
Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat 
sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung.. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu 
pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang 
di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak 
adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga 
seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, 
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala 
cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan 
sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan 
anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” 
anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia 
menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya 
dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di 
pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “

….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak 
pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya 
dari hasil dia bertani”
wasalam
agus mst


------------------------------------

_____ http://www.KendalOnline.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links






      

Kirim email ke