Kang MH, hatur nuhun tos dimoderasi janten langsung cekgur imel teh ayeuna mah.
Abdi mah nuju budak sok ngahaja ngadodoho buah manalika kolot teras dipeuyeum 
disumputkeun di telebug atanapi di lisung. Pas asak dipurak raramean, heuheu 
meuni waas. 

Saur abdi mah ieu kasempetan urang, komo pan manalika mah babari pisan 
tumuwuhna 
di bumi parahyangan. Sahenteuna tiasa ngabantosan terapi ti dokter, atuh beh 
dituna saha nu terang aya anu nalungtik langkung jero dugika tiasa didamel 
landong tur dipatenkeun.

Tadi kenging dua artikel ngeunaan saripati manalika teh, salah sahijina ti 
Journal of Agricultural and food chemistry, kaluaran taun kamari, anu 
nalungtikna Professor Pomper saparakanca ti Kentucky State University. 
Abstrakna 
nangkod di handap, kirang langkung kieu panginten intina:

Sirsak amerika (anu disebatna pawpaw) nembee dibudidayakeun sacara komersil di 
US. Ngandung annonaceous acetogenins (duka teuing nanahaon da spesialis abdi 
mah 
sanes di dieu, hehe) dina dahan, buah atah, siki, akar, sareng kulitna, anu 
gaduh hasiat anti tumor, pestisida, anti malaria, anti parasit, anti virus, 
sareng anti kuman...
Saterasna mangga diilo:

The North American pawpaw [Asimina triloba (L.) Dunal] is a tree fruit in the 
early stages of
commercial production in the United States. This plant contains annonaceous 
acetogenins in the
twigs, unripe fruit, seeds, roots, and bark tissues, which display antitumor, 
pesticidal, antimalarial,
anthelmintic, piscicidal, antiviral, and antimicrobial effects, suggesting many 
potentially useful
applications. However, commercial development of these compounds, based on twig 
extracts,
has been problematic due to limited availability of biomass for extraction. 
Additionally, acetogenin
compounds contained in fruit of pawpaw relatives (soursop or Annona muricata) 
and tea made from
the leaves of these plants may lead to an increased risk of atypical 
Parkinsonism later in life with
overconsumption of these compounds. Therefore, the objectives of this study 
were 
(1) to determine
if extracts of ripe pawpaw fruit pulp displayed acetogenin activity, (2) to 
identify potential acetogenin
compounds in the fruit tissue, and (3) to determine if the acetogenin activity 
varied in diverse
pawpaw genotypes and closely related Annona species. Extracts of ripe fruit had 
total extract
weights and bioactivity using the brine shrimp bioassay similar to those from 
‘NC-1’ pawpaw twig
tissue. Pulp from soursop, cherimoya, and several additional pawpaw cultivars 
(‘Mitchell’, ‘Overleese’,
‘NC-1’,‘Zimmerman’, ‘Wells’, and ‘Sunflower’) also displayed bioactivity, but 
peach or banana
pulp did not. Ripe pawpaw pulp extract subjected to HPLC-MS analysis identified 
three prominent
acetogenins: asimicin, bullatacin, and bullatalicin. This study points to 
pawpaw 
fruit pulp serving as a
new biomass source for the extraction of acetogenin compounds for product 
development. An
assessment of the potential human health risk of overconsumption of fruit and 
acetogenin
bioavailability and degradation studies should be pursued.
KEYWORDS: Antitumor; pesticidal; antimalarial; anthelmintic;






________________________________
From: mh <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 25, 2010 19:26:08
Subject: Re: [kisunda] Neraskeun, ubar kanker

  
sok kang euyeuban ieu milis, ku bahasan ilmiah.

ari uing mah kana sirsak alias mandalika teh, resep kanu asak na tangkalna
mangga geura cobaan, da mani pulen.


2010/10/25 Deni Indra Kelana <[email protected]>

  
>Ti detik.com, mugi2 aya mangpaatna, hapunten teu disundakeun. Ke pami aya 
>waktos 
>insya 4JJ 1 ku abdi dipaluruh ti jurnal ilmiahna, meungpeung aya keneh akses.
>Hatur nuhun,
>
>Deni
>
>
>
>Senin, 25/10/2010 13:22 WIB
>
>Penemuan yang Disembunyikan: Ekstrak Sirsak Ampuh Obati Kanker
>Vera Farah Bararah - detikHealth
>
>
>
>(Foto: herballyhealing.com)Jakarta, Bertahun-tahun orang tidak menyadari 
>ekstrak 
>pohon sirsak ampuh untuk  mengobati kanker. Penemuan yang dilakukan sejak 
>tahun 
>1976 sengaja  disimpan oleh perusahaan farmasi agar bisa mematenkan 
>sintesisnya, 
>tapi  hingga kini versi sintesisnya belum bisa dibuat.
>
>Selama ini  pengobatan kanker dinilai mahal dan bisa menimbulkan efek samping. 
>Tapi  sebuah hasil penelitian mengejutkan terkuak sejak tahun 1976 bahwa  
>ekstrak pohon sirsak lebih ampuh untuk mengobati kanker.
>
>Sirsak  merupakan buah tropis yang memiliki nama berbeda-beda. Di Spanyol  
>dikenal dengan nama guanabana, di portugal disebut graviola, di Brazil  
>disebut 
>paw paw, orang China menyebutnya Ang Mo Lau Leen, di Malaysia  disebut durian 
>belanda dan di India disebut Aathakka pazham.
>
>Penemuan yang menakjubkan ini pertama kali ditulis media pada Februari 2010. 
>Seperti dikutip dari Healthmad,  Senin (25/10/2010) ekstrak dari pohon sirsak 
>dikatakan 10.000 lebih  baik dari kemoterapi dan 10.000 kali lebih kuat dalam 
>hal memperlambat  pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan obat kemoterapi.
>
>Berbagai  studi yang dilakukan ilmuwan sejak tahun 1970 menunjukkan bahwa 
>ekstrak  ini secara efektif melawan, menargetkan dan membunuh sel-sel ganas  
>untuk berbagai jenis kanker. National Cancer Institute telah melakukan  
>penelitian ilmiah pertama tahun 1976, hasilnya batang dan daun sirsak  efektif 
>menyerang dan menghancurkan sel-sel ganas.
>
>Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Catholic University of South Korea dan 
>diterbitkan dalam Journal of Natural Product menyatakan bahwa satu senyawa 
>kimia 
>yang ditemukan dalam sirsak  selektif membunuh sel kanker usus besar serta 
>10.000 kali lebih  berpotensi sebagai obat kemoterapi. Selain itu juga 
>diketahui 
>senyawa  ini selektif memilih sel target kanker sehingga tidak merusak sel-sel 
> 
>sehat.
>
>Sedangkan sebuah studi yang dilakukan Purdue University  baru-baru ini 
>menemukan 
>bahwa daun dari pohon sirsak sangat efektif  untuk kanker prostat, pankreas 
>dan 
>paru-paru.
>
>Penemuan  menakjubkan ini sengaja disimpan selama bertahun-tahun sehingga 
>banyak  
>orang yang tidak menyadarinya. Hal ini karena perusahaan farmasi besar  
>berusaha 
>untuk mempelajari senyawa tersebut dan mencoba menjual versi  sintetisnya. Hal 
>ini karena sumber bahan alami untuk obat tidak bisa  dipatenkan, tapi 
>sayangnya 
>kandungan dari sirsak tersebut tidak berhasil  disintetiskan.
>
>Berdasarkan 20 tes laboratorium yang sudah dilakukan sejak tahun 1970 seperti 
>dilansir vine-uk.com pada April 2010, menunjukkan bahwa ekstrak dari pohon ini 
>sangat bermanfaat, seperti:
>
>       1. Bisa menyerang sel-sel kanker secara efektif karena tidak  
> membahayakan sel 
>yang sehat, serta tidak menyebabkan rasa mual ekstrim,  kehilangan berat badan 
>dan rambut rontok.
>       2. Memiliki target yang efektif dan bisa membunuh sel-sel ganas bagi 12 
>  jenis 
>kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru  dan kanker 
>pankreas.
>       3. Melindungi sistem kekebalan tubuh dan menghindari infeksi yang 
> mematikan.
>       4. Merasa lebih sehat dan kuat selama menjalani pengobatan.
>       5. Meningkatkan energi di dalam tubuh.
>Berbagai bagian dari pohon sirsak termasuk daun, kulit akar, buah  dan bijinya 
>telah digunakan secara berabad-abad oleh suku Indian asli di  Amerika Selatan 
>sebagai obat penyakit jantung, asma, gangguan hati dan arthritis.
>
>
>
>

 

Kirim email ke