Sepuluh tahun lalu, ada isue sawah sebagai penipis ozon karena dianggap penyumbang gas metan. Ternyata anggapan ini hanyalah isue memojokkan terhadap keberadaan padi, karena bangsa asia sudah terbiasa makanan pokoknya padi. Ceritanya biar si Gandum merajai wilayah asia, khususnya dengan masuknya makanan roti dan mie instan.Kemudian beberapa bangsa di asia membuat penelitian tandingan, yang intinya sawah punya multifungsi, bukan sekedar penghasil beras belaka. Malah gerakan ini terespon sampai pencanangan ketahanan pangan dengan cara membuat kawasan sawah lestari. Nah, beberapa tahun terakhir ini kita disibukkan dengan isu pemanasan global. Argumennya 100 tahun terakhir terjadi pencemaran luar biasa, sehingga suhu meningkat, es mencair, permukaan laut naik, terjadi perubahan iklim, dll, sehingga seluruh dunia diharapkan dapat melakukan mitigasi dan adaptasi secara global.Terhadap isue ini, ada 2 misteri yang menarik untuk disimak. Pertama, negara-negara barat seakan kompak, tentu dengan argumen hasil riset, bahwa pertanian (sawah), kehutanan (pembakaran hutan) dan peternakan (kotoran ternak) dianggap menjadi sumber pencemar super tinggi bagi penipisan ozon, bahkan melebihi pencemaran industri negara-negara barat. Ada kesan, negara-negara berkembanglah yang jadi faktor utama penyebab pemanasan global. Kedua, benarkah pemanasan global ini hanya karena faktor pencemaran. Isu ramalan bangsa maya yang hitungan tahunnya berakhir 2012 jadi heboh setelah difilmkan. Namun data yang lebih akurat dari BMKG yang menginformasikan 2012 dan sekitarnya (maju-mundur) akan terjadi ledakan-ledakan di permukaan matahari. Ini peristiwa biasa dari matahari, secara periodik. Tapi dampaknya dapat berimbas sampai bumi. Dampak ini selain gelombang elektromagnetik, bisa juga turut meningkatkan suhu bumi secara drastis. Terhadap misteri yang pertama, kita kan tahu bahwa sejak jaman nenek moyang dahulu aktifitas pertanian-peternakan-kehutanan sudah dilakukan. Kok tiba-tiba diklaim sebagai penyebab utama pencemaran lingkungan?Misteri kedua, mungkin memang pencemaran akan menaikan suhu, tapi tidak sedrastis pada kisaran 2012 ini. Jadi bisa saja karena faktor alamiah. Mohon yang punya data lebih akurat untuk disharing.Untuk menjadi pencerahan kita semua..... nuwun m Kun

