Sip, sepertinya di Kendal perlu lebih digiatkan lagi wirausahanya, banyak 
sekali potensi Kendal yang belum dioptimalkan.

Pak Yusuf Iskandar, Mas Asrofi, dan mas/mbak lainnya, saya yang masih junior 
ini butuh banyak bimbingan.... Mohon bimbingannya.... 



--- On Mon, 1/18/10, ASROFI <[email protected]> wrote:

From: ASROFI <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [kendal-online] "Salam Sepur...!", Sebuah Dialog Bangun  Tidur
To: [email protected]
Date: Monday, January 18, 2010, 11:49 AM







 



  


    
      
      
      Saya Asrofi Sukorejo siap ngikutin jejak senior2 untuk belajar 
enterpreneurship.

Mari berwirausaha. .

Di Kendal Kita banyak supporter kok, tinggal ide usahanya aja yang harus terus 
digali para profesional Kendal yang siap dukung kita banyak:



Programmer : Mas Eko, Muhajir, dan entah siapa lagi
Sistem administrator : Mas Mukti, dan siapa lagi
dll..

Yuk..

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah

Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan

Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id


Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



2010/1/18 aburayhan <kndil2...@yahoo. com>

















 



  


    
      
      
      

Salam KOMPOR.... juga
entepreuner sejati harus selalu ngompori .....
kapan mulai dalam track SEPUR yang benar .... 
... aku lagi bermimpi... dari bangun tidur



SUKSESNYA entepreuner indonesia

--- Pada Sab, 16/1/10, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> menulis:



Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com>
Judul: [kendal-online] "Salam Sepur...!", Sebuah Dialog Bangun Tidur


Kepada: "Kendal Online"
 <kendal-online@ yahoogroups. com>
Tanggal: Sabtu, 16 Januari, 2010, 11:09 AM

"Salam Sepur...!", Sebuah Dialog Bangun Tidur


------------ --------- --------- --------- ------

(Judul tulisan ini tidak salah tulis). Seorang teman yang berniat buka warung 
mi di Jogja, sengaja datang dari Jakarta ke Jogja untuk melakukan survey 
kecil-kecilan. Sesuai namanya, kecil-kecilan, pasti bebas dari tetek-bengek 
teori, rumusan, pedoman atau formalitas lain yang semacam ini. Pokoknya datang 
ke Jogja, mampir ke beberapa warung bakmi yang dijumpai, memesan untuk 
mencicipi rasanya dan mencatat harganya, melakukan interview sederhana dan 
mempelajari lingkungannya. Begitu saja.



Setelah kembali ke Jakarta, tiba-tiba suatu pagi teman saya itu membangunkan 
saya melalui SMS yang dikirimkannya dan menceritakan tentang kesimpulan hasil 
survey-nya. Kesimpulannya mencengangkan saya : Dari tujuh warung mi yang 
ditelisik, 50% memakai
 "optional method" agar dagangannya laris. Saya mengernyitkan kening : "Metode 
opo maneh iki (metode apa lagi ini)...?" (Ini pasti hitungan kasar, sebab 50% 
dari tujuh berarti ada tiga setengah warung, tentu susah dibayangkan)



Hanya perlu beberapa detik untuk mengernyit, lalu saya pun tersenyum sendiri 
(lebih baik bangun tidur tersenyum sendiri ketimbang bangun tidur langsung 
uring-uringan) . Biar saya pertegas, rupanya yang dimaksud "optional method" 
oleh teman saya itu adalah metode "tulis reg spasi sajen, kembang atau dukun", 
kata lain untuk aplikasi software perklenikan.



Harap dimaklumi, ini kesimpulan coro ndeso (ala kampung) yang tidak perlu 
dipertanyakan keabsahannya karena memang sampai kapanpun tidak akan pernah 
dapat dibuktikan, selain dipercaya saja bagi yang mempercayainya. Tentu teman 
saya itu punya alasan sendiri kenapa sampai berkesimpulan demikian, dan bukan 
sekedar katanya atau kelihatannya. Dan teman saya yang pada dasarnya
 tidak percaya dan tidak suka dengan aplikasi software perklenikan semacam ini, 
menghibur diri untuk tetap berpikir rasional. Lalu mengakhiri SMS-nya dengan 
kata-kata : "He..he..Salam Super!". Tanda bahwa dia menanggapinya sebagai bahan 
guyonan tapi semangat Mario Teguh.



Sambil kucek-kucek mata, saya balas SMS-nya layaknya seorang 'tukang kompor' 
(orang yang suka ngompor-ngomporin) sekelas Mario Teguh agak di bawahnya banyak 
: "Selalu ada 'langkah tersembunyi' yang dapat dipertanggungjawabk an yang 
dapat kita lakukan. Dan tugas pebisnis sejati adalah menemukan dan 
mengimplementasikan hal itu". Saya pun tidak mau kalah mengakhiri balasan SMS 
saya dengan mengucapkan : "Salam Sepur...! (lurus, always on the right track, 
relatif lebih aman, murah dan cepat sampai tujuan...)". Lalu teman saya itu 
menimpali : "Asal sepurnya tidak nyerempet irrational thing".



Moral ceritanya adalah : Jangan karena kita tidak suka mengunakan software 
perklenikan
 lalu menyurutkan semangat untuk memulai usaha membuka warung, sebab selalu ada 
‘langkah tersembunyi’ yang dapat dilakukan. Temukan itu, dan implementasikan. 
Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Kalau yang terjadi ternyata warungnya sepi dan kalah bersaing? Ya, berarti 
'langkah tersembunyi'-nya belum ditemukan... (tanyakan kepada ahlinya dan 
jangan bertanya kepada 'tukang kompor' yang belum punya pengalaman nyata dalam 
bisnis perwarungan) . Hidup entrepreneur. ..!   



Yogyakarta, 16 Januari 2010
Yusuf Iskandar

http://madurejo. wordpress. com


      


------------ --------- --------- ------


_____ http://www.KendalOn line.Net _____

Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links



    http://groups. yahoo.com/ group/kendal- online/join
    (Yahoo! ID required)


    kendal-online- fullfeatured@ yahoogroups. com





        Berselancar lebih cepat. 


 Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

    
     

    
    






  










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke