Teu ngarti naon maksudna ieu teh
At 07:38 AM 12/30/2005, you wrote: >Intelejen dan Islam Radikal > >oleh : He-Man* > > >Setelah Soeharto memperoleh kekuasaan ia dihadapkan pada >kondisi ideologi Nasakom hasil binaan rezim lama masih kuat >dan masih dianggap sebagai sebuah ancaman besar bagi rezim >Karena itulah rezim orba kemudian mengeluarkan kebijakan >ideologis untuk menanganinya.Kebijakan ideologis dan politis >pada masa awal orba yang itempuh adalah menghancurkan >kaum komunis , menekan kaum nasionalis, dan mencegah >naiknya kekuatan islam. > >Setelah kekuatan komunis ditumpas habis ,maka kekuatan kaum >nasionalis seperti PNI dilumpuhkan dengan menempatkan Hadisubeno >menyingkirkan Hardi yang kritis pada pemerintah.Motor utama untuk >melaksanakan kebijakan ideologis orba ini diserahkan kepada >aparat intelejen > >Dan setelah berhasil menuntaskan kebijakan terhadap kaum komunis >dan nasionalis.Maka target selanjutnya diarahkan pada kelompok Islam. >Kebijakan terhadap kelompok Islam terbilang unik dibandingkan dengan >kebijakan terhadap kelompok komunis dan nasionalis.Walaupun tergabung >dalam Nasakom tapi kelompok Islam memiliki peran dan jasa besar dalam >menghancurkan kekuatan komunis dan meruntuhkan rezim Soekarno >selain karena kenyataan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah >penganut agama Islam. > >Karena itu pemerintah memilih jalan yang lebih hati-hati untuk menghadapi >kekuatan islam ini.Untuk mencegah naiknya kekuatan Islam maka pemerintah >harus memiliki alasan dulu untuk menekankannya.Dan kemudian intelejen >sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk melaksanakan ini kemudian >memilih untuk menggunakan tangan kaum radikal Islam . > >Kelompok radikal walaupun memang berbahaya tapi justru membuatnya >menjadi sangat mudah dikendalikan.Psikologi kaum radikal adalah psikologi >orang marah, seperti yang diketahui orang marah sangat kehilangan daya >nalar kritis dan akal sehatnya , sehingga bila mereka liar akan sangat tidak >terkontrol sebaliknya juga mereka menjadi sangat mudah dihasut dan >dibohongi sehingga menjadikannya sebagai pion yang sangat ideal karena >akan mengikuti apa saja kemauan penyuruhnya sekaligus bisa dikorbankan >dengan sangat mudah. > >Dan inilah yang sangat disadari oleh Ali Moertopo sehingga ia kemudian >merekrut para mantan anggota DI/TII yang sedang dibina oleh Kodam >Siliwangi.Aksinya ini ditolak oleh Kepala Bakin pada masa itu Jenderal >Sutopo Juwono juga petinggi Bakin lainnya seperti Jendral Nicklany >(yang kemudian akhirnya di dubeskan) , akan tetapi Ali Moertopo tetap >pada pendiriannya dengan tetap membawa para mantan DI/TII ini ke Jakarta . > >Beberapa pentolan DI/TII yang dibawa antara lain putra dari Kartosuwiryo >yaitu Dodo Muhammad Darda dan Tahmid Rahmad Basuki , Adah Djaelani >Tirtapraja (Ma'had Al Zaitun) , Rahmat Basuki (tersangka pengeboman BCA) , >Amir Fatah , H Ismail Pranoto (Komando Jihad) , Danu Muhammad Hasan , >Helmy Aminuddin (Gerakan Tarbiyah) , Najamuddin (wolya) dll. > > >Tebar , Pancing dan Jaring > >Karena tidak memperoleh dukungan dari para petinggi Bakin, Ali Moertopo >pun membawa para mantan DI/TII ini dibawah pembinaan Opsus.Mereka >kemudian mendapatkan fasilitas dan dukungan finansial yang sangat besar >sehingga menimbulkan kemarahan sejumlah perwira ABRI pada masa itu >terutama dari kalangan Siliwangi yang merasa berjasa menangkap mereka >dengan susah payah bahkan bertaruh dengan nyawa. > >Tapi berkat kedekatan Ali Moertopo pada Soeharto pada masa itu maka >protes-protes itu berhasil diredam.Sejumlah perwira yang menentang proyek >itu pun dengan segera dimutasi dan disingkirkan. > >Ali Moertopo kemudian membina mereka dengan pelatihan-pelatihan intelejen, >seperti pembentukan jaringan , teknik perekrutan anggota , penyamaran , >pembuatan propaganda , operasi cuci otak , teknik teror dan intimidasi >dan lain sebagainya (ini yang menjelaskan kenapa kelompok radikal sangat >ahli dalam melakukan ini semua). > >Setelah dibina mereka pun diterjunkan ke tengah masyarakat untuk menerapkan >ilmunya.Dan peritiwa-peristiwa teror pun terjadi , pemboman BCA , penyerbuan >kantor polisi di Cicendo , Wolya , Lampung , Borobudur dll, dimana semua >peristiwa ini dilakukan oleh para mantan DI/TII binaan opsus. > >Dan aparat pun menangkapi mereka lagi bahkan sebagiannya juga dikorbankan >dengan dibunuh.Tapi setelah tertangkap mereka kemudian dilepas lagi untuk >melakukan aksi-aksi lainnya.Berkat peristiwa-peristiwa itu pemerintah >mendapat >legimitasi untuk menekan kelompok-kelompok Islam.Sejumlah aktivis masjid >di Bandung ditangkapi bahkan organisasi remaja masjid di masjid Istiqamah >pun >dibubarkan dengan tuduhan terlibat peristiwa Cicendo dan Wolya yang >dilakukan oleh jamaah Imron yang diprovokasi oleh Najamuddin, sejumlah >kyai NU di Jawa Timur ditangkapi bahkan dilenyapkan dengan tuduhan terlibat >Komando Jihad yang dikomandani oleh Haji Ismail Pranoto binaan Opsus. >Keterlibatan intelejen dalam kasus-kasus tersebut semakin kentara ketika >dalam kasus persidangan Danu Mohammad Hassan misalnya, ia mengaku >sebagai orang Bakin. "Saya bukan pedagang atau petani, saya pembantu Bakin." >Belakangan Danu mati secara misterius, tak lebih dari 24 jam setelah ia >keluar penjara, dan konon ia mati diracun (Lihat Tempo, 24 Desember 1983) > >Intelejen pun bergerak lebih jauh lagi untuk memprovokasi sejumlah kelompok >melakukan perlawanan yang dengan segera ditumpas dengan kejam oleh >militer.Bahkan kemudian para da'i harus mempunyai surat izin untuk >berceramah >dan semua kegiatan dakwah harus dilaporkan dulu kepada aparat dengan >alasan mencegah penyebaran paham radikal.Lalu pemerintah pun menetapkan >kebijakan asas tunggal Pancasila dengan alasan untuk menekan penyebaran >ideologi-ideologi yang menyimpang. > >Sejumlah kelompok Islam yang menentang segera dibekukan, HMI pun >kemudian terpecah menjadi dua dengan munculnya HMI MPO yang menolak >asas tunggal, Pelajar Islam Indonesia (PII) , BKPRMI dan beberapa ormas >islam lain dibubarkan.Pemerintah juga mendirikan sejumlah organisasi islam >baru pendukung asas tunggal yang rata-rata dibawah binaan Golkar.Dengan >demikian semua kekuatan oposisi pemerintah dari kelompok Islam berhasil >dilumpuhkan dengan metode tebar , pancing jaringhasil rekayasa Ali Moertopo. > >Strategi Pecah Belah dan Kuasai > >Paska turunnya L.B Moerdani strategi intelejen dalam menghadapi kekuatan >Islam pun berubah.Teknik tebar , pancing , jaring ala Ali Moertopo mulai >ditinggalkan karena justru malahan menambah instabilitas.Strategi yang >kemudian dilakukan intelejen kemudian lebih soft bahkan dibuat seolah-olah >pemerintah mendukung kekuatan Islam. > >Pada masa itu gerakan-gerakan alternatif di luar ormas-ormas islam dan >kepemudaan islam mulai marak.Sejumlah organisasi remaja masjid tumbuh >pesat di masjid-masjid raya juga masjid-masjid kampus.Sebagian kalangan >aktivis muda mulai mengubah konsep dakwah mereka menjadi dakwah >kultural dan berusaha membaurkan diri dengan masyarakat. > >Dan ini dianggap pemerintah sebagai sebuah ancaman baru .Salah satu point >penting untuk menunjang kekuasaan rezim Soeharto adalah memastikan semua >organisasi yang ada dan hidup di Indonesia berada dalam cengkraman dan >kendali pemerintah.Bukan saja organisasi keagamaan atau politik tapi juga >organisasi profesi seperti IDI atau organisasi para hobbies seperti RAPI pun >dibawah kendali pemerintah dimana para pimpinannya tidak bisa naik kalau >tidak mendapat 'restu' dari pemerintah. > >Akan tetapi organisasi-organisasi remaja masjid juga majlis-majlis taklim >yang tumbuh pada masa itu tidak demikian.Organisasi-organisasi itu >bersifat indenpenden dengan struktur organisasi yang cair.Akan tetapi >pertumbuhan anggotanya sangat luar biasa.. > >Karena itulah semua organisasi dakwah "liar" itu harus segera dikontrol. >Pendekatan awal pemerintah adalah berusaha menyatukan semua organisasi >dakwah tersebut dalam sebuah organisasi atau perhimpunan formal >dimana kemudian pemerintah bisa mengontrol melalui organisasi tersebut. >Dan pemerintah pun merestui organisasi tersebut bahkan memfasilitasinya >dengan menempatkan organisasi-organisasi tersebut untuk berkantor di >masjid negara Istiqlal. Akan tetapi eksperimen ini gagal, para aktivis yang >berusaha menjaga jarak dengan pemerintah menolak mengikuti gagasan >tersebut. > >Akan tetap iintelejen kemudian memiliki pemikiran lain.Kekuatan dari >kelompok-kelompok dakwah tersebut harus dan bisa dimamfaatkan >untuk kepentingan rezim akan tetapi mereka harus dikebiri kekuatan >untuk melumpuhkan potensi ancamannya.Kekuatan utama dari gerakan >Islam pada dasarnya bukanlah pada banyaknya jumlah anggota mereka >melainkan pada kedekatan mereka pada ummat dan ukhuwah mereka >dengan kekuatan Islam yang lain.Dan dua aspek penting inilah yang menjadi >target intelejen untuk dilumpuhkan. > >Bagi kalangan intelejen bila tidak mampu menundukkan sebuah kekuatan/ >kelompok maka kekuatan/kelompok itu harus dimamfaatkan.Sumber >ancaman terbesar dari organisasi dakwah kultural itu adalah karena >mereka membaur dengan masyarakat sehingga di masa depan dapat >berpotensi menjadikan mereka sebagai kekuatan massa yang kuat. >Kebijakan 'massa mengambang' adalah doktrin utama ideologi orba >untuk mencegah sebuah kelompok terlalu dekat dengan masyarakat, >semua kelompok harus berada dalam 'kotaknya' masing-masing. > >Dan Bakin pun menugaskan Soeripto sebagai Ketua Tim Penanganan >Masalah Khusus Kemahasiswaan DIKTI/Depdikbud pada tahun 1986-2000 >dengan misi utama membentuk jaringan organisasi radikal Islam baru di >kalangan remaja masjid dan gerakan kampus yang berada dibawah binaan >dan pengawasan intelejen.Soeripto pria kelahiran 20 November 1936 ini >merupakan kader Partai Sosialis Indonesia (PSI) dengan masuknya ia >dalam keanggotaan Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) pada tahun >1957.Ia kemudian bergabung oleh Kodam Siliwangi sebagai kader militer >Sukarela pada tahun 1967 dan dibawah pembinaan Kharis Shuhud.Soeripto >kemudian menjadi kader intel binaan Pangkowilhan (Wijoyo Suyono, Soerono >dan Wahono), dan secara struktur dibawah komando Yoga Sugama di >Bakin yang waktu itu dipimpin Sutopo Juwono.Sempat menduduki jabatan >sebagai Kepala Staff Bakin dan Sekretaris Lembaga Studi Strategis / >Wanhankamnas dan menjadi utusan khusus Pemerintah RI untuk normalisasi >hubungan dengan RRC pada tahun 1981.Saat ini Soeripto memegang >jabatan di DPP Partai Keadilan Sejahtera dan menjadi anggota DPR-RI >asal partai ini dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan dengan nomor urut 1. > >Untuk menjalankan misinya Soeripto merekrut Helmy Aminuddin putra >dari Danu Muhammad Hasan.Helmi Aminuddin sebelumnya menjabat >sebagai Mentri Luar Negri NII sebelum akhirnya ditangkap oleh Kopkamtib >pada tahun 1980 dan ditahan tanpa pengadilan di Rumah Tahanan Militer >di Cimanggis dan dibebaskan antara tahun 1983-1984.Pada masa itu ada >rumus utama untuk menentukan aktivis binaan intelejen yaitu semua anggota >ekstrim kanan yang dipenjarakan dan dibebaskan antara tahun 1970-1988 >atau di masa kekuasaan Ali Moertopo dan L.B Moerdani dua jendral yang >paling anti Islam dan gerakan Islam sudah pasti telah menjadi suruhan intel >untuk menghancurkan gerakan Islam. > >Selepasnya dari penjara Helmy Aminuddin berada di bawah binaan Soeripto >lalu kemudian dikirim ke Timur Tengah untuk mempelajari mengadopsi >ajaran dan manhaj serta berhubungan langsung secara organisasional >dengan gerakan Ikhwanul Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa'id Hawwa >pimpinan Ikhwanul Muslimin cabang Suriah sekitar tahun 1985.Dimana >sepulangnya dari sana dan dibawah dukungan Bakin di bawah komando >Soeripto dibentuklah Jamaah Tarbiyah pada antara tahun 1987-1988 >dengan doktrin utama dari pemikiran Sa'id Hawwa yang diterjemahkan >menjadi beberapa seri buku Allah , Ar Rasul , Al Islam dan Jundullah >dan diterbitkan oleh Al Ishlahy Press yang menjadi bacaan wajib para >kader inti gerakan.Helmy Aminuddin sendiri kemudian menjadi Mursyid >'Aam Jama'ah Tarbiyah pada tahun 1991. > >Dengan pembinaan dengan metode cuci otak maka secara instan kader-kader >kelompok ini bisa dicetak dengan cepat.Untuk menunjang penyebaran >ideologinya maka diterbitkanlah majalah Sabili pada tahun 1987 kemudian >juga penerbitan Gema Insani Press yang menyebarluaskan paham radikal ini >melalui media dan penerbitan buku-buku ideologis dengan harga yang sangat >murah padahal dengan mutu cetakan yang cukup mewah karena mendapat >subsidi.Majalah Sabili sendiri beredar secara luas walaupun tidak dilengkapi >dengan SIUPP dan dijual dengan harga hanya 600 rupiah padahal dengan >mutu kertas yang bagus plus nyaris tanpa iklan.Dan buku-buku terbitan GIP >pada masa itu dijual dengan mulai harga 600-5500 rupiah saja (katalog tahun >1991) sehingga terjangkau oleh kantong pelajar dan mahasiswa bahkan >akhirnya bersama penerbitan buku-buku sealiran yang lain , buku-buku >harokah pun menggusur buku-buku islam yang lain. > >Tujuan utama pembentukan kelompok ini oleh intelejen adalah menghancurkan >dan melumpuhkan semua kelompok dakwah pemuda dan remaja masjid >yang tidak berada dalam kontrol pemerintah lalu menyatukan semuanya >dalam satu kelompok besar yang bisa dikendalikan aparat intelejen.Selain itu >juga jama'ah tarbiyah juga diberi peran untuk memutus mata rantai hubungan >kelompok-kelompok aktivis masjid dengan masyarakat juga dengan ormas >islam lain. > >Dan para aktivis dakwah masjid yang terbiasa dengan pola musyawarah >dan penyeimbangan kekuatan tiba-tiba dikejutkan oleh aksi-aksi pengambil >alihan khas intelejen dilakukan oleh aktivis jamaah taribyah seperti >mobilisasi massa , black propaganda , penculikan aktivis , teror >dan intimidasi dll seperti yang pernah terjadi di masjid Salman ITB >padatahun 1994 dimana kader-kader binaan intelejen yang dikenal dengan >julukan "gerobak" singkatan dari Gerombolan Batak melakukan aksi >pengambilalihan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. > >Dan ketika berhasil mengambil alih kekuasaan kelompok ini kemudian >langsung melakukan aksi-aksi pembersihan dan penyeragaman.Seluruh >aktivis yang tidak mengikuti kelompok mereka disingkirkan.Semua >aktivitas dakwah yang berhubungan dengan masyarakat luas dihentikan >demikian juga semua bentuk hubungan dengan organisasi dakwah lain >dibekukan.Aktivitas masjid hanya diarahkan untuk pembinaan internal >demi mencetak sebanyak-banyaknya kader militan dan radikal di masjid. >Kelompok-kelompok diskusi dibubarkan dan metode pengkaderan >digantikan dengan indoktrinisasi. > >Sebuah aktivitas yang melibatkan partisipasi masyarakat luar dihentikan. >Pembinaan pada kalangan luar masjid seperti kalangan remaja akhirnya >menjadi hanya lembar sejarah lama.Hubungan silaturahmi dengan organisasi >dakwah lain yang tidak 'sefikrah' dihentikan total. > >Aktivis masjid pun seketika itu menjadi sebuah komunitas yang asing >bagi masyarakat.Isu-isu kemasyarakatan tidak lagi menjadi perhatian. >Isu masalah jenggot pun menjadi sangat pentingnya sampai akhirnya >menggusur isu mengenai kenakalan remaja , isu jilbab menjadi agenda >yang menjadi prioritas utama mengalahkan isu penyalahgunaan narkoba. > >Dalam hal hubungan dengan organisasi dakwah lain pun sontak mencapai >titik terendah.Kajian jamaah tarbiyah yang disebarkan kepada anggotanya >mengenai kelompok dakwah lain diarahkan untuk memberi citra negatif >yang dipenuhi prasangka dan kecurigaan serta paham kebencian. > >Maka dengan menggunakan tangan kelompok radikal akhirnya kekuatan >aktivis masjid pun dilumpuhkan total.Ketakutan utama pemerintah pada >kelompok aktivis dakwah masjid pada sebenarnya adalah kemampuan >mereka untuk membaur di masyarakat serta kemampuan menjalin hubungan >dengan organisasi dakwah lain.Dengan dilumpuhkannya kekuatan utama >kelompok dakwah masjid ini maka aktivis dakwah masjid tidak lagi >dianggap sebagai ancaman , maka tindakan represi terhadap kelompok >ini pun dilonggarkan.Ketika sebuah masjid jatuh ke tangan radikal maka >intelejen pun menghentikan operasi-operasi pengawasan yang ketat pada >mereka.Itulah sebabnya aktivitas jama'ah tarbiyah tidak pernah mendapat >gangguan dari aparat pada masa itu walaupun mereka menyebar paham >radikal.Dengan dikuasainya masjid-masjid oleh kelompok radikal maka >peristiwa pendudukan gedung DPR RI oleh gabungan massa dari berbagai >ormas pemuda dan remaja islam seperti >pada waktu penolakan UU Perkawinan pun tidak perlu dikuatirkan lagi. > >Ketaatan yang kuat di kalangan jama'ah tarbiyah dan kelompok radikal >islam lainnya pada pucuk pimpinannya memudahkan pemerintah untuk >mengawasi dan mengendalikan kelompok-kelompok ini, karena dengan >cukup memegang kepalanya saja maka seluruh anggotanya akan tunduk >dan patuh.Paham eksklusif kelompok radikal menjadi penentu sukses >penggunaan metode "pecah belah dan kuasai" kelompok-kelompok Islam >dan memotong 'sayap' mereka sehingga tidak bisa lagi 'terbang' sehingga >aktivis islam bagi pemerintah hanyalah sekelompok unggas saja. > >Karena itulah kelompok radikal Islam Indonesia memiliki ciri khas yang >lain dari kelompok radikal islam di negara-negara lain terutama dalam >hal hubungan mereka dengan miiliter dan intelejen.Kelompok-kelompok >radikal islam timur tengah misalnya selalu berada dalam posisi vis a vis >dengan militer dan intelejen.Sementara kelompok radikal Islam Indonesia >justru sebaliknya , mereka justru bermesraan dengan militer dan intelejen. >Ditempatkannya mantan kepala staff Bakin menjadi pucuk pimpinan PKS >sebuah partai yang didirikan jamaah tarbiyah dan kecenderungan pemihakan >pada kandidat presiden dari militer memperlihatkan dengan jelas siapa >sebenarnya mereka.Tapi sungguh disayangkan para pion ini tidak pernah >sadar bahwa dirinya cuma pion. > > > >* Penulis adalah mantan Sekretaris II Badan Komunikasi Pemuda > Remaja Masjid Indonesia Wilayah Jawa Barat (2000-2003) dan > moderator mailing list [email protected] > > > > > >Milis Wanita Muslimah >Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat. >Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com >ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages >Kirim Posting mailto:[email protected] >Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED] >Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected] >Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected] > >This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... > > > > > > > > > > > > > >PENTING..! > >attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. > >dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi >berupa pencabutan membership. > >terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu >mengupdate antivirusnya. > >Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
