membahas isu Israel yang sedang hangat di bahas Menkominfo
san doal tender billing di Telkomsel yangg katanya ada unsur Israel (klik baca
disini <http://www.gatra.com/artikel.php?id=134219>)
ohya, 35% saham Telkomsel dipegang oleh SingTel, Singapura Telecom
coba simak apa hubungan antara Singapura dan Israel

salam
eko

---------- Forwarded message ----------
From: Wishnu Triwibowo


Mossad; Behind Every Conspiracy<http://warstories.multiply.com/reviews/item/4>


Category:BooksGenre: ReferenceAuthor:Herry Nurdi

MOSSAD ( Ha-Mosad le-Modi’in u-le-Tafkidim Meyukhadim) atau The Institute
for Intelligence and Special Operations yang dibahas di buku ini menarik
untuk dicermati khususnya untuk saya sendiri mengingat bahwa buku
''Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal'' karya saya, kemudian menuai
kritikan dari beberapa rekan rekan LSM yang menganggap terlalu berlebihan
jika saya melatar belakangi penulisan dan Defence Forecasting serta Postur
TNI Ideal tersebut dengan asumsi dasar bahwa TNI kita harus dibangun sehebat
dan sekuat militer SAF yang dimiliki Singapura.

Buku ini menekankan hal itu pada satu sisi, dimana penulisnya memulai
penjelasannya dengan sebuah proposal menarik dari Israel yang diajukan tahun
1960 untuk Singapura yang menurutnya merupakan sebuah hasil kajian mendalam
tentang masa depan Singapura di percaturan politik Asia Tenggara kedepan dan
sebenarnya bukan Singapura yang aktif meminta Israel untuk masuk tetapi
Israel sendiri yang aktif berperan dan menawarkan diri agar bisa terlibat
secara aktif di wilayah Asia Tenggara. Menurut penulisnya hal ini bukan
suatu kebetulan, tetapi berdasarkan perencanaan matang karena Israel
menempatkan diri bersama Singapura sama artinya dengan menjadi kekuatan
Yahudi dan satelit Israel di Asia Tenggara.

Pada tanggal 24 Desember 1965, enam orang perwira Israel mendarat di
Singapura dengan tugas yang berbeda. Tim perwira pertama bertugas membangun
Kementerian Pertahanan Singapura, dipimpin oleh Kol. Ellazari. Tim kedua
dipimpin oleh Yehuda Golan bertugas untuk menyiapkan pasukan bersenjata
Singapura yang awalnya hanya terdiri dari 40 sampai 50 orang saja, tetapi
hari ini pasukan tersebut telah menjelma menjadi kekuatan militer terbesar
di Asia Tenggara bahkan mengalahkan Indonesia.

Di bulan Desember 1965, dengan menggunakan kata sandi ''The Mexicans''
perwira perwira Mossad tiba di Singapura, khusus untuk membantu Singapura
yang baru saja melepaskan diri dari Malaysia. Kedatangan tim ini
dirahasiakan dari sorotan publik, karena Singapura saat itu adalah negara
muda dan dikelilingi oleh negara negara muslim seperti Indonesia, Brunei,
Malaysia dan Thailand. Tokoh tokoh yang langsung terlibat dalam keputusan
pembangunan militer Singapura saat itu adalah langsung Yitzhak Rabin selaku
Kepala Staff Pemerintahan Isreal , Ezzer Weztmann dan juga Mayor Jenderal
Rehavan Ze'evy yang kelak kemudian duduk menjadi Menteri.

Ze'evy sendiri yang kala itu terbang ke Singapura dengan nama samaran "
Gandhi" berjanji akan membangun kekuatan militer Singapura sebagai kekuatan
yang belum pernah ada di Asia Tenggara. Salah satu yang dibangun secara
sangat serius, adalah adalah Buku Panduan Coklat atau Brown Book, yaitu buku
panduan militer Singapura yang merupakan blue print dari Israel. Brown Book
adalah buku panduan untuk perang langsung atau Combat, buku selanjutnya yang
digarap adalah Blue Book yang mengatur segala macam strategy pertahanan dan
gerakan intelejen.

Selain kekuatan militer darat, Israel juga merancang Strategy Combatting
Water bagi Singapura. Kekuatan tempur laut ini disiapkan Israel bersama
Singapura secara khusus untuk menghadapi negara negara maritim seperti
Malaysia dan Indonesia. Menurut penulis, karenanya juga PM Lee Kuan Yew
memberikan ijin secara resmi pada Israel Mei 1969 untuk membuka Kedutaan
Besar Israel di Singapura.

Anggaran militer Singapura yang mencapai 4,4 milyar USD rupanya disadari
juga oleh penulis, jauh sekali dibandingkan Indonesia. Padahal, Singapura
juga sudah memiliki industri militernya sendiri sehingga tidak bergantung
pada negara negara produsen senjata. Sama persis dengan Israel, Israel meski
bergantung pada Barat tetapi dia juga mampu membangun industri senjatanya
sendiri. Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) seluruhnya berjumlah 60.500
pasukan , dimana jumlah itu sudah termasuk keseluruhan 39.800 wajib militer
dengan masa dinas 24 s/d 30 bulan, tetapi jangan lupa, mereka juga memiliki
pasukan cadangan berjumlah 213.800 orang, jadi itu artinya mencakup seluruh
penduduk dan populasi Singapura. Maka artinya, Singapura telah berhasil
benar benar mengaplikasikan Total Defence War.

Mereka memiliki wajib militer yang setiap saat jika dibutuhkan setiap warga
negara bisa dimobilisasi dan dipersenjatai. Maka, setiap penduduk Singapura
kesemuanya telah memeiliki Registrasi Militer berikut rank kepangkatannya,
sehingga suatu waktu ketika terjadi ancaman atau serangan maka di masing
masing daerah atau wilayah, para penduduk/wajib militer ini sudah dapat
bergabung dengan markas markas militer yang telah ditentukan. Jadi, penduduk
sipil ini sudah tahu dengan jelas apa pangkat mereka, berapa banyak anak
buahnya, apa tugas mereka dan bahkan, senjata mereka sudah disetor di masing
masing markas. Singapura benar benar menjalankan seperti konsep Israel bahwa
setiap penduduk dewasa adalah tentara sipil yang militer. (Menarik kan ?
jika dibandingkan dengan Indonesia yang sampai saat ini masih saja
meributkan masalah RUU Komponen Dukungan dan Komponen Cadangan).

Angkatan Darat Singapura terdiri dari 50.000 pasukan, Angkatan Laut 4.500
dan Angkatan Udara 6.000. Menarik, karena Singapura memiliki Force Abroad,
yaitu pasukan pasukan yang ditempatkan di luar negeri, mereka ditempatkan
bukan untuk misi-misi internasional tetapi mereka adalah pasukan SAFsendiri
yang kebanyakan adalah anggota RAF (Royal Air Force) Singapura. Mereka
ditempatkan di Perancis, Australia, Brunei, Afrika Selatan, Taiwan, Thailand
dan Amerika Serikat dimana juga terdiri dari pesawat tempur, pesawat
pengintai tanpa awak sampai dengan pesawat pengisi bahan bakar yang
kebanyakan diparkir di AS. Jadi, andaikata Indonesia nekat menyerang
Singapura mereka bisa melakukan serangan balik yang jauh lebih kuat dan
effektif daripada yang dilakukan Indonesia karena pesawat mereka bisa sampai
di wilayah Indonesia kurang lebih 30 menit saja.

Bahkan saking unggulnya PM Lee Kuan Yew pernah menyampaikan bahwa militer
Singapura lebih efektif daripada militer AS, karena diperlukan 3000 sampai
6000 ahli militer AS ke Vietnam Selatan untuk membantu Presiden Ngo Dinh
Diem sementara Israel hanya cukup mengirimkan 18 orang perwira untuk membuat
dan mebangun SAF yang begitu hebat hari ini.

Apalagi sejak Singapura menandatangani kesepakatan satelit mata mata dengan
Israel tahun 2000, maka menurut penulis bisa jadi tidak sejengkalpun area di
Asia Tenggara lolos dari perhatian Singapura dan Israel. Tahun 2000 juga
Singapura dengan divalitisasi Amerika menandatangani kontrak kerjasama dalam
bidang satelit mata mata bernilai 1 milyar USD. Atas nasehat Israel pula
Singapura memiliki dan membangun minat kuat dalam perdagangan dan kerjasama
yang dibentuknya dalam 4 prinsip utama; Komando, Kontrol, Komunikasi dan
Intelejen. Lewat dokrtin ini kiranya juga menurut penulisnya Singapura tidak
melepaskan kesempatan emas membeli Indosat dari Indonesia.

Menarik bukan ?


--habis--

Kirim email ke