ari rek pindah mah jakarta, da enya kudu pindah, tapi ulah gurunggusuh, wayah 
kieu mah rakyat keur teu kabeuli beas-beas acan nya kang.



________________________________

From: mh <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>
Sent: Thu, August 5, 2010 3:53:36 AM
Subject: [kisunda] Mindahkeun "Jakarta"?



ceuk mas achmad urang jabar, dki, jeung banten bakal ngarasa rugi, mun ibukota 
pindah ti jakarta pindah ka palangka.
naha enya ngan urang jabar, banten, jeung dki nu ngarasa dirugikeun? atawa ukur 
tudingan mas achmad, neumbleuhkeun ka urang jabar?


Pemindahan Ibu Kota Cenderung Direspon Negatif
Selasa, 03/08/2010 - 16:35 
YOGYAKARTA, (PRLM).-Gagasan pemindahan ibu kota keluar dari Jakarta 
diperkirakan 
cenderung direspon negatif oleh pihak-pihak berkepentingan di DKI Jakarta, Jawa 
Barat, dan Banten. Pertimbangannya pemindahan ibu kota bisa menjauhkan akses 
politik kawasan tersebut. 

“Selama ini daerah tersebut sangat diuntungkan oleh akses politik yang dekat. 
Jika ibu kota berpindah maka akses politik mereka akan semakin jauh,” kata 
pengamat politik Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, Selasa (3/8).
Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IP-UMY) menyatakan 
pemindahan ibu kota sebenarnya positif untuk pemerataan pembangunan. Syaratnya, 
pemindahan ibu kota bukan memindahkan kawasan bisnis. Ibu Kota Jakarta harus 
tetap menjadi kota bisnis, bukan sebaliknya diboyong ke ibu kota baru.
Jika kota bisnis dipindah sekota dengan ibu kota, itu sama halnya tidak 
mengatasi masalah perkotaan yang melanda Jakarta. “Kalau hal itu terjadi sama 
saja akan terjadi situasi kota yang sangat crowded. “katanya.
Jika pilihannya Palangkaraya, Kalimatan Tengah, sebagai ibu kota, maka kota ini 
dikhususkan untuk ibu kota, bukan disulap menjadi kota bisnis seperti Jakarta. 
Kondisi geografisnya tepat berada ditengah Indonesia dan secara geologis 
relatif 
aman dari bencana alam. “Palangkaraya cenderung aman dari gempa dan banjir 
dibandingkan kota lain,”ujar dia.
Persoalan yang harus diperhitungkan, kata dia, kesiapan penduduk. Biaya 
pemindahan ini sangat mahal, bisa mencapai Rp 100 triliun. Jika penduduk 
setempat tidak siap, itu menjadi masalah di belakang hari. Maka persiapannya 
tidak sebatas fasilitas infrastruktur kota, masyarakat harus disiapkan. Jangan 
memindahkan ibu kota justru membikin masalah baru, penduduk lokal terpinggirkan 
dan pendatang menjadi raja, itu sangat rawan konflik. (A-84/kur)** *
web: http://www.pikiran-rakyat.com/node/119147



  A


      

Kirim email ke