Sebulan lalu keluar fatwa haram merokok oleh salah satu organisasi keagamaan. Namun beberapa pihak masih meyakini bahwa hukum merokok adalah makruh. Masih belum jelas apakah fatwa ini bermuara pada pelarangan penanaman tembakau, padahal di banyak tempat di negara ini petaninya sudah puluhan tahun terbiasa menanam tembakau. Bahkan hasil panen tembakau dianggap masih primadona mengangkat perekonomian lokal. Sekitar setahun yang lalu, pabrik rokok penghasil rokok kualitas nomor satu di negeri ini dijual ke pemilik dari benua lain. Tentu saja niat si pemilik baru ini akan memajukan pabrik rokoknya, baik penjualan di Indonesia maupun di luar negeri. Anehnya, propaganda anti rokok dengan stimulan dana yang cuamik juga datang dari negara yang sama. Konon dana anti rokok ini mengujur dari seorang gubernur yang kaya raya. Lewat media, terkuak bahwa dana itu sudah diterimakan ke beberapa organisasi di negeri ini, baik agama, univertas maupun konsumen, yang tujuannya untuk propaganda anti rokok. Pemerintah pusat juga merencanakan pembatasan budidaya tembakau. Jika peraturan itu jadi dilegalkan, maka masalah sosial per-tembakau-an akan makin mengemuka, terutama di kabupaten-kabupaten sentra tanaman tembakau. Dari fenomena ini, agaknya tekanan dari segala lini semakin nyata pada pelestarian tembakau. NAMUN, begitu terkesima ketika mengetahui banyak pemda kabupaten pada tahun lalu dan tahun ini yang membuat kegiatan penelitian tentang kesesuaian lahan untuk tembakau dan penyusunan masterplan tembakau. Nah lho!, ada apa ini?Satu sisi, terkesan tembakau akan cenderung di batasi. Tetapi sisi yang lain malah banyak pihak akan mengembangkannya.Inilah sisi misterinya.Agaknya tembakau bukan sekedar disorot dari segi halal-haram saja. Namun tembakau diduga telah menjadi bagian dari komoditas unggulan yang merupakan persaingan politik perdagangan tingkat internasional. Boleh jadi lokasi yang sudah berkembang akan dihambat, karena ada upaya pengembangan di lokasi yang lain. Bisa juga pelakunya yang akan berbeda. Tulisan ini menarik untuk didiskusikan, mungkin ada yang punya informasi yang lebih akurat dari fenomena im-yang ini........ M Kun

