Teu aya masalah Mh sigana mah di organisasi paguyuban, duduluran mah gede 
kakagokan, ewuh pakewuh moal aya nu wantun wanter menta pertanggungjawaban. Teu 
apal sih naon naona PP, nu jelas mah eta dina seratan aya kecap: "Paguyuban  
Pasundaan belum maksimal melakukan transformasi regenerasi Ki Sunda".....duka 
naon hartosna. Panginten nu gegejeburan atanapi pengamat PP tiasa nerangkeun.

tirta

 ~ experientia docet sapientiam ~




________________________________
From: mh <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 28, 2010 5:35:29
Subject: [kisunda] Re: Kongres Ala PG Pasundan?

  
aya fakta nu menarik:

1. didi rektor unpas
2. didi ketua pg pasundam
3. unpas binaan pg pasundan

kabayang mun rek laporan pertanggungjawaban, rektor unpas ngadeuheus ketua pg 
pasundan.
meureun jadi jiga dalang asep, leungeun katuhu nyepeng peran ketus pg, leungeun 
kenca jadi rektorna.
e la da la, kakang prabu? hehehe


2010/7/27 mh <khs...@gmail. com>

Spirit Baru Ki Sunda
>Oleh Ahmad Zakiyuddin
>Pada tanggal 26 Juli s.d 27 Juli 2010 Paguyu- ban  Pasundan baru saja 
>melaksanakan kongresnya yang ke- 41. Kongres tersebut  sejatinya memunculkan 
>harapan dan inovasi baru tidak sebatas rutinitas  pergantian kepemimpinan 
>Paguyuban Pasundan. Kongres seharusnya  memunculkan spirit baru bagi perubahan 
>harkat dan martabat Ki Sunda,  yaitu menjadi fasilitator, dinamisator, dan 
>katalisator perubahan sosial  masyarakat Sunda menuju masyarakat unggul dina 
>sagala widang kahirupan  sebagaimana filosofi urang Sunda anu nyunda, nyantri, 
>nyakola sareung  nyantika.
>Paguyuban Pasundan semenjak berdiri sesungguhnya  telah menorehkan semangat 
>perubahan bagi Ki Sunda, khususnya terhadap  generasi muda Sunda. Hal ini 
>tercermin dari sosok dan karakter Oto  Iskandardinata yang memiliki perhatian 
>luar biasa terhadap generasi muda  Sunda. Oto Iskandardinata menunjukkan jati 
>diri orang Sunda anu sajati,  anu teu unggut kalinduan teu gedag kaanginan tur 
>leber wawanen.
>Oto Iskandardinata menganjurkan, "Pemuda Sunda! Kalau  kalian tidak 
>sungguh-sungguh mengasah diri, bukan mustahil, kalian di  tanah air sendiri 
>tidak akan mendapat bagian, terpaksa terus berkosong  tangan, sebab kalah oleh 
>golongan lain. Oleh sebab itu, para pemuda  Sunda, cepat buka mata, cepat 
>kumpulkan tenaga dan senjata, yang  dibangun dengan pengetahuan adat tabiat 
>yang 
>kokoh, yaitu kesungguhan,  kemauan, ketekunan, niat yang kuat, dan keberanian. 
>Kalau tidak  demikian, sia-sialah, pasti pemuda Sunda terdesak di medan perang 
>dalam  mencari penghidupan."
>Namun, saat ini, spirit Oto Iskandardinata hanya  menjadi kertas sejarah, 
>bahkan 
>semangat kaderisasi regenerasi di  Paguyuban Pasundan kian memudar. Salah satu 
>indikasinya, Paguyuban  Pasundaan belum maksimal melakukan transformasi 
>regenerasi Ki Sunda. 
>
>Moralitas kolektif
>Hasil Kongres ke-41 Paguyuban Pasundan harus  dijadikan arena pendidikan 
>politik 
>bagi masyarakat Jawa Barat dengan  mewujudkan kepemimpinan Paguyuban Pasundan 
>ke 
>depan yang berketeladanan  dan berkarakter. Kongres semestinya menunjukkan 
>performa demokrasi  sejati yang senantiasa menjunjung tinggi moralitas 
>kolektif 
>demi  kepentingan masyarakat, bukan mempertahankan ambisi sempit kelompok  
>elite 
>Paguyuban Pasundan.
>Proses demokrasi yang menjunjung tinggi moralitas  kolektif perlu ditegakkan 
>dalam memajukan dan dalam pengambilan  keputusan organisasi Paguyuban 
>Pasundan. 
>Alasannya, pertama, Paguyuban  Pasundan adalah organisasi tertua Sunda yang 
>merupakan milik publik.  Keterlibatan kolektivitas publik sesungguhnya modal 
>utama dalam  memberikan asupan gizi bagi pertumbuhan Paguyuban Pasundan. 
>Asupan 
>gizi  tersebut diharapkan memberikan spektrum warna pelangi yang akan  
>berdampak 
>keseimbangan organisasi. Warna pelangi membuat Paguyuban  Pasundan terlihat 
>menawan dan tidak kaku. 
>
>Kedua, berdirinya Paguyuban Pasundan sejatinya wujud  "ijtihad kolektif" 
>tokoh-tokoh Sunda masa lalu agar Paguyuban Pasundan  menjadi "obor" dalam 
>mengangkat harkat dan martabat Ki Sunda. Ijtihad  kolektif akan lebih memiliki 
>makna substansial untuk kesejahteraan  masyarakat seandainya Paguyuban 
>Pasundan 
>membuka ruang seluas-luasnya  untuk hadirnya dialektika lintas generasi, 
>termasuk kritik, saran, dan  masukan konstruktif sehingga elemen-elemen Ki 
>Sunda 
>merasa memiliki  dalam memajukan Paguyuban Pasundan.
>Ketiga, dengan moralitas kolektif, segala tindakan  organisasi akan mampu 
>memberi manfaat yang luas bagi masyarakat. Apa pun  konsekuensi logis dari 
>semua 
>keputusan yang diambil yang melibatkan  moralitas kolektif akan menjadikan 
>nasihat dan pelajaran terbaik bagi  kelangsungan kehidupan sosial berikutnya. 
>
>Keteladanan
>Terwujudnya kepemimpinan yang berketeladanan  merupakan fokus prasyarat utama 
>dan terpenting bagi pemulihan Ki Sunda  dari deraan multikrisis 
>berkepanjangan. 
>Ketua Umum Paguyuban Pasundan ke  depan harus mengembangkan dan mencontohkan 
>kepemimpinan yang  berketeladanan. Pertama, keteladanan dalam membangun 
>hubungan 
>yang  harmonis dan sinergis dengan berbagai pihak. Kedua, keteladanan dalam  
>menjalankan kebijakan dengan komitmen dan konsistensi tinggi dalam  
>menjalankan 
>amanah organisasi. Ketiga, keteladanan dalam mewujudkan  keberpihakan nyata 
>kepada masyarakat Sunda. Keempat, keteladanan untuk  menghindarkan dan 
>menjauhkan Paguyuban Pasundan dari sikap pragmatis  dengan hanya menyandarkan 
>roda organisasi pada figur yang memiliki  jabatan untuk diangkat menjadi 
>pengurus Paguyuban Pasundan daripada  menciptakan pengaderan generasi muda 
>Sunda. Pendekatan pragmatisme  memunculkan kesan, Paguyuban Pasundan hanya 
>alat 
>politik pihak-pihak  tertentu untuk menjadi bemper politik dan hukum, padahal 
>secara real  tidak memiliki implikasi manfaat apa pun terhadap proses 
>peningkatan SDM  dan regenerasi Ki Sunda.
>Sudah saatnya Paguyuban Pasundan bangun dari tidur  panjangnya. Sudah saatnya 
>Paguyuban Pasundan tidak terjebak pada  pragmatisme politik dan menjadikan 
>lembaga sebagai underbow partai  politik dan tokoh tertentu. Paguyuban 
>Pasundan 
>yang dinantikan adalah  Paguyuban Pasundan yang memiliki sense of crisis 
>terhadap masyarakat dan  peduli memperjuangkan kaderisasi dan regenerasi 
>kepemimpinan dan peduli  terhadap pemberdayaan Ki Sunda.***
>Penulis, Presidium ICMI Muda Pusat, dan alumnus Universitas Pasundan.
>web: http://newspaper. pikiran-rakyat. com/prprint. php?mib=beritade 
>tail&id=150390
>
>
>

 

Kirim email ke