Sumatra gempa, jakarta oge sababaraha daerah karendem cai, rombongan heulang 
haliber ti merapi ka kaler wetan cenah tandaning merapi tos siap2...... tapi di 
Bogor nuju sawala  Reinventing Sunda....

 ~ experientia docet sapientiam ~




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, October 23, 2010 15:40:56
Subject: Re: [kisunda] Merapi

  
Bade Motah na mah abdi terang ngan alesana duka kunaon, panginten leres saur 
akang
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  engkus ruswana <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 23 Oct 2010 13:48:55 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [kisunda] Merapi
  
He...he...he... kang Halimun rupina Cai-Seuneu-Angin-Bumi nu jadi sumber asal 
wujud lahir manusa tos ngarambek, margi  disapirakeun, teu dihargaan.

pun
Engkus

--- Pada Sab, 23/10/10, [email protected] <[email protected]> menulis:


>Dari: [email protected] <[email protected]>
>Judul: Re: [kisunda] Merapi
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Sabtu, 23 Oktober, 2010, 12:00 PM
>
>
>  
>Saluran drainase, ngan tiasa eta wungkul, kumargi kalakuan cai ayeuna rada 
>benten
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

>From:  Tirta widjaja <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Fri, 22 Oct 2010 21:47:32 -0700 (PDT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: Re: [kisunda] Merapi
>
>  
>Siasat mayunanana kumaha?
> ~ experientia docet sapientiam ~ 
>
>
>
>
>
________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Saturday, October 23, 2010 10:37:45
>Subject: Re: [kisunda] Merapi
>
>  
>Jakarta bakal kabanjiran saacan tutup taun, cai jeung angin maceuh rada 
>rongkah, 
>taneuh teu kuat nahan cai ngaborolo dimana2 
>
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
 
>From: [email protected] 
>Sender: [email protected] 
>Date: Sat, 23 Oct 2010 03:28:03 +0000
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: Re: [kisunda] Merapi
>
>  
>Saur nonggerak, geteran ti handap nu ieu langkung sering, hartosna aya tanaga 
>ti 
>handap nu nuju kaluhur, ageung, da geterana teu biasa, tos lima dinten ieu 
>unggal jam karaos ngageter.. jigana bakal aya gunung bitu tapi badag.. Badag 
>pisan 
>
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
 
>From: Tirta widjaja <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Fri, 22 Oct 2010 20:24:47 -0700 (PDT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: [kisunda] Merapi
>
>  
>Ngantosan konfirmasi maca paubahan alam ti Kang Oman & Kang Imun feat. Mbah 
>Marijan, Kinonggerak
> 
> 
>--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
> 
> 
>Ada Kemungkinan Letusan Merapi Eksplosif
>Jumat, 22 Oktober 2010 | 23:42 WIB
> 
>YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 
>Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono menyatakan, 
>ada 
>kemungkinan letusan Gunung Merapi kali ini eksplosif dan menyebar ke segala 
>arah. 
>
>"Memang selama ini kecenderungan Gunung Merapi adalah membentuk kubah dan 
>setelah itu kubah terbawa bersama dengan semburan awan panas. Tetapi dari 
>catatan sejarah pernah pula terjadi letusan eksplosif dan tidak membentuk 
>kubah 
>terlebih dulu," kata Surono di Yogyakarta, Jumat (22/10/2010) malam. 
>
>Ditemui di sela-sela pembukaan Merapi Volcano Expo 2010 di Kantor Balai 
>Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta (BPPTK 
>Yogyakarta), ia mengatakan, pada 1930 dan 1931, letusan Gunung Merapi 
>eksplosif 
>dan radius letusan bisa mencapai lebih dari 15 kilometer. "Bahkan untuk hujan 
>abu dalam letusan eksplosif tersebut mencapai Madura dan Malang, Jawa Timur," 
>katanya. 
>
>Ia mengatakan, saat ini pola aktivitas Gunung Merapi memang berbeda dengan 
>pola 
>erupsi 2006, baik dari sisi kegempaan vulkanik yang demikian kuat, maupun dari 
>sisi penggelembungan badan gunung yang juga sangat cepat. "Pola saat ini 
>memang 
>ada kemiripan dengan letusan 1931, yakni peningkatan aktivitas berlangsung 
>cepat 
>dan kekuatan gempa vulkanik lebih besar," katanya. 
>
>Surono mengatakan, meski demikian, hal ini hanya merupakan perkiraan skenario 
>karena apa yang akan terjadi dengan letusan Gunung Merapi tidak ada yang dapat 
>memperkirakan, termasuk waktu dan jumlah materialnya. "Sebagai contoh, letusan 
>Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, pada 2007. Saat itu, kegempaan sedemikian 
>kuat dan besar mirip seperti letusan pada 1990 yang eksplosif mencapai radius 
>10 
>kilometer. Setelah dalam radius 10 kilometer kami lakukan pengamanan, ternyata 
>pada 2007 letusan hanya kecil sekali dan hanya membentuk kubah," katanya. 
>
>Ia mengatakan, apakah Gunung Merapi akan segera meletus dalam waktu dekat ini, 
>pihaknya tidak dapat memastikan. "Yang jelas Merapi tidak akan pernah ingkar 
>janji. Setelah peningkatan aktivitas ini, biasanya diakhiri dengan letusan 
>yang 
>dapat berbentuk guguran kubah dan awan panas atau letusan eksplosif. Semua itu 
>hanya Merapi yang tahu," katanya.
> ~ experientia docet sapientiam ~ 
>
>
>
> 
>
> 

 

Kirim email ke