Kalau Bapak memandang track gitar, string, dan lainnya dengan ciri
khas yang mewarnai satu style. Sedang saya memandang drum dan bas
sebagai pemandu tempo dalam pembuatan style.
Karena itu, dalam membuat style pengisian track drum dan bass menjadi
yang utama sebelum menginjak ke track-track yang lain. Itu yang saya
istilahkan sebagai backbone.

Boleh kok protes pak.
Bisa jadi ada lagu yang tidak pas betul pukulan drumnya dengan drum
pattern atau style yang sudah ada yang kita punya. Setidaknya kita
bisa mencomot yang paling mendekati, kemudian kita sesuaikan di sana
sini. Misalnya pukulan cymbalnya, hihatnya, atau yang lainnya, agar
sesuai.

Mungkin untuk satu style tidak cukup dengan satu pattern. Variation 1
comot dari sini, Variation 2 dari sana, fill in potong dari sini,
begitu seterusnya. Bahkan kalau perlu comot drum track dari midi.
Hanya intro yang memang agak susah, karena harus manual, atau membuat
midinya terlebih dulu, baru dikonvert.

Cara seperti itu yang selama ini saya pakai pak, saat saya masih pakai
Roland. Kedengarannya ribet, tetapi inilah cara mendapat hasil lebih
baik dan lebih cepat daripada harus buat drum track sendiri mulai dari
nol.
Ingin saya sertakan contoh style buatan saya itu untuk Bapak nilai,
sayangnya disketnya udah berjamur. Maklum keyboard jadul.

--- In [email protected], "VW music"
<vw_mu...@...> wrote:
>
> Rasanya tdk tepat kalau dikatakan track drum dan bass sebagai backbone
> nya pak. Mengambil istilah bpk, 'roh' dari style itu justru terletak
> bukan di drum dan bass nya loh tapi justru track diluar itu. 
> 
> Boleh protes khan hehehe.....mau protes nih kalau dikatakan:
> '> karena ketukan drum
> > sebenarnya ya seperti itu-itu saja kan?'
> 
> kombinasi drum itu banyak sekali lho. apalagi kalau perkusi jg
> dimasukkan sebagai track drum, makin lbh banyak lagi tuh variannya.
> Contoh utk style ballad, hanya dari bunyi bass drum saja variasinya
> sdh banyak.
> Memang butuh ketelitian dlm mendengar dan menyimak permainan drum,
> baru kita bs merasakan perbedaan tsb. 
> 
> 
> TIA,
> P. Tjandra.
> 
> 
> --- In [email protected], "tutug" <tutug@>
> wrote:
> >
> > Kata orang, 'backbone' style adalah pada drum dan bass. Karena ketukan
> > atau tempo dikendalikan oleh drum dan bass. Jadi jika track drum dan
> > bass bisa kita isi, maka yang lain mudah. 
> > Tetapi tidak mudah mengisi track drum secara manual, terutama bagi
> > yang tidak terbiasa.
> > Saya punya cara mengisi track drum dengan pattern drum yang sudah
> > tersedia melalui software atau download. Lagu apapun yang akan Bapak
> > bikin style-nya, pattern drumnya pasti tersedia, karena ketukan drum
> > sebenarnya ya seperti itu-itu saja kan? Atau kalau tidak punya drum
> > pattern, bapak bisa ambil track drum dari style yang sudah ada.
> > Dengan mencomot sana-sini, lalu bapak gabungkan, kemudian jangan lupa
> > untuk menyesuaikan jenis sound dan velocity-nya, jadi deh.
> > 
> >
>


Kirim email ke