Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan 
Nasional RI memberikan bantuan dana kepada organisasi profesi HITI (Himpunan 
Ilmu Tanah Indonesia) untuk melaksanakan Seminar dan mengumpulkan makalah 
jurnal bertaraf nasional dan internasional sebanyak 48 paper. Jumlah makalah 
yang terkumpul lebih dari 100 buah, yang kemudian diseleksi oleh para pakar.
 
Kegiatan  “Seminar Ilmu Tanah 2009” berisi rangkaian 4 kegiatan utama, yaitu 
Upacara Pembukaan, Seminar, Pameran Poster, dan Kunjungan Lapangan (Field 
Trip). Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada Jum`at-Minggu, 20-22 November 
2009 di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.
 
Upacara Pembukaan dimulai dengan Laporan Ketua Panitia, kemudian Pembukaan 
dilakukan oleh Ketua HITI Dr. Yuswanda A. Temenggung (Deputi Badan Pertanahan 
Nasional RI) dan Pembicara Utama (keynote speech) Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, 
Ph.D (Dekan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta). 
 
Total jumlah peserta sebanyak 210 orang terdiri dari peserta non pemakalah 
sebanyak 100 orang, peserta pemakalah dengan presentasi oral sebanyak 48 buah, 
terdiri dari 16 makalah internasional, 16 makalah regional dan 16 makalah 
nasional. Selebihnya sebanyak 62 orang merupakan pemakalah yang disajikan dalam 
bentuk poster. Para peserta seminar berasal dari dalam dan luar negeri. Panitia 
yang terlibat kuranglebih sebanyak 50 orang, yang merupakan gabungan dosen, 
pegawai, mahasiswa dari UPN “Veteran” Yogyakarta, UGM Yogyakarta, IPB Bogor, 
BPTP Yogyakarta, BPN Provinsi D.I. Yogyakarta dan umum.
 
Rangkaian Seminar dilaksanakan Sabtu, 21 November 2009 dimulai dengan Seminar 
Pleno I (Topik Khusus) yang menampilkan 2 orang pembicara dari luar negeri, 
yaitu Budiman Minasny dan Damien Field dari The University of Sidney. 
Presentasi makalah tingkat internasional, regional dan nasional dibagi menjadi 
2 Sidang Komisi. Malam harinya dilaksanakan Sattelite Meeting yang terbagi 
menjadi 4 kelompok, dengan topic bahasan : Organisasi HITI, Jurnah HITI dan 
Istilah Ilmu Tanah, Klasifikasi Tanah Nasional dan Nasib Prodi Ilmu Tanah.
 
Hari Minggu, 22 November 2009 dilaksanakan Field Trip mengunjungi obyek : (1) 
Sabo Sungai Kuning – Pakem, (2) Lahar di Bebeng Kaliadem, (3) Kebun Salak 
Pondoh Organik di Merdikorejo Turi, (4) Gumuk Pasir Parangtritis Bantul, dan 
(5) Pertanian Lahan Pasir di Pantai Samas Bantul. Field Trip diikuti oleh 
sekitar 80 orang (2 Bus besar). Kunjungan di Samas mendapatkan sambutan dari 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul dan Ketua Kelompok Tani setempat. 
Secara umum para peserta mendapatkan penjelasan tentang proses pembentukan 
tanah di Lereng Merapi dan pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman Salak. 
Sedangkan di kawasan pantai juga dijelaskan proses terbentuknya Gumuk Pasir dan 
pemanfaatan lahan pasir untuk budidaya tanaman sayuran.
 
 
Penulis / Reporter : Muhamad Kundarto, SP, MP


      

Kirim email ke