Koyokke aku terakhir melu wewehan tahun 2005, iku juga nganterin anakku yang baru satu tahun, jadi kangen pulang ke Kaliwungu...
________________________________ Dari: samsul ulum <[email protected]> Kepada: sunarto kasi phl <[email protected]>; [email protected]; kendal online <[email protected]> Cc: tft indo <[email protected]>; [email protected]; desi fa <[email protected]>; ai jelajah <[email protected]>; ninus ardi <[email protected]>; iqbal sajedhi <[email protected]>; radut 23 <[email protected]>; rimpala fahutan ipb <[email protected]>; legra godeo <[email protected]>; fahutan 34 ipb <[email protected]>; [email protected]; Anneke Frayanty <[email protected]>; [email protected]; Andina Primadanti <[email protected]>; [email protected]; Allin Bagus <[email protected]>; adnun reno <[email protected]>; agus romdloni <[email protected]>; desichr <[email protected]> Terkirim: Rab, 3 Februari, 2010 21:32:22 Judul: [kendal-online] Trs: wewehan samsul ulum The Forest Trust wildlife&HCVF specialist kaliwungu city, kendal, central java www.tft-forests.org --- Pada Rab, 3/2/10, botol ulum <[email protected]> menulis: >Dari: botol ulum <[email protected]> >Judul: wewehan >Kepada: [email protected], [email protected], >[email protected], "Sumantri Yaksi" <[email protected]>, >[email protected], [email protected], "mas hudi" ><[email protected]>, [email protected] >Cc: [email protected], "inayah sulaiman" <[email protected]>, >"samsul ulum" <[email protected]>, "Toto Sapto Widodo" ><[email protected]>, [email protected], "kelompok pemerhati goa" ><[email protected]> >Tanggal: Rabu, 3 Februari, 2010, 5:57 AM > > >Wewehan: Sebuah Tradisi Budaya Penuh Makna > > >BUDAYA >Wewehan: Sebuah Tradisi Budaya Penuh > Makna >Oleh : Samsul Ulum | 03-Feb-2010, 19:21:51 WIB > >KabarIndonesia - Lala terbangun dari tidur siangnya pukul 16.00 WIB >langsung berteriak minta mandi pada ibunya. Lala gadis mungil berusia >3 tahun, bergegas mandi sore karena hari ini merupakan hari Jumat. >Jumat sore merupakan hari wewehan bagi anak-anak dibawah usia 5 tahun. >Sore itu Lala tidak mau terlambat mengikuti kegiatan wewehan di >kampungnya. > >Lala tinggal di kampung Kenduruan Desa Krajankulon Kaliwungu Kendal, >sebuah perkampungan tua yang terdapat di kota Kaliwungu. Sebagian >besar bangunan rumah di kampung ini merupakan bangunan rumah khas >Kaliwungu berpintu tiga yang terbuat dari kayu jati berbentuk limasan. >Seiring perkembangan zaman beberapa rumah telah berubah bentuk menjadi >bentuk perumahan modern berdinding tembok, namun sebagian besar warga >kampung ini masih mempertahankan bentuk asli rumah adat > Kaliwungu >tersebut. > >Wewehan berasal dari kata weweh yang dalam bahasa jawa berarti >memberi; wewehan dapat diartikan dengan saling memberi. Wewehan >merupakan sebuah tradisi yang berkembang pada masyarakat Kaliwungu >untuk memperingati Hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Namun pada >beberapa kampung di Kaliwungu kegiatan wewehan dilaksanakan setiap >hari Jumat sebulan sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. >Pada tradisi wewehan setiap warga membuat makanan baik itu jajan pasar >maupun makan modern yang akan dibagikan pada warga yang >lainnya.Pembuatan makanan pun tergantung dengan kondisi kemampuan >warga. Biasanya banyak jenis makanan khas Kaliwungu yang hanya ada >pada kegiatan wewehan, seperti sumpil. Sumpil merupakan sejenis kupat >kecil berbentuk segitiga yang pada saat makannya ditemani sambal >kelapa. > >Proses perayaan wewehan adalah setiap warga saling bertukar makanan >yang telah mereka buat. > Warga yang memiliki anak kecil, maka si anak >lah yang bertugas sebagai pengantar makanan tersebut. Sedangkan untuk >para orang tua yang di rumahnya tidak memiliki anak kecil biasanya >menunggu di rumahnya untuk menunggu hantaran dari para tetangganya >untuk ditukar dengan makanan yang telah dipersiapkan. Sekilas kegiatan >ini mirip dengan kegiatan transaksi barter, namun ada perbedaan >mendasar. Dalam barter orang akan melakukan transaksi apabila merasa >cocok dengan barang yang akan dia barter, namun dalam wewehan >penukaran makanan tidak didasarkan atas selera penukarnya tapi >keiklasan dalam memberi. > >Wewehan yang dilaksanakan sebulan sebelum peringatan Maulid Nabi Besar >Muhammad SAW hanya diikuti oleh anak-anak balita. Seperti halnya >Lala, si gadis kecil ini tidak mau ketinggalan kegiatan wewehan pada >setiap hari jumat sore di kampungnya. Setelah selesai mandi dia dengan >diantar ibu bergegas mengambil > makanannya yang akan dibagikan dan >ditukar dengan teman-teman sebayanya. Di kampung Kenduruan kegiatan >wewehan Jumat sore selalu dilaksanakan dibawah musola kampung. Ketika >wewehan telah selesai setiap anak kecil di kampung ini terlihat ceria. >Mereka pulang dengan bawaan beranekaragam makanan yang mereka peroleh >pada saat wewehan. > >Wewehan merupakan sebuah tradisi yang masih berkembang di masyarakat >Kaliwungu sampai saat ini. Dalam kegiatan wewehan terkandung makna >yang begitu dalam tentang pentingnya berbagi pada sesama. Pengetahuan >untuk berbagi pada sejak usia kecil akan membekas pada setiap anak >yang mengikuti acara tersebut. Sehingga, kelak pada saat dia dewasa >akan menjadi orang yang dermawan dan mau menolong sesama. >Selain prosesi wewehan, pada perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW >warga Kaliwungu biasanya akan menghias rumahnya dengan berbagai macam >lampu hias. Salah satu yang khas dari lampu > hias tersebut adalah >“teng-tengan”. Teng-tengan adalah sejenis lampion yang berbentuk >beraneka ragam, ada bintang, kapal laut, kapal terbang, petromax, dan >lain sebagainya. Pada zaman dahulu teng-tengan dinyalakan dengan >lampu minyak, namun pada era listrik lampu minyak lambat laut diganti >dengan bohlam listrik. > >Selain kedua tradisi diatas, pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di >kota Kaliwungu juga diadakan kegiatan Pawai Ta’aruf yang menampilkan >berbagai macam kesenian tradisional dan modern. Selain itu setiap dua >tahun sekali Remaja Masjid Besar Al Mutaqim Kaliwungu mwngadakan >kegiatan Festival Masjid Al Mutaqim yang dilaksanakan di pelataran >parkir masjid. Banyak agenda kesenian dan budaya yang ditampilkan pada >acara festival masjid tersebut. Kegiatan festival sendiri biasanya >dilaksanakan selama satu minggu yang mampu menyedot pengunjung dari >luar kota Kaliwungu. (SU) > >sumber : >http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&jd=Wewehan%3A+Sebuah+Tradisi+Budaya+Penuh+Makna&dn=20100203150427 > ________________________________ Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini! ____________________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/

