thanks ilmu-nya ya...

jadi tambah tahu nih saya.... ;-D




--hajir--

=====================

Lagi nyiapin rilis SISFOKOL v3.0 edisi revisi (code:Sawah Siring). Ini 
merupakan rilis terakhir dari SISFOKOL, yg selama 5tahun ini berbentuk file 
source code packed. Karena mulai tahun depan, SISFOKOL akan berbentuk distro 
linux.

=====================

--- On Thu, 8/12/10, ery wijaya <[email protected]> wrote:

From: ery wijaya <[email protected]>
Subject: Re: [kendal-online] Tahukan anda, konon, KOLAK TAK SEHAT UNTUK BERBUKA 
PUASA ...?
To: [email protected]
Date: Thursday, August 12, 2010, 2:44 PM







 



  


    
      
      
      Dari info yang saya dapat bahwa kurma yang dijual di pasaran bukanlah 
buah kurma asli, artinya adalah kurma yang sering kita temui adalah buah kurma 
yang telah dikeringkan dan diawetkan dengan gula, jadi seperti manisan kurma. 
Berbeda dengan kurma yang orang arab/Rasul nikmati adalah buah kurma segar dari 
pohonnya. Nah, jadi kurang tepat juga kalau orang Indonesia berbuka dengan 
kurma, alangkah lebih tepat kalau kita berbuka dengan buah-buahan segar yang 
manis.

Seperti yang Prof. Mudasir pernah jelaskan di milis ini saat Ramadhan dua tahun 
lalu, sbb:

Manis dalam buah secara kimia lain dengan manisnya gula. manis buah bisa 
langsung dicerna oleh tubuh tanpa mengambil banyak energi dari 
tubuh sehingga kita tidak menjadi lemas, sedangkan manisnya gula 
(sukrosa) untuk dapat menjadi energi bagi tubuh perlu peruraian dulu dan
 memerlukan energi dari tubuh sehingga setelah berbuka dengan yang 
manis-manis biasanya badan akan terasa lemas (ngantuk) barang 1/2- 1 jam
 sebelum gula tadi dapat diubah menjadi energi tambahan sehingga menjadi
 malas untuk sholat terawih. Demikian, semoga bermanfaat :)

Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/
http://energyplanni ng.wordpress. com 


  

From: moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Thu, 12 August, 2010 14:20:51
Subject: [kendal-online] Tahukan anda, konon, KOLAK TAK SEHAT UNTUK BERBUKA 
PUASA ...?








 



    
      
      
      Ini dari milis tetangga, semoga bermanfaat








 



    
      
      
      



KOLAK TAK SEHAT UNTUK BERBUKA PUASA 

Kolak, makanan khas yang selalu ada dalam menu berbuka puasa, menurut ahli 
nutrisi ternyata bukanlah makanan sehat untuk dimakan setelah 14 jam menahan 
lapar dan haus. Pada acara bincang-bincang Cara Mudah Mengikuti Food Combining, 
di Balai Sidang Jakarta, akhir pekan lalu, ahli nutrisi Wied Harry Apriadji, 
mengatakan kolak tidak sehat karena mengandung gula dan lemak yang terlalu 
tinggi. Kombinasi keduanya membuat alat pencernaan secara tiba-tiba bekerja 
berat, setelah sebelumnya beristirahat seharian. Lulusan Institut Pertanian 
Bogor itu menyarankan agar mengikuti teladan nabi Muhammad SAW yang hanya makan 
kurma dan minum air putih untuk berbuka. Karena meskipun mengandung yang 
kadarnya cukup tinggi, dan sama-sama manis seperti kolak, karbohidrat yang 
dikandung kurma
 mudah dicerna.


"Dalam berpuasa yang harus ditekankan nilai spriritualnya. Puasa akan menjadi 
percuma kalau kita hanya merubah jam makan yang harusnya siang menjadi malam," 
ujar Wied. Menurut Wied, dalam analisa nutrisi, orang yang hanya minum air 
putih selama 40 hari tidak akan sakit dan meninggal. Kebutuhan nutrisinya juga 
akan terpenuhi.


"Kan kalo berpuasa kita tidak banyak keinginan sehingga nutrisi tidak banyak 
terkuras. Saat berpuasa semuanya akan lebih tenang, nutrisi lebih dihemat," 
kata konsultan gizi yang juga redaktur sebuah majalah kesehatan itu. Wied 
pernah merenarapkan pola makan Food Combining dengan cara mengonsumsi buah dan 
sayur secara terpisah, dan porsinya sama dengan asupan karbohidrat serta 
protein ke dalam tubuh. Selain itu, protein dan karbohidrat juga tidak dimakan 
bersamaan. Cara makan seperti itu dibuat dengan mempertimbangkan lamanya proses 
pencernaan dalam tubuh agar nutrisi zat makanan dapat diserap secara sempurna. 
Pola makan seperti itu dibuat dengan mempertimbangkan lamanya proses pencernaan 
dalam tubuh agar nutrisi zat makanan dapat diserap secara sempurna. Pola makan 
semacam itu tetap diterapkan saat menjalankan puasa. Meskipun porsi makan 
menjadi lebih sedikit. Namun, dengan penyerapan maksimal, tubuh tetap dapat 
menjalankan aktivitas sehari-hari
 secara normal.


Kalau minum es belum-belum sudah kenyang
Rasa lapar dan haus saat puasa lebih merupakan efek sesaat yang dapat diatur. 
Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda mutlak dari kebutuhan 
tubuh akan makanan. Kebutuhan energi, untuk bekerja misalnya, bisa dipenuhi 
dengan cadangan energi pada hati, otot, lemak di bawah kulit, dll. Justru 
berpuasa merupakan kesempatan memobilisasi timbunan lemak. Puasa juga 
mengistirahatkan "mesin pencernaan" selama beberapa jam. Oleh karena itu, puasa 
tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam banyak kasus justru 
membuat tubuh lebih sehat. Untuk itu diperlukan pengaturan berbuka dan makan 
sahur yang benar. Berbuka dan makan sahur tidaklah sekadar memasukkan makanan. 
Selama berpuasa, kaar gula dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan keadaan 
tidak berpuasa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang segera dapat 
digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat berbuka puasa, tetapi
 jangan berlebihan sebab akan mengganggu kenikmatan menyantap menu utama.


Berikut saran Dr. H. Anies, MKK, PKK, Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas 
Kedokteran Undip, Semarang, dalam memilih menu sehat saat berbuka dan sahur.

a. Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum air es atau 
es yang dicampur kedalam minuman sebelum menyantap makanan. Cara ini sangat 
merugikan karena es dapat menahan rasa lapar. Akibatnya, hidangan lain yang 
lebih bergizi bisa tidak disantap, sehingga mengurangi asupan nutrisi yang 
diperlukan. Hindari minum es saat berbuka puasa.


b. Saat berbuka mulailah dengan minuman manis hangat dan makanan ringan yang 
mudah dicerna. Bisa teh manis, sirop, ditemani kurma, pisang goreng, atau 
pisang sale. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur normal bisa dilakukan 
shalat magrib.


c. Setengah jam kemudian barulah nikmati menu utama. Makanlah secukupnya. Dua 
jam kemudian, setelah shalat tarawih, dapat menyantap hidangan yang masih ada.

d. Makan sahur jangan dianggap sepele. Tidak jarang orang enggan bangun, 
padahal makan sahur sangat penting untuk mengimbangi zat gizi yang tidak 
diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Makan sahur jangan asal kenyang, tetapi 
harus bergizi tinggi. Hidangan sahur harus bisa menjadi cadangan kalori dan 
protein serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan. Dengan demikian, rasa 
lapar tidak cepat dirasakan. Makanan yang cukup mengandung protein dan lemak 
adalah; nasi, telur, dendeng, rendang, ikan dan tentu saja sayuran. Dengan 
berbuka dan sahur secara sehat, berbagai gangguan kesehatan bisa dihindari. 
Namun bukan berarti semua orang sakit boleh berpuasa. Hal itu sangat bergantung 
pada kondisi pasien dan penyakitnya. 


-- 



    
     



 





    
     










      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke