Saluran drainase, ngan tiasa eta wungkul, kumargi kalakuan cai ayeuna rada 
benten
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Tirta widjaja <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 22 Oct 2010 21:47:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Merapi

Siasat mayunanana kumaha?
 ~ experientia docet sapientiam ~ 




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, October 23, 2010 10:37:45
Subject: Re: [kisunda] Merapi

  
Jakarta bakal kabanjiran saacan tutup taun, cai jeung angin maceuh rada 
rongkah, 
taneuh teu kuat nahan cai ngaborolo dimana2 

Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: [email protected] 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 23 Oct 2010 03:28:03 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [kisunda] Merapi
  
Saur nonggerak, geteran ti handap nu ieu langkung sering, hartosna aya tanaga 
ti 
handap nu nuju kaluhur, ageung, da geterana teu biasa, tos lima dinten ieu 
unggal jam karaos ngageter.. jigana bakal aya gunung bitu tapi badag.. Badag 
pisan 

Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: Tirta widjaja <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Fri, 22 Oct 2010 20:24:47 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [kisunda] Merapi
  
Ngantosan konfirmasi maca paubahan alam ti Kang Oman & Kang Imun feat. Mbah 
Marijan, Kinonggerak


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Ada Kemungkinan Letusan Merapi Eksplosif
Jumat, 22 Oktober 2010 | 23:42 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono menyatakan, ada 
kemungkinan letusan Gunung Merapi kali ini eksplosif dan menyebar ke segala 
arah. 

"Memang selama ini kecenderungan Gunung Merapi adalah membentuk kubah dan 
setelah itu kubah terbawa bersama dengan semburan awan panas. Tetapi dari 
catatan sejarah pernah pula terjadi letusan eksplosif dan tidak membentuk kubah 
terlebih dulu," kata Surono di Yogyakarta, Jumat (22/10/2010) malam. 

Ditemui di sela-sela pembukaan Merapi Volcano Expo 2010 di Kantor Balai 
Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta (BPPTK 
Yogyakarta), ia mengatakan, pada 1930 dan 1931, letusan Gunung Merapi eksplosif 
dan radius letusan bisa mencapai lebih dari 15 kilometer. "Bahkan untuk hujan 
abu dalam letusan eksplosif tersebut mencapai Madura dan Malang, Jawa Timur," 
katanya. 

Ia mengatakan, saat ini pola aktivitas Gunung Merapi memang berbeda dengan pola 
erupsi 2006, baik dari sisi kegempaan vulkanik yang demikian kuat, maupun dari 
sisi penggelembungan badan gunung yang juga sangat cepat. "Pola saat ini memang 
ada kemiripan dengan letusan 1931, yakni peningkatan aktivitas berlangsung 
cepat 
dan kekuatan gempa vulkanik lebih besar," katanya. 

Surono mengatakan, meski demikian, hal ini hanya merupakan perkiraan skenario 
karena apa yang akan terjadi dengan letusan Gunung Merapi tidak ada yang dapat 
memperkirakan, termasuk waktu dan jumlah materialnya. "Sebagai contoh, letusan 
Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, pada 2007. Saat itu, kegempaan sedemikian 
kuat dan besar mirip seperti letusan pada 1990 yang eksplosif mencapai radius 
10 
kilometer. Setelah dalam radius 10 kilometer kami lakukan pengamanan, ternyata 
pada 2007 letusan hanya kecil sekali dan hanya membentuk kubah," katanya. 

Ia mengatakan, apakah Gunung Merapi akan segera meletus dalam waktu dekat ini, 
pihaknya tidak dapat memastikan. "Yang jelas Merapi tidak akan pernah ingkar 
janji. Setelah peningkatan aktivitas ini, biasanya diakhiri dengan letusan yang 
dapat berbentuk guguran kubah dan awan panas atau letusan eksplosif. Semua itu 
hanya Merapi yang tahu," katanya.
 ~ experientia docet sapientiam ~ 


 




Kirim email ke