> mun teu salah..
> tulisan-tulisan kang/mas/bang he man teh geus ngaleuyah dimana mendi.
> utamana di dunia maya.  tapi teu daek nulis ngaran aslina herana teh.
> kuring ti taun 2001 --mun teu salah-- remen mukaan arsip2 milis, pasti
> tulisan manehna teh aya di mamana.
> rajin pisan nulisna teh. nepi ka panjang pisan. sakedapan mah asa maca
> karya ilmiah.
> tapi nilik kana tulisanana asa teu pati saimbang.  jiga aya maksud anu
> tangtu --memang bener, tulisan mah kudu aya maksud anu tangtu.  maksud
> kuring mah, aya proses pembunuhan karakter ka salah sahiji kelompok atawa
> golongan dina ummat islam.
> teuing, kuring bener atawa salah.
> tapi kitu pamanggih kuring mah. teu pati hayang ngaladenan tulisana ge,
> kacape-cape. loba pigaweeun, nungguan.
>
>
> ----- Original Message ----- 
> From: "He-Man" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: <[email protected]>
> Sent: Friday, 30 December, 2005 06:38
> Subject: [kisunda] Intelejen dan Islam Radikal
>
>
>>
>> Intelejen dan Islam Radikal
>>
>> oleh : He-Man*
>>
>>
>> Setelah Soeharto memperoleh kekuasaan ia dihadapkan pada
>> kondisi ideologi Nasakom hasil binaan rezim lama masih kuat
>> dan masih dianggap sebagai sebuah ancaman besar bagi rezim
>> Karena itulah rezim orba kemudian mengeluarkan kebijakan
>> ideologis untuk menanganinya.Kebijakan ideologis dan politis
>> pada masa awal orba yang itempuh adalah menghancurkan
>> kaum  komunis , menekan kaum nasionalis, dan mencegah
>> naiknya kekuatan islam.
>>
>> Setelah kekuatan komunis ditumpas habis ,maka kekuatan kaum
>> nasionalis seperti PNI dilumpuhkan dengan menempatkan Hadisubeno
>> menyingkirkan Hardi yang kritis pada pemerintah.Motor utama untuk
>> melaksanakan kebijakan ideologis orba ini diserahkan kepada
>> aparat intelejen
>>
>> Dan setelah berhasil menuntaskan kebijakan terhadap kaum komunis
>> dan nasionalis.Maka target selanjutnya diarahkan pada kelompok Islam.
>> Kebijakan terhadap kelompok Islam terbilang unik dibandingkan dengan
>> kebijakan terhadap kelompok komunis dan nasionalis.Walaupun tergabung
>> dalam Nasakom tapi kelompok Islam memiliki peran dan jasa besar dalam
>> menghancurkan kekuatan komunis dan meruntuhkan rezim Soekarno
>> selain karena kenyataan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah
>> penganut agama Islam.
>>
>> Karena itu pemerintah memilih jalan yang lebih hati-hati untuk menghadapi
>> kekuatan islam ini.Untuk mencegah naiknya kekuatan Islam maka pemerintah
>> harus memiliki alasan dulu untuk menekankannya.Dan kemudian intelejen
>> sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk melaksanakan ini kemudian
>> memilih untuk menggunakan tangan kaum radikal Islam .
>>
>> Kelompok radikal walaupun memang berbahaya tapi justru membuatnya
>> menjadi sangat mudah dikendalikan.Psikologi kaum radikal adalah psikologi
>> orang marah, seperti yang diketahui orang marah sangat kehilangan daya
>> nalar kritis dan akal sehatnya , sehingga bila mereka liar akan sangat
>> tidak
>> terkontrol sebaliknya juga mereka menjadi sangat mudah dihasut dan
>> dibohongi sehingga menjadikannya sebagai pion yang sangat ideal karena
>> akan mengikuti apa saja kemauan penyuruhnya sekaligus bisa dikorbankan
>> dengan sangat mudah.
>>
>> Dan inilah yang sangat disadari oleh Ali Moertopo sehingga ia kemudian
>> merekrut para mantan anggota DI/TII yang sedang dibina oleh Kodam
>> Siliwangi.Aksinya ini ditolak oleh Kepala Bakin pada masa itu Jenderal
>> Sutopo Juwono juga petinggi Bakin lainnya seperti Jendral Nicklany
>> (yang kemudian akhirnya di dubeskan) , akan tetapi Ali Moertopo tetap
>> pada pendiriannya dengan tetap membawa para mantan DI/TII ini ke Jakarta
>> .
>>
>> Beberapa pentolan DI/TII yang dibawa antara lain putra dari Kartosuwiryo
>> yaitu Dodo Muhammad Darda dan Tahmid Rahmad Basuki , Adah Djaelani
>> Tirtapraja (Ma'had Al Zaitun) , Rahmat Basuki (tersangka pengeboman BCA)
>> ,
>> Amir Fatah , H Ismail Pranoto (Komando Jihad) , Danu Muhammad Hasan ,
>> Helmy Aminuddin (Gerakan Tarbiyah) , Najamuddin (wolya) dll.
>>
>>
>> Tebar , Pancing dan Jaring
>>
>> Karena tidak memperoleh dukungan dari para petinggi Bakin, Ali Moertopo
>> pun membawa para mantan DI/TII ini dibawah pembinaan Opsus.Mereka
>> kemudian mendapatkan fasilitas dan dukungan finansial yang sangat besar
>> sehingga menimbulkan kemarahan sejumlah perwira ABRI pada masa itu
>> terutama dari kalangan Siliwangi yang merasa berjasa menangkap mereka
>> dengan susah payah bahkan bertaruh dengan nyawa.
>>
>> Tapi berkat kedekatan Ali Moertopo pada Soeharto pada masa itu maka
>> protes-protes itu berhasil diredam.Sejumlah perwira yang menentang proyek
>> itu pun dengan segera dimutasi dan disingkirkan.
>>
>> Ali Moertopo kemudian membina mereka dengan pelatihan-pelatihan
>> intelejen,
>> seperti pembentukan jaringan , teknik perekrutan anggota , penyamaran ,
>> pembuatan propaganda , operasi cuci otak , teknik teror dan intimidasi
>> dan lain sebagainya (ini yang menjelaskan kenapa kelompok radikal sangat
>> ahli dalam melakukan ini semua).
>>
>> Setelah dibina mereka pun diterjunkan ke tengah masyarakat untuk
>> menerapkan
>> ilmunya.Dan peritiwa-peristiwa teror pun terjadi , pemboman BCA ,
>> penyerbuan
>> kantor polisi di Cicendo , Wolya , Lampung , Borobudur dll, dimana semua
>> peristiwa ini dilakukan oleh para mantan DI/TII binaan opsus.
>>
>> Dan aparat pun menangkapi mereka lagi bahkan sebagiannya juga dikorbankan
>> dengan dibunuh.Tapi setelah tertangkap mereka kemudian dilepas lagi untuk
>> melakukan aksi-aksi lainnya.Berkat peristiwa-peristiwa itu pemerintah
>> mendapat
>> legimitasi untuk menekan kelompok-kelompok Islam.Sejumlah aktivis masjid
>> di Bandung ditangkapi bahkan organisasi remaja masjid di masjid Istiqamah
>> pun
>> dibubarkan dengan tuduhan terlibat peristiwa Cicendo dan Wolya yang
>> dilakukan oleh jamaah Imron yang diprovokasi oleh Najamuddin, sejumlah
>> kyai NU di Jawa Timur ditangkapi bahkan dilenyapkan dengan tuduhan
>> terlibat
>> Komando Jihad yang dikomandani oleh Haji Ismail Pranoto binaan Opsus.
>> Keterlibatan intelejen dalam kasus-kasus tersebut semakin kentara ketika
>> dalam kasus persidangan Danu Mohammad Hassan  misalnya,  ia mengaku
>> sebagai orang Bakin. "Saya bukan pedagang atau petani, saya pembantu
>> Bakin."
>> Belakangan Danu mati secara misterius, tak lebih dari 24 jam setelah ia
>> keluar penjara, dan konon ia mati diracun (Lihat Tempo, 24 Desember 1983)
>>
>> Intelejen pun bergerak lebih jauh lagi untuk memprovokasi sejumlah
>> kelompok
>> melakukan perlawanan yang dengan segera ditumpas dengan kejam oleh
>> militer.Bahkan kemudian para da'i harus mempunyai surat izin untuk
>> berceramah
>> dan semua kegiatan dakwah harus dilaporkan dulu kepada aparat dengan
>> alasan mencegah  penyebaran paham radikal.Lalu pemerintah pun menetapkan
>> kebijakan asas tunggal Pancasila dengan alasan untuk menekan penyebaran
>> ideologi-ideologi yang menyimpang.
>>
>> Sejumlah kelompok Islam yang menentang segera dibekukan, HMI pun
>> kemudian terpecah menjadi dua dengan munculnya HMI MPO yang menolak
>> asas tunggal, Pelajar Islam Indonesia (PII) , BKPRMI dan beberapa ormas
>> islam lain dibubarkan.Pemerintah juga mendirikan sejumlah organisasi
>> islam
>> baru pendukung asas tunggal yang rata-rata dibawah binaan Golkar.Dengan
>> demikian semua kekuatan oposisi pemerintah dari kelompok Islam berhasil
>> dilumpuhkan dengan metode tebar , pancing jaringhasil rekayasa Ali
>> Moertopo.
>>
>> Strategi Pecah Belah dan Kuasai
>>
>> Paska turunnya L.B Moerdani strategi intelejen dalam menghadapi kekuatan
>> Islam pun berubah.Teknik tebar , pancing , jaring ala Ali Moertopo mulai
>> ditinggalkan karena justru malahan menambah instabilitas.Strategi yang
>> kemudian dilakukan intelejen kemudian lebih soft bahkan dibuat
>> seolah-olah
>> pemerintah mendukung kekuatan Islam.
>>
>> Pada masa itu gerakan-gerakan alternatif di luar ormas-ormas islam dan
>> kepemudaan islam mulai marak.Sejumlah organisasi remaja masjid tumbuh
>> pesat di masjid-masjid raya juga masjid-masjid kampus.Sebagian kalangan
>> aktivis muda mulai mengubah konsep dakwah mereka menjadi dakwah
>> kultural dan berusaha membaurkan diri dengan masyarakat.
>>
>> Dan ini dianggap pemerintah sebagai sebuah ancaman baru .Salah satu point
>> penting untuk menunjang kekuasaan rezim Soeharto adalah memastikan semua
>> organisasi yang ada dan hidup di Indonesia berada dalam cengkraman dan
>> kendali pemerintah.Bukan saja organisasi keagamaan atau politik tapi juga
>> organisasi profesi seperti IDI atau organisasi para hobbies seperti RAPI
>> pun
>> dibawah kendali pemerintah dimana para pimpinannya tidak bisa naik kalau
>> tidak mendapat 'restu' dari pemerintah.
>>
>> Akan tetapi organisasi-organisasi remaja masjid juga majlis-majlis taklim
>> yang tumbuh pada masa itu tidak demikian.Organisasi-organisasi itu
>> bersifat indenpenden dengan struktur organisasi yang cair.Akan tetapi
>> pertumbuhan anggotanya sangat luar biasa..
>>
>> Karena itulah semua organisasi dakwah "liar" itu harus segera dikontrol.
>> Pendekatan awal pemerintah adalah berusaha menyatukan semua organisasi
>> dakwah tersebut dalam sebuah organisasi atau perhimpunan formal
>> dimana kemudian pemerintah bisa mengontrol melalui organisasi tersebut.
>> Dan pemerintah pun merestui organisasi tersebut bahkan memfasilitasinya
>> dengan menempatkan organisasi-organisasi tersebut untuk berkantor di
>> masjid negara Istiqlal. Akan tetapi eksperimen ini gagal, para aktivis
>> yang
>> berusaha menjaga jarak dengan pemerintah menolak mengikuti gagasan
>> tersebut.
>>
>> Akan tetap iintelejen kemudian memiliki pemikiran lain.Kekuatan dari
>> kelompok-kelompok dakwah tersebut harus dan bisa dimamfaatkan
>> untuk kepentingan rezim akan tetapi mereka harus dikebiri kekuatan
>> untuk melumpuhkan potensi ancamannya.Kekuatan utama dari gerakan
>> Islam pada dasarnya bukanlah pada banyaknya jumlah anggota mereka
>> melainkan pada kedekatan mereka pada ummat dan ukhuwah mereka
>> dengan kekuatan Islam yang lain.Dan dua aspek penting inilah yang menjadi
>> target intelejen untuk dilumpuhkan.
>>
>> Bagi kalangan intelejen bila tidak mampu menundukkan sebuah kekuatan/
>> kelompok maka kekuatan/kelompok itu harus dimamfaatkan.Sumber
>> ancaman terbesar dari organisasi dakwah kultural itu adalah karena
>> mereka membaur dengan masyarakat sehingga di masa depan dapat
>> berpotensi menjadikan mereka sebagai kekuatan massa yang kuat.
>> Kebijakan 'massa mengambang' adalah doktrin utama ideologi orba
>> untuk mencegah sebuah kelompok terlalu dekat dengan masyarakat,
>> semua kelompok harus berada dalam 'kotaknya' masing-masing.
>>
>> Dan Bakin pun menugaskan Soeripto sebagai Ketua Tim  Penanganan
>> Masalah Khusus Kemahasiswaan DIKTI/Depdikbud pada tahun 1986-2000
>> dengan misi utama membentuk jaringan organisasi radikal Islam baru di
>> kalangan remaja masjid dan gerakan kampus yang berada dibawah binaan
>> dan pengawasan intelejen.Soeripto pria kelahiran 20 November 1936 ini
>> merupakan kader Partai Sosialis Indonesia (PSI) dengan masuknya ia
>> dalam keanggotaan Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) pada tahun
>> 1957.Ia kemudian bergabung oleh Kodam Siliwangi sebagai kader militer
>> Sukarela pada tahun 1967 dan dibawah pembinaan Kharis Shuhud.Soeripto
>> kemudian menjadi kader intel binaan Pangkowilhan (Wijoyo Suyono, Soerono
>> dan Wahono), dan secara struktur dibawah komando Yoga Sugama di
>> Bakin yang waktu itu dipimpin Sutopo Juwono.Sempat menduduki jabatan
>> sebagai Kepala Staff Bakin dan Sekretaris Lembaga Studi Strategis /
>> Wanhankamnas dan menjadi utusan khusus Pemerintah RI untuk normalisasi
>> hubungan dengan RRC pada tahun 1981.Saat ini Soeripto memegang
>> jabatan di DPP Partai Keadilan Sejahtera dan menjadi anggota DPR-RI
>> asal partai ini dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan dengan nomor urut
>> 1.
>>
>> Untuk menjalankan misinya Soeripto merekrut Helmy Aminuddin putra
>> dari Danu Muhammad Hasan.Helmi Aminuddin sebelumnya menjabat
>> sebagai Mentri Luar Negri NII sebelum akhirnya ditangkap oleh Kopkamtib
>> pada tahun 1980 dan ditahan tanpa pengadilan di Rumah Tahanan Militer
>> di Cimanggis dan dibebaskan antara tahun 1983-1984.Pada masa itu ada
>> rumus utama untuk menentukan aktivis binaan intelejen yaitu semua anggota
>> ekstrim kanan yang dipenjarakan dan dibebaskan antara tahun 1970-1988
>> atau di masa kekuasaan Ali Moertopo dan L.B Moerdani dua jendral yang
>> paling anti Islam dan gerakan Islam sudah pasti telah menjadi suruhan
>> intel
>> untuk menghancurkan gerakan Islam.
>>
>> Selepasnya dari penjara Helmy Aminuddin berada di bawah binaan Soeripto
>> lalu kemudian dikirim ke Timur Tengah untuk mempelajari mengadopsi
>> ajaran dan manhaj serta berhubungan langsung secara organisasional
>> dengan gerakan Ikhwanul Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa'id Hawwa
>> pimpinan Ikhwanul Muslimin cabang Suriah sekitar tahun 1985.Dimana
>> sepulangnya dari sana dan dibawah dukungan Bakin di bawah komando
>> Soeripto dibentuklah Jamaah Tarbiyah pada antara tahun 1987-1988
>> dengan doktrin utama dari pemikiran Sa'id Hawwa yang diterjemahkan
>> menjadi beberapa seri buku Allah , Ar Rasul , Al Islam dan Jundullah
>> dan diterbitkan oleh Al Ishlahy Press yang menjadi bacaan wajib para
>> kader inti gerakan.Helmy Aminuddin sendiri kemudian menjadi Mursyid
>> 'Aam Jama'ah Tarbiyah pada tahun 1991.
>>
>> Dengan pembinaan dengan metode cuci otak maka secara instan kader-kader
>> kelompok ini bisa dicetak dengan cepat.Untuk menunjang penyebaran
>> ideologinya maka diterbitkanlah majalah Sabili pada tahun 1987 kemudian
>> juga penerbitan Gema Insani Press yang menyebarluaskan paham radikal ini
>> melalui media dan penerbitan buku-buku ideologis dengan harga yang sangat
>> murah padahal dengan mutu cetakan yang cukup mewah karena mendapat
>> subsidi.Majalah Sabili sendiri beredar secara luas walaupun tidak
>> dilengkapi
>> dengan SIUPP dan dijual dengan harga hanya 600 rupiah padahal dengan
>> mutu kertas yang bagus plus nyaris tanpa iklan.Dan buku-buku terbitan GIP
>> pada masa itu dijual dengan mulai harga 600-5500 rupiah saja (katalog
>> tahun
>> 1991) sehingga terjangkau oleh kantong pelajar dan mahasiswa bahkan
>> akhirnya bersama penerbitan buku-buku sealiran yang lain , buku-buku
>> harokah pun menggusur buku-buku islam yang lain.
>>
>> Tujuan utama pembentukan kelompok ini oleh intelejen adalah menghancurkan
>> dan melumpuhkan semua kelompok dakwah pemuda dan remaja masjid
>> yang tidak berada dalam kontrol pemerintah lalu menyatukan semuanya
>> dalam satu kelompok besar yang bisa dikendalikan aparat intelejen.Selain
>> itu
>> juga jama'ah tarbiyah juga diberi peran untuk memutus mata rantai
>> hubungan
>> kelompok-kelompok aktivis masjid dengan masyarakat juga dengan ormas
>> islam lain.
>>
>> Dan para aktivis dakwah masjid yang terbiasa dengan pola musyawarah
>> dan penyeimbangan kekuatan tiba-tiba dikejutkan oleh aksi-aksi pengambil
>> alihan khas intelejen dilakukan oleh aktivis jamaah taribyah seperti
>> mobilisasi massa ,  black propaganda , penculikan aktivis , teror
>> dan intimidasi dll seperti yang pernah terjadi di masjid Salman ITB
>> padatahun 1994 dimana kader-kader binaan intelejen yang dikenal dengan
>> julukan "gerobak" singkatan dari Gerombolan Batak melakukan aksi
>> pengambilalihan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.
>>
>> Dan ketika berhasil mengambil alih kekuasaan kelompok ini kemudian
>> langsung melakukan aksi-aksi pembersihan dan penyeragaman.Seluruh
>> aktivis yang tidak mengikuti kelompok mereka disingkirkan.Semua
>> aktivitas dakwah yang berhubungan dengan masyarakat luas dihentikan
>> demikian juga semua bentuk hubungan dengan organisasi dakwah lain
>> dibekukan.Aktivitas masjid hanya diarahkan untuk pembinaan internal
>> demi mencetak sebanyak-banyaknya kader militan dan radikal di masjid.
>> Kelompok-kelompok diskusi dibubarkan dan metode pengkaderan
>> digantikan dengan indoktrinisasi.
>>
>> Sebuah aktivitas yang melibatkan partisipasi masyarakat luar dihentikan.
>> Pembinaan pada kalangan luar masjid seperti kalangan remaja akhirnya
>> menjadi hanya lembar sejarah lama.Hubungan silaturahmi dengan organisasi
>> dakwah lain yang tidak 'sefikrah' dihentikan total.
>>
>> Aktivis masjid pun seketika itu menjadi sebuah komunitas yang asing
>> bagi masyarakat.Isu-isu kemasyarakatan tidak lagi menjadi perhatian.
>> Isu masalah jenggot pun menjadi sangat pentingnya sampai akhirnya
>> menggusur isu mengenai kenakalan remaja , isu jilbab menjadi agenda
>> yang menjadi prioritas utama mengalahkan isu penyalahgunaan narkoba.
>>
>> Dalam hal hubungan dengan organisasi dakwah lain pun sontak mencapai
>> titik terendah.Kajian jamaah tarbiyah yang disebarkan kepada anggotanya
>> mengenai kelompok dakwah lain diarahkan untuk memberi citra negatif
>> yang dipenuhi prasangka dan kecurigaan serta paham kebencian.
>>
>> Maka dengan menggunakan tangan kelompok radikal akhirnya kekuatan
>> aktivis masjid pun dilumpuhkan total.Ketakutan utama pemerintah pada
>> kelompok aktivis dakwah masjid pada sebenarnya adalah kemampuan
>> mereka untuk membaur di masyarakat serta kemampuan menjalin hubungan
>> dengan organisasi dakwah lain.Dengan dilumpuhkannya kekuatan utama
>> kelompok dakwah masjid ini maka aktivis dakwah masjid tidak lagi
>> dianggap sebagai ancaman , maka tindakan represi terhadap kelompok
>> ini pun dilonggarkan.Ketika sebuah masjid jatuh ke tangan radikal maka
>> intelejen pun menghentikan operasi-operasi pengawasan yang ketat pada
>> mereka.Itulah sebabnya aktivitas jama'ah tarbiyah tidak pernah mendapat
>> gangguan dari aparat pada masa itu walaupun mereka menyebar paham
>> radikal.Dengan dikuasainya masjid-masjid oleh kelompok radikal maka
>> peristiwa pendudukan gedung DPR RI oleh gabungan massa dari berbagai
>> ormas pemuda dan remaja islam seperti
>> pada waktu penolakan UU Perkawinan pun tidak perlu dikuatirkan lagi.
>>
>> Ketaatan yang kuat di kalangan jama'ah tarbiyah dan kelompok radikal
>> islam lainnya pada pucuk pimpinannya memudahkan pemerintah untuk
>> mengawasi dan mengendalikan kelompok-kelompok ini, karena dengan
>> cukup memegang kepalanya saja maka seluruh anggotanya akan tunduk
>> dan patuh.Paham eksklusif kelompok radikal menjadi penentu sukses
>> penggunaan metode "pecah belah dan kuasai" kelompok-kelompok Islam
>> dan memotong 'sayap' mereka sehingga tidak bisa lagi 'terbang' sehingga
>> aktivis islam bagi pemerintah hanyalah sekelompok unggas saja.
>>
>> Karena itulah kelompok radikal Islam Indonesia memiliki ciri khas yang
>> lain dari kelompok radikal islam di negara-negara lain terutama dalam
>> hal hubungan mereka dengan miiliter dan intelejen.Kelompok-kelompok
>> radikal islam timur tengah misalnya selalu berada dalam posisi vis a vis
>> dengan militer dan intelejen.Sementara kelompok radikal Islam Indonesia
>> justru sebaliknya , mereka justru bermesraan dengan militer dan
>> intelejen.
>> Ditempatkannya mantan kepala staff Bakin menjadi pucuk pimpinan PKS
>> sebuah partai yang didirikan jamaah tarbiyah dan kecenderungan pemihakan
>> pada kandidat presiden dari militer memperlihatkan dengan jelas siapa
>> sebenarnya mereka.Tapi sungguh disayangkan para pion ini tidak pernah
>> sadar bahwa dirinya cuma pion.
>>
>>
>>
>> * Penulis adalah mantan Sekretaris II Badan Komunikasi Pemuda
>>   Remaja Masjid Indonesia Wilayah Jawa Barat (2000-2003) dan
>>   moderator mailing list [email protected]
>>
>>
>>
>>
>>
>> Milis Wanita Muslimah
>> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
>> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
>> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
>> Kirim Posting mailto:[email protected]
>> Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
>> Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]
>>
>> This mailing list has a special spell casted to reject any attachment
>> ....
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> PENTING..!
>>
>> attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
>>
>> dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi
>> berupa pencabutan membership.
>>
>> terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu
>> mengupdate antivirusnya.
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke