> mun teu salah.. > tulisan-tulisan kang/mas/bang he man teh geus ngaleuyah dimana mendi. > utamana di dunia maya. tapi teu daek nulis ngaran aslina herana teh. > kuring ti taun 2001 --mun teu salah-- remen mukaan arsip2 milis, pasti > tulisan manehna teh aya di mamana. > rajin pisan nulisna teh. nepi ka panjang pisan. sakedapan mah asa maca > karya ilmiah. > tapi nilik kana tulisanana asa teu pati saimbang. jiga aya maksud anu > tangtu --memang bener, tulisan mah kudu aya maksud anu tangtu. maksud > kuring mah, aya proses pembunuhan karakter ka salah sahiji kelompok atawa > golongan dina ummat islam. > teuing, kuring bener atawa salah. > tapi kitu pamanggih kuring mah. teu pati hayang ngaladenan tulisana ge, > kacape-cape. loba pigaweeun, nungguan. > > > ----- Original Message ----- > From: "He-Man" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; > <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; > <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: <[email protected]> > Sent: Friday, 30 December, 2005 06:38 > Subject: [kisunda] Intelejen dan Islam Radikal > > >> >> Intelejen dan Islam Radikal >> >> oleh : He-Man* >> >> >> Setelah Soeharto memperoleh kekuasaan ia dihadapkan pada >> kondisi ideologi Nasakom hasil binaan rezim lama masih kuat >> dan masih dianggap sebagai sebuah ancaman besar bagi rezim >> Karena itulah rezim orba kemudian mengeluarkan kebijakan >> ideologis untuk menanganinya.Kebijakan ideologis dan politis >> pada masa awal orba yang itempuh adalah menghancurkan >> kaum komunis , menekan kaum nasionalis, dan mencegah >> naiknya kekuatan islam. >> >> Setelah kekuatan komunis ditumpas habis ,maka kekuatan kaum >> nasionalis seperti PNI dilumpuhkan dengan menempatkan Hadisubeno >> menyingkirkan Hardi yang kritis pada pemerintah.Motor utama untuk >> melaksanakan kebijakan ideologis orba ini diserahkan kepada >> aparat intelejen >> >> Dan setelah berhasil menuntaskan kebijakan terhadap kaum komunis >> dan nasionalis.Maka target selanjutnya diarahkan pada kelompok Islam. >> Kebijakan terhadap kelompok Islam terbilang unik dibandingkan dengan >> kebijakan terhadap kelompok komunis dan nasionalis.Walaupun tergabung >> dalam Nasakom tapi kelompok Islam memiliki peran dan jasa besar dalam >> menghancurkan kekuatan komunis dan meruntuhkan rezim Soekarno >> selain karena kenyataan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah >> penganut agama Islam. >> >> Karena itu pemerintah memilih jalan yang lebih hati-hati untuk menghadapi >> kekuatan islam ini.Untuk mencegah naiknya kekuatan Islam maka pemerintah >> harus memiliki alasan dulu untuk menekankannya.Dan kemudian intelejen >> sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk melaksanakan ini kemudian >> memilih untuk menggunakan tangan kaum radikal Islam . >> >> Kelompok radikal walaupun memang berbahaya tapi justru membuatnya >> menjadi sangat mudah dikendalikan.Psikologi kaum radikal adalah psikologi >> orang marah, seperti yang diketahui orang marah sangat kehilangan daya >> nalar kritis dan akal sehatnya , sehingga bila mereka liar akan sangat >> tidak >> terkontrol sebaliknya juga mereka menjadi sangat mudah dihasut dan >> dibohongi sehingga menjadikannya sebagai pion yang sangat ideal karena >> akan mengikuti apa saja kemauan penyuruhnya sekaligus bisa dikorbankan >> dengan sangat mudah. >> >> Dan inilah yang sangat disadari oleh Ali Moertopo sehingga ia kemudian >> merekrut para mantan anggota DI/TII yang sedang dibina oleh Kodam >> Siliwangi.Aksinya ini ditolak oleh Kepala Bakin pada masa itu Jenderal >> Sutopo Juwono juga petinggi Bakin lainnya seperti Jendral Nicklany >> (yang kemudian akhirnya di dubeskan) , akan tetapi Ali Moertopo tetap >> pada pendiriannya dengan tetap membawa para mantan DI/TII ini ke Jakarta >> . >> >> Beberapa pentolan DI/TII yang dibawa antara lain putra dari Kartosuwiryo >> yaitu Dodo Muhammad Darda dan Tahmid Rahmad Basuki , Adah Djaelani >> Tirtapraja (Ma'had Al Zaitun) , Rahmat Basuki (tersangka pengeboman BCA) >> , >> Amir Fatah , H Ismail Pranoto (Komando Jihad) , Danu Muhammad Hasan , >> Helmy Aminuddin (Gerakan Tarbiyah) , Najamuddin (wolya) dll. >> >> >> Tebar , Pancing dan Jaring >> >> Karena tidak memperoleh dukungan dari para petinggi Bakin, Ali Moertopo >> pun membawa para mantan DI/TII ini dibawah pembinaan Opsus.Mereka >> kemudian mendapatkan fasilitas dan dukungan finansial yang sangat besar >> sehingga menimbulkan kemarahan sejumlah perwira ABRI pada masa itu >> terutama dari kalangan Siliwangi yang merasa berjasa menangkap mereka >> dengan susah payah bahkan bertaruh dengan nyawa. >> >> Tapi berkat kedekatan Ali Moertopo pada Soeharto pada masa itu maka >> protes-protes itu berhasil diredam.Sejumlah perwira yang menentang proyek >> itu pun dengan segera dimutasi dan disingkirkan. >> >> Ali Moertopo kemudian membina mereka dengan pelatihan-pelatihan >> intelejen, >> seperti pembentukan jaringan , teknik perekrutan anggota , penyamaran , >> pembuatan propaganda , operasi cuci otak , teknik teror dan intimidasi >> dan lain sebagainya (ini yang menjelaskan kenapa kelompok radikal sangat >> ahli dalam melakukan ini semua). >> >> Setelah dibina mereka pun diterjunkan ke tengah masyarakat untuk >> menerapkan >> ilmunya.Dan peritiwa-peristiwa teror pun terjadi , pemboman BCA , >> penyerbuan >> kantor polisi di Cicendo , Wolya , Lampung , Borobudur dll, dimana semua >> peristiwa ini dilakukan oleh para mantan DI/TII binaan opsus. >> >> Dan aparat pun menangkapi mereka lagi bahkan sebagiannya juga dikorbankan >> dengan dibunuh.Tapi setelah tertangkap mereka kemudian dilepas lagi untuk >> melakukan aksi-aksi lainnya.Berkat peristiwa-peristiwa itu pemerintah >> mendapat >> legimitasi untuk menekan kelompok-kelompok Islam.Sejumlah aktivis masjid >> di Bandung ditangkapi bahkan organisasi remaja masjid di masjid Istiqamah >> pun >> dibubarkan dengan tuduhan terlibat peristiwa Cicendo dan Wolya yang >> dilakukan oleh jamaah Imron yang diprovokasi oleh Najamuddin, sejumlah >> kyai NU di Jawa Timur ditangkapi bahkan dilenyapkan dengan tuduhan >> terlibat >> Komando Jihad yang dikomandani oleh Haji Ismail Pranoto binaan Opsus. >> Keterlibatan intelejen dalam kasus-kasus tersebut semakin kentara ketika >> dalam kasus persidangan Danu Mohammad Hassan misalnya, ia mengaku >> sebagai orang Bakin. "Saya bukan pedagang atau petani, saya pembantu >> Bakin." >> Belakangan Danu mati secara misterius, tak lebih dari 24 jam setelah ia >> keluar penjara, dan konon ia mati diracun (Lihat Tempo, 24 Desember 1983) >> >> Intelejen pun bergerak lebih jauh lagi untuk memprovokasi sejumlah >> kelompok >> melakukan perlawanan yang dengan segera ditumpas dengan kejam oleh >> militer.Bahkan kemudian para da'i harus mempunyai surat izin untuk >> berceramah >> dan semua kegiatan dakwah harus dilaporkan dulu kepada aparat dengan >> alasan mencegah penyebaran paham radikal.Lalu pemerintah pun menetapkan >> kebijakan asas tunggal Pancasila dengan alasan untuk menekan penyebaran >> ideologi-ideologi yang menyimpang. >> >> Sejumlah kelompok Islam yang menentang segera dibekukan, HMI pun >> kemudian terpecah menjadi dua dengan munculnya HMI MPO yang menolak >> asas tunggal, Pelajar Islam Indonesia (PII) , BKPRMI dan beberapa ormas >> islam lain dibubarkan.Pemerintah juga mendirikan sejumlah organisasi >> islam >> baru pendukung asas tunggal yang rata-rata dibawah binaan Golkar.Dengan >> demikian semua kekuatan oposisi pemerintah dari kelompok Islam berhasil >> dilumpuhkan dengan metode tebar , pancing jaringhasil rekayasa Ali >> Moertopo. >> >> Strategi Pecah Belah dan Kuasai >> >> Paska turunnya L.B Moerdani strategi intelejen dalam menghadapi kekuatan >> Islam pun berubah.Teknik tebar , pancing , jaring ala Ali Moertopo mulai >> ditinggalkan karena justru malahan menambah instabilitas.Strategi yang >> kemudian dilakukan intelejen kemudian lebih soft bahkan dibuat >> seolah-olah >> pemerintah mendukung kekuatan Islam. >> >> Pada masa itu gerakan-gerakan alternatif di luar ormas-ormas islam dan >> kepemudaan islam mulai marak.Sejumlah organisasi remaja masjid tumbuh >> pesat di masjid-masjid raya juga masjid-masjid kampus.Sebagian kalangan >> aktivis muda mulai mengubah konsep dakwah mereka menjadi dakwah >> kultural dan berusaha membaurkan diri dengan masyarakat. >> >> Dan ini dianggap pemerintah sebagai sebuah ancaman baru .Salah satu point >> penting untuk menunjang kekuasaan rezim Soeharto adalah memastikan semua >> organisasi yang ada dan hidup di Indonesia berada dalam cengkraman dan >> kendali pemerintah.Bukan saja organisasi keagamaan atau politik tapi juga >> organisasi profesi seperti IDI atau organisasi para hobbies seperti RAPI >> pun >> dibawah kendali pemerintah dimana para pimpinannya tidak bisa naik kalau >> tidak mendapat 'restu' dari pemerintah. >> >> Akan tetapi organisasi-organisasi remaja masjid juga majlis-majlis taklim >> yang tumbuh pada masa itu tidak demikian.Organisasi-organisasi itu >> bersifat indenpenden dengan struktur organisasi yang cair.Akan tetapi >> pertumbuhan anggotanya sangat luar biasa.. >> >> Karena itulah semua organisasi dakwah "liar" itu harus segera dikontrol. >> Pendekatan awal pemerintah adalah berusaha menyatukan semua organisasi >> dakwah tersebut dalam sebuah organisasi atau perhimpunan formal >> dimana kemudian pemerintah bisa mengontrol melalui organisasi tersebut. >> Dan pemerintah pun merestui organisasi tersebut bahkan memfasilitasinya >> dengan menempatkan organisasi-organisasi tersebut untuk berkantor di >> masjid negara Istiqlal. Akan tetapi eksperimen ini gagal, para aktivis >> yang >> berusaha menjaga jarak dengan pemerintah menolak mengikuti gagasan >> tersebut. >> >> Akan tetap iintelejen kemudian memiliki pemikiran lain.Kekuatan dari >> kelompok-kelompok dakwah tersebut harus dan bisa dimamfaatkan >> untuk kepentingan rezim akan tetapi mereka harus dikebiri kekuatan >> untuk melumpuhkan potensi ancamannya.Kekuatan utama dari gerakan >> Islam pada dasarnya bukanlah pada banyaknya jumlah anggota mereka >> melainkan pada kedekatan mereka pada ummat dan ukhuwah mereka >> dengan kekuatan Islam yang lain.Dan dua aspek penting inilah yang menjadi >> target intelejen untuk dilumpuhkan. >> >> Bagi kalangan intelejen bila tidak mampu menundukkan sebuah kekuatan/ >> kelompok maka kekuatan/kelompok itu harus dimamfaatkan.Sumber >> ancaman terbesar dari organisasi dakwah kultural itu adalah karena >> mereka membaur dengan masyarakat sehingga di masa depan dapat >> berpotensi menjadikan mereka sebagai kekuatan massa yang kuat. >> Kebijakan 'massa mengambang' adalah doktrin utama ideologi orba >> untuk mencegah sebuah kelompok terlalu dekat dengan masyarakat, >> semua kelompok harus berada dalam 'kotaknya' masing-masing. >> >> Dan Bakin pun menugaskan Soeripto sebagai Ketua Tim Penanganan >> Masalah Khusus Kemahasiswaan DIKTI/Depdikbud pada tahun 1986-2000 >> dengan misi utama membentuk jaringan organisasi radikal Islam baru di >> kalangan remaja masjid dan gerakan kampus yang berada dibawah binaan >> dan pengawasan intelejen.Soeripto pria kelahiran 20 November 1936 ini >> merupakan kader Partai Sosialis Indonesia (PSI) dengan masuknya ia >> dalam keanggotaan Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) pada tahun >> 1957.Ia kemudian bergabung oleh Kodam Siliwangi sebagai kader militer >> Sukarela pada tahun 1967 dan dibawah pembinaan Kharis Shuhud.Soeripto >> kemudian menjadi kader intel binaan Pangkowilhan (Wijoyo Suyono, Soerono >> dan Wahono), dan secara struktur dibawah komando Yoga Sugama di >> Bakin yang waktu itu dipimpin Sutopo Juwono.Sempat menduduki jabatan >> sebagai Kepala Staff Bakin dan Sekretaris Lembaga Studi Strategis / >> Wanhankamnas dan menjadi utusan khusus Pemerintah RI untuk normalisasi >> hubungan dengan RRC pada tahun 1981.Saat ini Soeripto memegang >> jabatan di DPP Partai Keadilan Sejahtera dan menjadi anggota DPR-RI >> asal partai ini dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan dengan nomor urut >> 1. >> >> Untuk menjalankan misinya Soeripto merekrut Helmy Aminuddin putra >> dari Danu Muhammad Hasan.Helmi Aminuddin sebelumnya menjabat >> sebagai Mentri Luar Negri NII sebelum akhirnya ditangkap oleh Kopkamtib >> pada tahun 1980 dan ditahan tanpa pengadilan di Rumah Tahanan Militer >> di Cimanggis dan dibebaskan antara tahun 1983-1984.Pada masa itu ada >> rumus utama untuk menentukan aktivis binaan intelejen yaitu semua anggota >> ekstrim kanan yang dipenjarakan dan dibebaskan antara tahun 1970-1988 >> atau di masa kekuasaan Ali Moertopo dan L.B Moerdani dua jendral yang >> paling anti Islam dan gerakan Islam sudah pasti telah menjadi suruhan >> intel >> untuk menghancurkan gerakan Islam. >> >> Selepasnya dari penjara Helmy Aminuddin berada di bawah binaan Soeripto >> lalu kemudian dikirim ke Timur Tengah untuk mempelajari mengadopsi >> ajaran dan manhaj serta berhubungan langsung secara organisasional >> dengan gerakan Ikhwanul Muslimin faksi Qiyadah Syaikh Sa'id Hawwa >> pimpinan Ikhwanul Muslimin cabang Suriah sekitar tahun 1985.Dimana >> sepulangnya dari sana dan dibawah dukungan Bakin di bawah komando >> Soeripto dibentuklah Jamaah Tarbiyah pada antara tahun 1987-1988 >> dengan doktrin utama dari pemikiran Sa'id Hawwa yang diterjemahkan >> menjadi beberapa seri buku Allah , Ar Rasul , Al Islam dan Jundullah >> dan diterbitkan oleh Al Ishlahy Press yang menjadi bacaan wajib para >> kader inti gerakan.Helmy Aminuddin sendiri kemudian menjadi Mursyid >> 'Aam Jama'ah Tarbiyah pada tahun 1991. >> >> Dengan pembinaan dengan metode cuci otak maka secara instan kader-kader >> kelompok ini bisa dicetak dengan cepat.Untuk menunjang penyebaran >> ideologinya maka diterbitkanlah majalah Sabili pada tahun 1987 kemudian >> juga penerbitan Gema Insani Press yang menyebarluaskan paham radikal ini >> melalui media dan penerbitan buku-buku ideologis dengan harga yang sangat >> murah padahal dengan mutu cetakan yang cukup mewah karena mendapat >> subsidi.Majalah Sabili sendiri beredar secara luas walaupun tidak >> dilengkapi >> dengan SIUPP dan dijual dengan harga hanya 600 rupiah padahal dengan >> mutu kertas yang bagus plus nyaris tanpa iklan.Dan buku-buku terbitan GIP >> pada masa itu dijual dengan mulai harga 600-5500 rupiah saja (katalog >> tahun >> 1991) sehingga terjangkau oleh kantong pelajar dan mahasiswa bahkan >> akhirnya bersama penerbitan buku-buku sealiran yang lain , buku-buku >> harokah pun menggusur buku-buku islam yang lain. >> >> Tujuan utama pembentukan kelompok ini oleh intelejen adalah menghancurkan >> dan melumpuhkan semua kelompok dakwah pemuda dan remaja masjid >> yang tidak berada dalam kontrol pemerintah lalu menyatukan semuanya >> dalam satu kelompok besar yang bisa dikendalikan aparat intelejen.Selain >> itu >> juga jama'ah tarbiyah juga diberi peran untuk memutus mata rantai >> hubungan >> kelompok-kelompok aktivis masjid dengan masyarakat juga dengan ormas >> islam lain. >> >> Dan para aktivis dakwah masjid yang terbiasa dengan pola musyawarah >> dan penyeimbangan kekuatan tiba-tiba dikejutkan oleh aksi-aksi pengambil >> alihan khas intelejen dilakukan oleh aktivis jamaah taribyah seperti >> mobilisasi massa , black propaganda , penculikan aktivis , teror >> dan intimidasi dll seperti yang pernah terjadi di masjid Salman ITB >> padatahun 1994 dimana kader-kader binaan intelejen yang dikenal dengan >> julukan "gerobak" singkatan dari Gerombolan Batak melakukan aksi >> pengambilalihan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. >> >> Dan ketika berhasil mengambil alih kekuasaan kelompok ini kemudian >> langsung melakukan aksi-aksi pembersihan dan penyeragaman.Seluruh >> aktivis yang tidak mengikuti kelompok mereka disingkirkan.Semua >> aktivitas dakwah yang berhubungan dengan masyarakat luas dihentikan >> demikian juga semua bentuk hubungan dengan organisasi dakwah lain >> dibekukan.Aktivitas masjid hanya diarahkan untuk pembinaan internal >> demi mencetak sebanyak-banyaknya kader militan dan radikal di masjid. >> Kelompok-kelompok diskusi dibubarkan dan metode pengkaderan >> digantikan dengan indoktrinisasi. >> >> Sebuah aktivitas yang melibatkan partisipasi masyarakat luar dihentikan. >> Pembinaan pada kalangan luar masjid seperti kalangan remaja akhirnya >> menjadi hanya lembar sejarah lama.Hubungan silaturahmi dengan organisasi >> dakwah lain yang tidak 'sefikrah' dihentikan total. >> >> Aktivis masjid pun seketika itu menjadi sebuah komunitas yang asing >> bagi masyarakat.Isu-isu kemasyarakatan tidak lagi menjadi perhatian. >> Isu masalah jenggot pun menjadi sangat pentingnya sampai akhirnya >> menggusur isu mengenai kenakalan remaja , isu jilbab menjadi agenda >> yang menjadi prioritas utama mengalahkan isu penyalahgunaan narkoba. >> >> Dalam hal hubungan dengan organisasi dakwah lain pun sontak mencapai >> titik terendah.Kajian jamaah tarbiyah yang disebarkan kepada anggotanya >> mengenai kelompok dakwah lain diarahkan untuk memberi citra negatif >> yang dipenuhi prasangka dan kecurigaan serta paham kebencian. >> >> Maka dengan menggunakan tangan kelompok radikal akhirnya kekuatan >> aktivis masjid pun dilumpuhkan total.Ketakutan utama pemerintah pada >> kelompok aktivis dakwah masjid pada sebenarnya adalah kemampuan >> mereka untuk membaur di masyarakat serta kemampuan menjalin hubungan >> dengan organisasi dakwah lain.Dengan dilumpuhkannya kekuatan utama >> kelompok dakwah masjid ini maka aktivis dakwah masjid tidak lagi >> dianggap sebagai ancaman , maka tindakan represi terhadap kelompok >> ini pun dilonggarkan.Ketika sebuah masjid jatuh ke tangan radikal maka >> intelejen pun menghentikan operasi-operasi pengawasan yang ketat pada >> mereka.Itulah sebabnya aktivitas jama'ah tarbiyah tidak pernah mendapat >> gangguan dari aparat pada masa itu walaupun mereka menyebar paham >> radikal.Dengan dikuasainya masjid-masjid oleh kelompok radikal maka >> peristiwa pendudukan gedung DPR RI oleh gabungan massa dari berbagai >> ormas pemuda dan remaja islam seperti >> pada waktu penolakan UU Perkawinan pun tidak perlu dikuatirkan lagi. >> >> Ketaatan yang kuat di kalangan jama'ah tarbiyah dan kelompok radikal >> islam lainnya pada pucuk pimpinannya memudahkan pemerintah untuk >> mengawasi dan mengendalikan kelompok-kelompok ini, karena dengan >> cukup memegang kepalanya saja maka seluruh anggotanya akan tunduk >> dan patuh.Paham eksklusif kelompok radikal menjadi penentu sukses >> penggunaan metode "pecah belah dan kuasai" kelompok-kelompok Islam >> dan memotong 'sayap' mereka sehingga tidak bisa lagi 'terbang' sehingga >> aktivis islam bagi pemerintah hanyalah sekelompok unggas saja. >> >> Karena itulah kelompok radikal Islam Indonesia memiliki ciri khas yang >> lain dari kelompok radikal islam di negara-negara lain terutama dalam >> hal hubungan mereka dengan miiliter dan intelejen.Kelompok-kelompok >> radikal islam timur tengah misalnya selalu berada dalam posisi vis a vis >> dengan militer dan intelejen.Sementara kelompok radikal Islam Indonesia >> justru sebaliknya , mereka justru bermesraan dengan militer dan >> intelejen. >> Ditempatkannya mantan kepala staff Bakin menjadi pucuk pimpinan PKS >> sebuah partai yang didirikan jamaah tarbiyah dan kecenderungan pemihakan >> pada kandidat presiden dari militer memperlihatkan dengan jelas siapa >> sebenarnya mereka.Tapi sungguh disayangkan para pion ini tidak pernah >> sadar bahwa dirinya cuma pion. >> >> >> >> * Penulis adalah mantan Sekretaris II Badan Komunikasi Pemuda >> Remaja Masjid Indonesia Wilayah Jawa Barat (2000-2003) dan >> moderator mailing list [email protected] >> >> >> >> >> >> Milis Wanita Muslimah >> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat. >> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com >> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages >> Kirim Posting mailto:[email protected] >> Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED] >> Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected] >> Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected] >> >> This mailing list has a special spell casted to reject any attachment >> .... >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> PENTING..! >> >> attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. >> >> dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi >> berupa pencabutan membership. >> >> terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu >> mengupdate antivirusnya. >> >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >> >> >> >
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
