Terimakasih banyak mas Anto. Bersedekah = Bersyukur Bersyukur = merasa kaya Merasa kaya = percaya diri Percaya diri = yakin mampu menjalani hidup yakin mampu menjalani hidup = punya cita2 punya cita2 = bekerja keras bekerja keras = kaya kaya karena bersedekah = ulangi sedekah lagi selalu mengulangi bersedekah = LIFE IS BEAUTIFUL.
ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : [email protected] Email : [email protected] Blog : www.asrofi.web.id Office : www.sentraproperty.com 2010/3/1 moh anto <[email protected]> > > > > > Dari milis tetangga, semoga bermanfaat > > > > > > JALAN TERANG UNTUK BAYAR HUTANG > > Seorang pria bernama Mukhlis tengah mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung. > Bisnis yang begitu menggiurkan sesaat membuatnya terjerembab hutang hingga > lebih dari Rp 2 milyar. Ia tak sanggup bayar dan perusahaan kreditur pun > memperkarakannya hingga ia dipenjara. > > Hari itu adalah Ahad, sudah dua pekan lebih Mukhlis berada di dalam sel > sempit di balik jeruji. Ia merasa sedih dan kesepian. Kebebasan yang biasa > ia hirup sebelumnya kini hanya tinggal kenangan. Jangankan untuk > bersenang-senang dengan rekan dan sahabat, untuk berkumpul dengan keluarga > tercinta saja sudah tidak lagi bisa. Mukhlis merasa sedih, dan ia berjanji > tidak ingin lagi hidup seperti ini. Berkali-kali dengan mulutnya ia gumamkan > doa kepada Allah Sang Maha Penolong dari balik jeruji agar ia dapat > menyelesaikan perkara dan segera bebas dari penjara dan kembali ke rumah > untuk berkumpul bersama keluarga. > > Dalam kesedihan yang Mukhlis alami, tiba-tiba seperti ijabah doa yang > datang dari Allah Swt maka Mukhlis dapati ustadz Iman sedang berkeliling > dari satu sel ke sel lainnya. Ustadz Iman adalah pembimbing rohani Islam > para tahanan yang kerap memberikan pelajaran mental bagi setiap tahanan yang > ada di Lapas Sukamiskin. Sepekan dua kali biasanya ustadz Iman datang ke > lapas. Demi melihat datangnya ustadz Iman maka Mukhlis pun memanggil beliau > dari balik jeruji. > > Terjadilah obrolan antara Mukhlis dan ustadz Iman. Banyak nasehat yang > disampaikan sang ustadz kepada Mukhlis, termasuk salah satu nasehatnya > adalah agar Mukhlis rajin bersedekah. > Ustadz Iman menyampaikan bahwa sedekah itu menjadi salah satu cara yang > membuat datangnya pertolongan Allah Swt. > Mukhlis meresapi nasehat itu, maka sejurus kemudian ia bangkit untuk > mengambil sesuatu. Ia buka tas dan dari dalam tas tersebut ia ambil uang > sejumlah Rp 1 juta dan ia berikan kepada sang ustadz. > “Ustadz..., mohon salurkan uang ini sebagai sedekah saya. Terserah ustadz > mau berikan kepada siapa... saya berharap dengan sedekah ini saya akan > mendapat pertolongan Allah seperti yang ustadz sampaikan kepada saya!” > > Sang Ustadz menerima sedekah Mukhlis. Beliau berjanji untuk menyalurkan > sedekah tersebut selekas mungkin. Tak lupa sang Ustadz mendoakan Mukhlis > agar segala masalah yang ia hadapi diberi kemudahan oleh Allah Swt. > > Sejurus kemudian ustadz Iman pun berlalu meninggalkan Mukhlis. > > ===0=== > > Ustadz Iman kembali ke kampungnya. Sebelum beliau tiba di rumah beliau > menyempatkan untuk mampir di sebuah warung kecil. Beliau membeli sesuatu di > sana. Teringat akan titipan sedekah Mukhlis, maka ustadz Iman pun berbincang > dengan pemilik warung. > > “Bu, punten..., apakah di warung ini ada orang-orang miskin yang punya > hutang dan belum bisa terlunaskan? !” tanya ustadz Iman kepada ibu pemilik > warung. > “Ada ustadz....! ada beberapa orang susah yang punya hutang di warung > saya.” jawab ibu pemilik warung. > “Berapa orang bu kira-kira jumlah mereka dan besaran hutangnya?!” kejar > ustadz Iman lagi. > > Maka ibu pemilik warung pun menceritakan bahwa ada sejumlah orang miskin > yang berhutang di warungnya, dan itu membuat usahanya sulit berkembang sebab > modal yang ia putar tertahan oleh hutang-hutang mereka. > > Sang ibu pemilik warung menyebutkan sejumlah nama, namun setelah dihitung > semua orang itu memiliki jumlah hutang Rp 1,8 juta. Sang ibu mengutarakan; > biasanya mereka berhutang keperluan sehari-hari seperti sembako, namun > rupanya mereka selalu tidak mampu membayar hutangnya sementara sang ibu > tidak tega kalau mendengar mereka mengiba, maka ia pun memberikan izin > kepada mereka untuk berhutang di warungnya. > > Usai mendapat penjelasan dari ibu pemilik warung maka ustadz Iman > menjelaskan bahwa ia memiliki titipan sedekah sebesar 1 juta rupiah. Beliau > meminta kepada ibu pemilik warung untuk menghitung siapa saja kiranya yang > bisa ditolong agar terbebas dari hutang. > > Sang ibu pemilik warung amat senang mendengarnya. Maka ia memberikan data > orang-orang susah yang kerap berhutang di warungnya. Setelah dihitung maka > ada 7 nama di antara mereka yang bisa dilunaskan hutangnya dengan uang > sedekah 1 juta rupiah tersebut. > > Dengan baca basmalah ustadz Iman menyerahkan uang sedekah Mukhlis kepada > ibu pemilik warung. Sang ibu berucap syukur dan ia mengangkatkan tangan > seraya berdoa kepada Allah Swt atas anugerah-Nya yang telah menggerakan hati > Mukhlis, orang yang tidak dikenalnya, untuk mau melunasi hutang-hutang orang > susah yang ada di warungnya. > > Ibu pemilik warung berjanji kepada ustadz Iman untuk memberitahukan kepada > 7 nama tadi kabar gembira ini. Maka saat kesemua nama tadi mendapatkan kabar > tersebut maka mereka pun bersyukur kepada Allah Swt dan mendoakan Mukhlis > dengan penuh kesungguhan. > > ===0=== > > Ina, istri Mukhlis datang berkunjung ke lapas pada hari Kamis. Ada gurat > kegembiraan pada wajahnya. Saat Mukhlis datang di ruang besuk, maka Ina > bangkit dari duduknya dan ia tak kuasa menahan tangis. Mukhlis kaget melihat > istri tercintanya menangis. Mukhlis menanyakan apa gerangan namun Ina tidak > mampu menjawab apa-apa. Tubuhnya bergetar dan terlihat banyak air mata yang > mengalir di pipinya. Ina mengeluarkan secarik surat berwarna putih dari > tasnya. Surat itu ia serahkan kepada Mukhlis dan langsung surat itu dibaca. > > Tidak banyak kata dan kalimat tertulis dalam surat itu. Namun demi membaca > surat tersebut, maka Mukhlis pun tertunduk dan mulai meneteskan air mata > haru. > > “Allahu akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... > Alhamdulillah ya Rabb.... sungguh Engkau Maha Penolong dan Maha Pemurah... > Engkau tolong hamba-Mu yang lemah ini untuk keluar dari masalah” pekik > Mukhlis dalam doa. > > Dalam surat tertanggal hari Selasa dua hari yang lalu tertulis bahwa > perusahaan tempat Mukhlis berhutang menyatakan bahwa hutangnya SEBESAR 1 > MILYAR RUPIAH TELAH DIHAPUSKAN! > > Mukhlis dan Ina saling berpegangan tangan. Mereka sungguh bahagia mendengar > berita gembira ini. Berita ini sungguh membuat beban hutang Mukhlis > bertambah ringan. Maka usai bertemu dan bertukar kabar, beberapa saat > kemudian Ina pun berpamitan untuk pulang ke rumah. > > ===0=== > > Keesokannya adalah hari Jumat. Seluruh penghuni lapas bersiap untuk > melaksanakan shalat Jum'at. Saat menanti datangnya waktu Jum'at tiba > Mukhlis mengisinya dengan dzikir dan i'tikaf. Begitu adzan Zuhur > dikumandangkan maka naiklah sang khatib yang tiada lain adalah ustadz Iman. > Saat menyimak khutbah Jum'at yang disampaikan ustadz Iman maka air mata > Mukhlis kembali menetes deras. Mukhlis mengingat perjumpaannya dengan ustadz > Iman pada hari Ahad lalu dan ia teringat sedekah satu juta rupiah yang ia > titipkan kepada beliau. Sungguh sedekah itu telah dibayar Allah Swt hanya > dalam tempo 2 hari menjadi 1000 kali lipat. > > Saat shalat Jum'at usai, maka Mukhlis mendatangi ustadz Iman. Ia > menyampaikan ucapan terima kasih yang berulang-ulang atas bantuan ustadz > Iman menyalurkan sedekahnya. Ustadz Iman pun kembali mengucapkan terima > kasih. Beliau sampaikan bahwa pemilik warung dan 7 orang yang berhutang juga > turut berterima kasih kepada Mukhlis dan mendoakan. Mendengarkan penuturan > ustadz Iman kembali air mata haru mengalir deras di pipi Mukhlis. > Sambil terisak Mukhlis berkata kepada ustadz Iman, “Ustadz..., janji Allah > Swt yang ustadz sebutkan bagi orang yang bersedekah sungguh kini telah saya > rasakan. Sedekah saya kemarin dalam dua hari sungguh telah Allah bayarkan > kepada saya sebesar 1000 kali lipat!” > > Mukhlis pun merangkul erat tubuh ustadz Iman. Kedua manusia itu tak > henti-hentinya berucap hamdalah dan bersyukur kepada Allah Swt. Ada > kebahagiaan yang tiada terperi di hati kedua manusia itu. Keduanya menjadi > saksi atas janji Allah, bahwa masalah yang dihadapi bisa mudah diatasi > asalkan kita saling menolong terhadap sesama. > > Rasulullah Saw bersabda, “Allah Swt senantiasa menolong seorang hamba, > selagi sang hamba kerap menolong saudaranya.” HR.Muslim dari Abu Hurairah. > > Apakah Anda ingin mencoba cara ini?! Semoga Allah mudahkan jalan Anda! > Amien > > Cahaya Langit, > Bobby Herwibowo > > > ------------------------------ > Menambah banyak teman sangatlah mudah dan > cepat.<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/> > Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! > >

