Fokuskan di part Drum dan Bass. Untuk yg 2 ini, gunakan quantize 1/16 
tsb.
Buatlah kedua part ini serapi mungkin. Setelah itu baru isi part lain 
(accomp) pakai quantize ato ga udah ga masalah. Krn rhytm pokok itu 
ada di drum dan bass.
Jadi, sekali lg, fokus dulu di drum dan bass. Buat serapi mungkin.
Kl kedua part tsb udah rapi, saat mengisi accomp, kemungkinan besar, 
akan ikut rapi, krn pemandunya udah rapi.

Salam
ANTONI PASARIBU
http://solfegio.wordpress.com


--- In [email protected], "ipgd_bali" 
<ipgd_b...@...> wrote:
>
> Dear all,
> berhubung keyboard saya yang baru bisa bikin style sendiri,
> saya mau coba bikin style sendiri.
> 
> Adapun kendala pertama yang saya hadapi ketika live recording 
ialah : 
> tempo yang tidak tepat,
> Ini solusinya gimana yach,
> Kalau menggunakan Quantize rasanya agak kaku.
> Tapi kalau ketukan di quantizenya dipilih terlalu kecil jadinya 
sama saja.
> Kalau menggunakan Event Edit agak binun juga,
> apa ini kelemahannya keyboard saya, yang nggak bisa edit style
> pake score (notasi not balok) yach ?
> 
> Adapun background saya hanya fasih memainkan note 1/16 ketuk.
> Nah pada beberapa track, (drum biasanya lebih sering), sepertinya 
> banyak sekali yang lebih kecil dari 1/16 ketuk.
> Seperti Iringan Piano pada style Pop Indonesia :
> Cring ,,,, Cring , Cring,Cring , Cring ,, Cring ,,,, Cring
> Saya bisa sih memainkannya langsung di keyboard tapi temponya 
"goyang"
> 
> Bagaimana mensiasatinya yach.
> Apakah saya harus memperdalam lagi sampai 1/32, tuplet dll dll.
> 
> mohon tips & triknya
>


Kirim email ke