"A. SYAKIR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: <[EMAIL PROTECTED]>,
 "Ida" <[EMAIL PROTECTED]>
From: "A. SYAKIR" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 29 Aug 2006 23:18:22 +0800
Subject: [AAKemang] Yang Pertama Kali Mendukung Kemerdekaan Republik Indonesia 
1945

        Yang Pertama Kali Mendukung Kemerdekaan Republik Indonesia  1945


Kota pelabuhan Iskandariyah pertengah Juli 1945. Jam kayu di  sebuah
penginapan murah di kota pelabuhan Mesir telah menunjuk angka 22.00  waktu
setempat. Di satu ruangan yang tak seberapa besar, empat-puluhan  kelasi
kapal berkebangsaan Indonesia berkumpul. Sejumlah mahasiswa Indonesia  yang
tengah studi di Mesir terlihat memimpin rapat.

Beda dengan  pertemuan sebelumnya, malam itu atmosfir rapat terasa agak
emosionil! Para  kelasi Indonesia yang bekerja di berbagai kapal asing yang
tengah merapat di  Iskandariyah, Port Said, dan Suez itu banyak yang yakin,
jihad fii sabilillah  yang tengah digelorakan banga Indonesia melawan
penjajah belanda dalam waktu  dekat akan sampai pada puncaknya.

Muhammad Zein Hassan, salah seorang  mahasiswa Indonesia yang hadir,
berpesan pada para kelasi agar mulai  menabung. â?oDi saat terjadinya
jihad, mereka sebaiknya meninggalkan  kapal-kapal sekutu agar tidak menodai
perjuangan.�

Sambutan para  kelasi yang dalam kesehariannya jauh dari tuntunan agama itu
sungguh  mengharukan. Mereka dengan sepenuh hati menyanggupi hal tersebut.
â?oJika  fatwa sudah turun, kami akan mematuhi,â? ujar salah seorang  dari
mereka.

Tak terasa, jam telah berada di angka satu. Acara ditutup  dengan sumpah
setia dengan perjuangan bangsanya yang nun jauh di seberang  lautan.
Seluruh peserta mengangkat tangan kanan dan dikepalkan. Dengan  menyebut
nama Allah SWT, mereka bertekad akan membantu dengan sekuat tenaga  jihad
fii sabilillah yang akan digelorakan bangsanya dalam waktu dekat  ini.

Sumpah para kelasi tersebut tidak main-main. Terbukti di kemudian  hari,
dua bulan setelah proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta, dua orang  kelasi
Indonesia tiba di Kairo dengan berjalan kaki dari  Tunisia.

â?oSaat kami tanya mengapa berjalan kaki sejauh itu, mereka  menjawab bahwa
mereka menerima fatwa yang dibawa teman-teman mereka dari  Indonesia. Fatwa
itu menyatakan haram hukumnya bekerja dengan orang kafir  yang memerangi
kaum Muslimin,� ujar Zein Hassan.

Walau tidak punya  cukup uang, dua orang kelasi itu segera meninggalkan
kapal sekutu tempatnya  bekerja dan berjalan kaki menuju Mesir, karena di
Mesir-lah berada banyak  orang sebangsanya.

Di Mesir sendiri kala itu tengah berkembang sikap  antipati terhadap
penjajahan Inggris. Sikap non kooperatif terhadap penjajah  Inggris ini
dicetuskan oleh salah satu organisasi di sana, yaitu Ikhwanul  Muslimin,
yang mendapat sambutan luar biasa dari rakyat Mesir.

Sebagai  gerakan dakwah yang menembus sekat geografis, Ikhwanul Muslimin
telah  memiliki â?ojaringan imanâ? dengan berbagai gerakan Islam di
seluruh dunia,  termasuk Indonesia.

Sebab itu, ketika Indonesia memproklamasikan  kemerdekaannya, Sekutu dengan
sekuat tenaga memblock-out berita ini masuk ke  Timur Tengah. Dikhawatirkan
jika kemerdekaan Indonesia sampai didengar umat  Islam di sana, ini bisa
menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di Timur  Tengah.

Serapat-rapatnya sekutu menutup informasi ini, akhirnya pada  awal
September 1945, sebulan setelah kemerdekaan Indonesia dibacakan,  berita
ini sampai juga ke Mesir.

Mansur Abu Makarim, seorang informan  Indonesia yang bekerja di Kedutaan
Belanda di Kairo, membaca berita  kemerdekaan Indonesia dalam suatu artikel
di majalah Vrij Nederland. Bagai  angin berhembus, berita ini dengan cepat
menyebar ke Dunia  Islam.

Koran dan radio Mesir memuat berita kemerdekaan RI dengan gegap  gempita.
Para penyiar dengan penuh semangat mengatakan bahwa inilah  awal
kebangkitan Dunia Islam melawan penjajahan Barat.

Di Mesir saat  itu, seorang Arab hanya dihargai sepuluh pound Mesir jika
dibunuh atau  dilindas kendaraan militer Sekutu tanpa hak mengadu atau
menggugat. Sebab  itu, proklamasi kemerdekaan sebuah negeri Muslim terbesar
di dunia ini  disambut dengan luapan kebahagiaan.

Di sejumlah kota, Ikhwanul Muslimin  segera menggelar munashoroh
(demonstrasi) besar-besaran mendukung penuh  kemerdekaan Indonesia. Ini
dijadikannya momentum yang bagus untuk  memerdekakan Mesir dari Inggris.

Bukan itu saja, sejumlah ulama di Mesir  dan Dunia Arab dengan inisiatif
sendiri membentuk â?oLajnatud Difaâ?Tiâ?Tan  Indonesiaâ? (Panitia Pembela
Indonesia). Badan ini dideklarasikan pada 16  Oktober 1945 di Gedung Pusat
Perhimpunan Pemuda Islam dengan Jendral Saleh  Harb Pasya sebagai pimpinan
pertemuan.

Hadir dalam acara itu antara  lain Syaikh Hasan Al Banna dan Prof. Taufiq
Syawi dari Ikhwanul Muslimin,  Pemimpin Palestina Muhammad Ali Taher, dan
Sekjen Liga Arab Dr. Salahuddin  Pasya.

Dalam pertemuan yang semata didasari ukhuwah Islamiyah, pakar  hukum
internasional Dr. M. Salahuddin Pasya menyerukan negara-negara Islam  untuk
sesegera mungkin mendukung, membantu, dan mengakui kemerdekaan RI.  Selain
itu, Panitia Pembela Indonesia juga mengancam Inggris agar tidak  membantu
Belanda kembali ke Indonesia.

â?oJika Inggris membantu  Belanda untuk kembali ke Indonesia, maka Inggris
akan menuai kemarahan Dunia  Islam di Timur Tengah!� ancam Salahuddin
Pasya.

Sejarah telah  menulis, Inggris tetap membela â?okawan seakidahâ? bernama
Belanda. Pasukan  NICA membonceng Sekutu kembali ke Indonesia.

Pada 25 Oktober 1945,  sejumlah ulama NU pimpinan KH. Wahid Hasyim bertemu
dan mengeluarkan fatwa  jihad fii sabilillah melawan penjajah. Fatwa ini
bergema ke seluruh nusantara  dan disambut dengan gegap gempita.

Fatwa jihad inilah yang  melatarbelakangi pertempuran 10 November 1945 di
Surabaya (hingga kini 10  November diperingati sebagai hari Pahlawan di
Indonesia). Untuk memompakan  keberanian rakyat Surabaya, Bung Tomo lewat
corong radio perlawanan â?" cikal  bakal RRI â?" terus menerus mengingatkan
para mujahid bahwa gerbang surga  telah terbuka luas bagi mereka yang
syahid.

Hanya semangat jihad dan  keridhaan Allah SWT yang mampu membuat ribuan
rakyat Surabaya berani melawan  pasukan Sekutu bersenjata lengkap.

Kedahsyatan pertempuran Surabaya  bergema hingga ke Dunia Arab. Keberanian
umat Islam Surabaya mengobarkan  jihad melawan pasukan Sekutu yang habis
mabuk kemenangan dalam Perang Dunia  II, ditambah tewasnya satu Jenderal
Sekutu â?" Malaby â?" di Surabaya,  dirasakan oleh kaum Muslimin Timur
Tengah sebagai bagian dari kemenangan  Islam atas kaum kafir. Upaya
perlawanan terhadap Inggris di Mesir pun kian  membuncah.

Di berbagai lapangan dan Masjid di Kairo, Mekkah, Baghdad,  dan
negeri-negeri Timur Tengah, dengan serentak umat Islam mendirikan  sholat
ghaib untuk arwah para syuhada di Surabaya.

Melihat fenomena  itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib
menakut-nakuti Barat dengan  kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan
Dunia Arab. â?oKebangkitan Islam  di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di Indonesia akan menginspirasikan  negeri-negeri Islam lainnya
untuk membebaskan diri dari  Eropa.�

Dukungan negara-negara Islam di Timur Tengah terhadap  kemerdekaan
Indonesia tidak saja dilakukan dalam tingkat akar rumput, namun  juga dalam
dunia diplomasi. Dalam berbagai sidang di Perserikatan  Bangsa-Bangsa,
terlihat dengan jelas adanya perbedaan sikap antara  negeri-negeri Muslim
yang mendukung Indonesia dengan negeri-negeri salib yang  memandang
Indonesia masih bagian dari Belanda.

Wakil-wakil dari  Indonesia di sidang PBB, diperbolehkan ikut sidang
setelah negeri-negeri Arab  mengakui kedaulatan RI, dalam menghadapi
serangan pihak Sekutu sering  menanggapinya dengan cara diplomatis dan
terkesan lunak. Hal ini dikecam  keras Muhammad Ali Taher dari Palestina.

â?oMengapa kamu masih saja  bersikap diplomatis terhadap seseorang yang
ingin menghancurkan negeri  kamu!� sergahnya mengingatkan wakil dari
Indonesia agar tidak takut melawan  kezaliman.

Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama  Indonesia
memplokamirkan kemerdekaannya dari penjajah kafir, Ikhwanul  Muslimin tanpa
kenal lelah terus menerus memperlihatkan  dukungannya.

Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media, yang  memberikan
kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis  tentang
kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai  acara
tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.

Para pemuda dan  pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya
sendiri berkali-kali  mendemo Kedutaan Belanda di Kairo. Tidak hanya dengan
slogan dan spanduk,  aksi pembakaran, pelemparan batu, dan
teriakan-teriakan permusuhan terhadap  Belanda kerap dilakukan mereka.

Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di  Kairo ketakutan. Mereka dengan
tergesa mencopot lambang negaranya dari  dinding Kedutaan. Mereka juga
menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa  berkibar di puncak gedung,
agar tidak mudah dikenali pada  demonstran.

Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI, juga atas  desakan dan
lobi yang dilakukan para pemimpin Ikhwanul Muslimin, membuat  pemerintah
Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22  Maret 1946.

Inilah pertama kalinya suatu negara asing mengakui kedaulatan  RI secara
resmi. Dalam kacamata hukum internasional, lengkaplah sudah  syarat
Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat.

Bukan itu saja,  secara resmi pemerintah Mesir juga memberikan bantuan
lunak kepada pemerintah  RI. Sikap Mesir ini memicu tindakan serupa dari
negara-negara Timur  Tengah.

Untuk menghaturkan rasa terima kasih, pemerintah Soekarno  mengirim
delegasi resmi ke Mesir pada tanggal 7 April 1946. Ini adalah  delegasi
pemerintah RI pertama yang ke luar negeri. Mesir adalah negara  pertama
yang disinggahi delegasi tersebut.

Tanggal 26 April 1946  delegasi pemerintah RI kembali tiba di Kairo. Beda
dengan kedatangan pertama  yang berjalan singkat, yang kedua ini lebih
intens. Di Hotel Heliopolis  Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi Mesir
dan Dunia Arab mendatangi  delegasi RI untuk menyampaikan rasa simpati.
Selain pejabat negara, sejumlah  pemimpin partai dan organisasi juga hadir.
Termasuk pemimpin Ikhwanul  Muslimin Hasan al Banna dan sejumlah tokoh
Ikhwan dengan diiringi puluhan  pengikutnya.

Setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia, diikuti  serius oleh setiap
Muslim baik di Mesir maupun di Timur Tengah pada umumnya.  Para mahasiswa
Indonesia yang saat itu tengah berjuang di Mesir dengan jalan  diplomasi
revolusi, senantiasa menjaga kontak dengan Ikhwan.

Ketika  Belanda melancarkan agresi Militer I (21 Juli 1947) atas Indonesia,
para  mahasiswa Indonesia di Mesir dan aktivis Ikhwan menggalang aksi
pemboikotan  terhadap kapal-kapal Belanda yang memasuki selat Suez.

Walau Mesir  terikat perjanjian 1888 yang memberi kebebasan bagi siapa saja
untuk bisa  lewat terusan Suez, namun keberanian para buruh Ikhwan yang
menguasai Suez  dan Port Said berhasil memboikot kapal-kapal Belanda.

Pada tanggal 9  Agustus 1947, rombongan kapal Belanda yang dipimpin kapal
kapal Volendam tiba  di Port Said. Ribuan aktivis Ikhwan yang kebanyakan
terdiri dari para buruh  pelabuhan, telah berkumpul di pelabuhan utara kota
Ismailiyah  itu.

Puluhan motor boat dan motor kecil sengaja berkeliaran di permukaan  air
guna menghalangi motor-boat motor-boat kepunyaan  perusahaan-perusahaan
asing yang ingin menyuplai air minum dan makanan kepada  kapal Belanda itu.

Motor-boat para ikhwan tersebut sengaja dipasangi  bendera merah putih.
Dukungan Ikhwan terhadap kemerdekaan Indonesia bukan  sebatas dukungan
formalitas, tapi dukungan yang didasari kesamaan iman dan  Islam.

Walau pemimpin Ikhwan Hasan Al Banna menemui syahid ditembak mati  oleh
begundal rezim Mesir di siang hari bolong, 12 Februari 1949,  dukungan
ikhwan terhadap muslim Indonesia tidaklah berakhir. Dakwah tiada  kenal
kata akhir, hingga Islam membebaskan semua  manusia.

______

Oleh Rizki Ridyasmara, dari Majalah Saksi â?" No.  21 Tahun VI, 18 Agustus
2004, dengan perubahan seperlunya...
--  
  

                
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ 
countries) for 2¢/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke