coba jangan daftar telpon , tapi daftar speedy aja .....mungkin akan lebih cepat...
salam bambang ----- Original Message ----- From: Eko Mulyo Hadi To: [email protected] Sent: Monday, February 15, 2010 10:00 AM Subject: Re: [kendal-online] Masih perlukah saluran fixed phone di rumah? tenang pak. rumah bapak saya di kebondalam kendal lokasinya masih di kota kendal loh ndak pelosok pucuk gunung kayak omahe mas asrofi... (canda lo h mah) cuma 50meter dari jalan Pemuda yaitu di perkampungan belakang Pendopo Kabupaten itu dekat banget sama rumah dinas pak/bu Bupati Kendal... kota tenan toh kuwi? tapi daftar dari taun 1998 baru dipasang 2008 jadi itu 10 tahun masa tunggunya ... nah kalo sampeyan 5 tahun sudah merasa lucu berarti kasus bapak saya adalah: lucu buanget polll sampe guling-guling toh :) salam :) 2010/2/12 Setyo Wibowo <[email protected]> Lha saya ndaftar telpon fixed telkom sdh jalan 5 thn ini malah ndak pernah dipasang2. Lucu ya? From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of aburayhan Sent: Friday, February 12, 2010 9:36 AM To: [email protected] Cc: sma82 Subject: Bls: [kendal-online] Masih perlukah saluran fixed phone di rumah? Beberapa teman yang punya telepon rumah, menyatakan mencabut kontrak langganan dengan pihak telkom, karena keberatan abonemen bulanan-nya. Akan tetapi pihak telkom tidak juga merespon, sehingga pelanggan tidak mau membayar toh tidak pernah digunakan juga, baik menerima panggilan maupun telepon keluar, wong kabelnya dicopot. Akhirnya... telepon itu dirumah ya cuman jadi pajangan. Pihak telkom membiarkan saja! pelanggan tetap kena biaya abonemen bulanan, sebelum ada hitam diatas putih. dan sepertinya pihak telkom tidak mau berpayah-payah, mengambil inventarisnya (perangkat telepon rumah itu inventaris); karena digudang juga bejibun. Piye mas telkom? --- Pada Kam, 11/2/10, ardhi dwi <[email protected]> menulis: Dari: ardhi dwi <[email protected]> Judul: Bls: [kendal-online] Masih perlukah saluran fixed phone di rumah? Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 11 Februari, 2010, 2:35 PM maaf nih gan sedikit koreksi slogannya sudah ganti “the world in your hand” heheheee.. ---------------------------------------------------------------------- Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kam, 11 Februari, 2010 09:02:49 Judul: [kendal-online] Masih perlukah saluran fixed phone di rumah? Masih perlukah saluran fixed phone di rumah? Pertanyaan sederhana ditengah maraknya persaingan operator telekomunikasi saat ini. Dengan tarip yang relatip rendah, tidak sedikit orang yang mulai memilih menggunakan mobile phone. Bagimanakah dg telkom saat ini, apakah terus meningkatkan kenyamanan pelayanan untuk customer? Sebelumnya saya mohon maaf, tujuan saya menulis ini hanya ingin mencari tahu jawaban yg belum saya dapatkan. Saya pelanggan telkom dengan aktifitas telpon yg nyaris jarang di pakai, tapi dengan pertimbangan tertentu saya masih mempertahankannya. Untuk penjelasan lebih lanjut saya paparkan rincian biayanya: Rincian Jan 2010 Feb 2010 ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - - Abonemen 37.800 37.800 - Lokal 4.250 5.750 - SLJJ 1.406 4.787 - Percakapan Ponsel 0 1.650 - Telkomnet Instan 0 8.366 - Restitusi -15.541 -40.887 - Non Jastel 33.870 75.000 -------- ----- --- - Tagihan 62.685 93.366 - PPN 6.269 9.337 - Total 68.954 102.703 Dengan pemakaian yang tidak seberapa, rasanya tidak sepadan dengan jumlah pembayarannya. Saya benar-benar tidak paham dengan biaya non jastel dan restitusi. Dan saya berharap telkom tetep "committed to you" bukan "committed to bill you". Mohon kiranya ada yg bisa memberikan penjelasan. Salam ---------------------------------------------------------------------- Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis) ---------------------------------------------------------------------------- Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

