Terima Kasih buat Pak Kun dan Pak Ery
Setuju, kita akan merasa jauh mencintai Indonesia ketika kita melihat budaya
Luar tidak lebih baik dibanding budaya kita "Jaya Indonesia"

Semoga menginspirasi pemuda-pemuda Kendal yang lain untuk terus berprestasi
dan mohon doanya semoga dimasa depan bisa terus membawa nama baik Kendal






2010/6/24 ery wijaya <[email protected]>

>
>
> Waw keren....
>
> Hehe memang banyak yg punya pengalaman seperti itu, jujur saya juga baru
> pertama kali belajar salah satu tarian tradisional Indonesia malah saat
> berada di negara orang, itu juga karena kita harus perform sebagai mahasiswa
> internasional.
>
> Tetap semangat fis, semoga aktivitas internasionalnya semakin bertambah,
> negara kita butuh pemuda2 yang siap dan berani tampil PD di kancah
> internasional, tunjukkan klo kita bisa hehehe
>
> Salam,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
> http://energyplanning.wordpress.com
> <http://energyplanning.wordpress.com%20>
>
> <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
>  <http://kamase.org>
>
>
> ------------------------------
> *From:* faisal nafis <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thu, 24 June, 2010 12:18:52
>
> *Subject:* [kendal-online] Berbagi Pengalaman Mengikuti GrisTuF di Jerman
>
>
>
> Assalamualaikum,
> Saya Faisal Nafis Mahasiswa Agribisnis IPB 2006
> Sebelumnya mohon maaf jika nambah2in mailbox temen-temen
> Maaf baru sekarang bisa membagi pengalaman dan cerita dari Jerman
>
> Pertama, Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh  pihak yang
> telah membantu saya terutama Bapak Kol(purn) Darmadi sebagai ketua
> paguyuban Kerabat Kendal di Jabotabek yang sangat membantu saya sehingga
> bisa berangkat ke Jerman.
> Alhamdulilah saya mendapat kesempatan menjadi delegasi Indonesia di GriStUF
> 2010 ( Greifswald International Student Festival). Acaranya dari tanggal 26
> mei-6 juni 2010.
>
> Di acara tersebut saya berkesempatan  bertemu 200 mahasiswa dari 49 negara
> Diacara tersebut masing-masing peserta telah dibagi kedalam kelompok2 kecil
> untuk melakukan teoritical workshop
> saya termasuk kedalam  *Politics and ethics of climate change Workshop*
> dalam kelompok tersebut saya mempresentasikan hasil pemikiran saya dan
> berdiskusi dengan mahasiswa international lain mengenai topik tersebut
> workshop ini sangat membuka wawasan dan inspirasi saya karena bisa
> berdiskusi tidak hanya mahasiswa S1 tetapi juga dengan mahasiswa master dan
> program doctoral
>
> Selain mengikuti practical workshop "GristuF at School"
> acara ini beberapa peserta Gristuf berkesempatan untuk mengajar di sekolah
> dasar di kota Griefswald mengenai negara dan budaya masing-masing peserta.
> Pengalaman ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan karena semenjak itu
> saya  menjadi lebih mencintai Indonesia kita.
>
> Pengalaman menarik saat mengajar adalah seluruh siswa sekolah tersebut
> tidak pernah tahu dan mendengar tentang negara Indonesia. Namun setelah saya
> ceritakan bahwa kita negara kepualuan terbesar(punya 17000 pulau), punya
> suhu2 rata2 27-29 sepanjang tahun, dll anak-anak SD tersebut sangat
> terkagum-kagum dan iri dengan kita terlebih lagi setelah saya tampilkan
> video mengenai Indonesia.
> Mereka lantas membandingkan negara mereka (Jerman) yang hanya memiliki 3
> pulau dan suhu paling nyaman adalah waktu musim panas(dan itu hanya 2-3
> bln)
>
> Selain itu kami kenalkan Angklung kepada mereka, mereka sangat gembira dan
> kagum dengan angkung yang berbunyi menarik. Mereka juga kami ajak untuk
> memainkan anklung dan mereka sangat senang sekali terlebih setelah kami
> memberitahukan bahwa kami akan memberikan angklung tersebut kepada mereka.
> Setelah waktu mengajar tersebut para siswa semakin banyak bertanya mengenai
> Indonesia, dan banyak siswa yang bercita-cita untuk datang ke Indonesia dan
> menikmati keindahan Indonesia.
>
> Pengalaman menarik dan membanggakan bagi seluruh delegasi Indonesia adalah
> saat Meeting Continent
> Pada saat itu kami dari masing2 negara harus menampilkan budaya masing2
> disebuah panggung yang disediakan panitia
> acara tersebut sangat ramai karena tidak hanya seluruh peserta yang hadir
> tetapi juga mahasiswa universitas setempat
> pada kesempatan tersebut kami delegasi Indonesia menampilkan
> *Macapat (Lagu Sastra Jawa: Kebetulan saya yang menampilkanya) , Tari
> piring, Pencak Silat dan Terakhir Poco-Poco*
> Pada waktu poco2 kami juga mengajak seluruh peserta untuk memainkanya
> dan seluruh peserta sangat menikmati setiap gerakan dan goyangan poco2
> Begitu bangganya kami ketika *Penampilan Delegasi Indonesia Menjadi
> Penampilan Terbaik dan kami diminta untuk menampilkan sekali lagi diakhir
> acara.*
>
> Selain itu masih banyak pengalaman tak terlupakan lainnya
> Semoga tulisan ini bisa menginspirasi bagi semua
>
> untuk melihat dokumentasi foto2 kegiatan disana bisa click link dibawah ini
> :
> http://www.facebook .com/album. 
> php?aid=2059656&id=1558426277&ref=pb<http://www.facebook.com/album.php?aid=2059656&id=1558426277&ref=pb>
> dan
> http://www.facebook .com/album. 
> php?aid=2058686&id=1558426277&ref=pb<http://www.facebook.com/album.php?aid=2058686&id=1558426277&ref=pb>
>
> Salam
>
> Faisal Nafis
> Agribisnis FEM  IPB 2006
>
>
>  
>

Kirim email ke