Mas Widodo Ysh. Saya juga termasuk penggemar kurma, namun juga belum pernah merasakan buah kurma yg segar tanpa manisan gula itu seperti apa hehehe. Saya mendapatkan cerita dari salah seorang teman yang beberapa kali melakukan perjalanan umroh, dan dalam paket umroh itu ada semacam wisata ke perkebunan buah kurma, nah disitu beliau dijelaskan bagaimana proses pengawetan buah kurma yang akan dikirim ke negara lain agar bisa tahan hingga berbulan-bulan tanpa membusuk dan bahkan membuat cita rasa manis buah kurma menjadi tetap nikmat, yakni dengan melapisi gula (seperti dendeng daging sapi).
Kalau mungkin ingin merasakan buah kurma segar kita bisa datang ke negara2 penghasil kurma semaca mesir, arab dan india heehe...semoga Allah memberikan kita kesempatan dan kemampuan untuk datang ke tanah arab Salam, Ery Wijaya http://erywijaya.wordpress.com/ ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, 16 August, 2010 8:48:45 Subject: Re: [kendal-online] Tahukan anda, konon, KOLAK TAK SEHAT UNTUK BERBUKA PUASA ...? Saya penggemar buah kurma juga. Tapi sayang belum punya kesempatan membeli di negerinya langsung. :) Saya pernah ketemu dengan kurma (beli di minimarket) dengan tekstur kulitnya yg masih bagus dan masih menempel di tangkainya. Rasanya masih empuk dan tidak terlalu manis. Apakah itu juga termasuk yang diawetkan dengan gula (manisan) ya? Jadi penasaran nih dengan rasa kurma yang masih asli.... seperti apa ya? Makasih infonya mas Ery. Salam Widodo ----- Original Message ----- >From: ery wijaya >To: [email protected] >Sent: Thursday, August 12, 2010 2:44 PM >Subject: Re: [kendal-online] Tahukan anda, konon, KOLAK TAK SEHAT UNTUK >BERBUKA PUASA ...? > > >Dari info yang saya dapat bahwa kurma yang dijual di pasaran bukanlah buah >kurma asli, artinya adalah kurma yang sering kita temui adalah buah kurma >yang telah dikeringkan dan diawetkan dengan gula, jadi seperti manisan >kurma. >Berbeda dengan kurma yang orang arab/Rasul nikmati adalah buah kurma segar >dari pohonnya. Nah, jadi kurang tepat juga kalau orang Indonesia berbuka >dengan kurma, alangkah lebih tepat kalau kita berbuka dengan buah-buahan >segar yang manis. > >Seperti yang Prof. Mudasir pernah jelaskan di milis ini saat Ramadhan dua >tahun lalu, sbb: > >Manis dalam buah secara kimia lain dengan manisnya gula. manis buah bisa >langsung dicerna oleh tubuh tanpa mengambil banyak energi dari tubuh >sehingga >kita tidak menjadi lemas, sedangkan manisnya gula (sukrosa) untuk dapat >menjadi energi bagi tubuh perlu peruraian dulu dan memerlukan energi dari >tubuh sehingga setelah berbuka dengan yang manis-manis biasanya badan akan >terasa lemas (ngantuk) barang 1/2- 1 jam sebelum gula tadi dapat diubah >menjadi energi tambahan sehingga menjadi malas untuk sholat terawih. > > Demikian, semoga bermanfaat :) > >Salam, > > >Ery Wijaya >http://erywijaya. wordpress. com/ >http://energyplanni ng.wordpress. com > > > > > > > > ________________________________ From: moh anto <anto_sarimanan@ yahoo.com> >To: kendal-online@ yahoogroups. com >Sent: Thu, 12 August, 2010 14:20:51 >Subject: [kendal-online] Tahukan anda, konon, KOLAK TAK SEHAT UNTUK BERBUKA >PUASA ...? > > >Ini dari milis tetangga, semoga bermanfaat > > >> >> >> >> >>KOLAK TAK SEHAT UNTUK BERBUKA PUASA >>Kolak, makanan khas yang selalu ada dalam menu berbuka puasa, >>menurut >>ahli nutrisi ternyata bukanlah makanan sehat untuk dimakan setelah >>14 >>jam menahan lapar dan haus. Pada acara bincang-bincang Cara Mudah >>Mengikuti Food Combining, di Balai Sidang Jakarta, akhir pekan >>lalu, >>ahli nutrisi Wied Harry Apriadji, mengatakan kolak tidak sehat >>karena >>mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi. Kombinasi keduanya >>membuat alat pencernaan secara tiba-tiba bekerja berat, setelah >>sebelumnya beristirahat seharian. Lulusan Institut Pertanian Bogor >>itu menyarankan agar mengikuti teladan nabi Muhammad SAW yang >>hanya >>makan kurma dan minum air putih untuk berbuka. Karena meskipun >>mengandung yang kadarnya cukup tinggi, dan sama-sama manis seperti >>kolak, karbohidrat yang dikandung kurma mudah dicerna. >> >>"Dalam berpuasa yang harus ditekankan nilai spriritualnya. Puasa >>akan >>menjadi percuma kalau kita hanya merubah jam makan yang harusnya >>siang menjadi malam," ujar Wied. Menurut Wied, dalam analisa >>nutrisi, >>orang yang hanya minum air putih selama 40 hari tidak akan sakit >>dan >>meninggal. Kebutuhan nutrisinya juga akan terpenuhi. >> >>"Kan kalo berpuasa kita tidak banyak keinginan sehingga nutrisi >>tidak >>banyak terkuras. Saat berpuasa semuanya akan lebih tenang, nutrisi >>lebih dihemat," kata konsultan gizi yang juga redaktur sebuah >>majalah >>kesehatan itu. Wied pernah merenarapkan pola makan Food Combining >>dengan cara mengonsumsi buah dan sayur secara terpisah, dan >>porsinya >>sama dengan asupan karbohidrat serta protein ke dalam tubuh. >>Selain >>itu, protein dan karbohidrat juga tidak dimakan bersamaan. Cara >>makan >>seperti itu dibuat dengan mempertimbangkan lamanya proses >>pencernaan >>dalam tubuh agar nutrisi zat makanan dapat diserap secara >>sempurna. >>Pola makan seperti itu dibuat dengan mempertimbangkan lamanya >>proses >>pencernaan dalam tubuh agar nutrisi zat makanan dapat diserap >>secara >>sempurna. Pola makan semacam itu tetap diterapkan saat menjalankan >>puasa. Meskipun porsi makan menjadi lebih sedikit. Namun, dengan >>penyerapan maksimal, tubuh tetap dapat menjalankan aktivitas >>sehari-hari secara normal. >> >>Kalau minum es belum-belum sudah kenyang >>Rasa lapar dan haus saat puasa lebih merupakan efek sesaat yang >>dapat >>diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda >>mutlak >>dari kebutuhan tubuh akan makanan. Kebutuhan energi, untuk bekerja >> >>misalnya, bisa dipenuhi dengan cadangan energi pada hati, otot, lemak >> >>di bawah kulit, dll. Justru berpuasa merupakan kesempatan memobilisasi >> >>timbunan lemak. Puasa juga mengistirahatkan "mesin pencernaan" selama >> >>beberapa jam. Oleh karena itu, puasa tidak harus menimbulkan gangguan >> >>kesehatan, bahkan dalam banyak kasus justru membuat tubuh lebih sehat. >> >>Untuk itu diperlukan pengaturan berbuka dan makan sahur yang benar. >> >>Berbuka dan makan sahur tidaklah sekadar memasukkan makanan. Selama >> >>berpuasa, kaar gula dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan >>keadaan tidak berpuasa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang >>segera dapat digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat >> >>berbuka puasa, tetapi jangan berlebihan sebab akan mengganggu >>kenikmatan menyantap menu utama. >> >>Berikut saran Dr. H. Anies, MKK, PKK, Dosen Ilmu Kesehatan >>Masyarakat >>Fakultas Kedokteran Undip, Semarang, dalam memilih menu sehat saat >>berbuka dan sahur. >> >>a. Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum >>air >>es atau es yang dicampur kedalam minuman sebelum menyantap >>makanan. >>Cara ini sangat merugikan karena es dapat menahan rasa lapar. >>Akibatnya, hidangan lain yang lebih bergizi bisa tidak disantap, >>sehingga mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan. Hindari minum >>es >>saat berbuka puasa. >> >>b. Saat berbuka mulailah dengan minuman manis hangat dan makanan >>ringan yang mudah dicerna. Bisa teh manis, sirop, ditemani kurma, >>pisang goreng, atau pisang sale. Setelah kadar gula darah >>berangsur-angsur normal bisa dilakukan shalat magrib. >> >>c. Setengah jam kemudian barulah nikmati menu utama. Makanlah >>secukupnya. Dua jam kemudian, setelah shalat tarawih, dapat >>menyantap >>hidangan yang masih ada. >> >>d. Makan sahur jangan dianggap sepele. Tidak jarang orang enggan >>bangun, padahal makan sahur sangat penting untuk mengimbangi zat >>gizi >>yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Makan sahur >>jangan >>asal kenyang, tetapi harus bergizi tinggi. Hidangan sahur harus >>bisa >>menjadi cadangan kalori dan protein serta membuat lambung tidak >>cepat >>hampa makanan. Dengan demikian, rasa lapar tidak cepat dirasakan. >>Makanan yang cukup mengandung protein dan lemak adalah; nasi, >>telur, >>dendeng, rendang, ikan dan tentu saja sayuran. Dengan berbuka dan >>sahur secara sehat, berbagai gangguan kesehatan bisa dihindari. >>Namun >>bukan berarti semua orang sakit boleh berpuasa. Hal itu sangat >>bergantung pada kondisi pasien dan penyakitnya. >> >> >>-- >> > >

