========================
Dalam Penentuan Hari Jadi Jabar
Sejarawan Senior Prof. A. Sobana Merasa Dikhianati
Minggu, 31/10/2010 - 10:21

BANDUNG, (PRLM).- Sejarawan senior Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. A.
Sobana Hardjasaputra merasa dikhianati dengan penentuan hari Jawa Barat oleh
tim peneliti dan DPRD Jabar. Pasalnya, dalam tahap awal pembentukan hari
Jadi Jabar melalui semiloka diundang pertamakali, namun pada kelanjutannya
tidak pernah ada undangan. "Bahkan saya diminta membuat surat ke DPRD Jabar
agar dilibatkan oleh salah seorang pimpinan dewan, namun tidak digubris,"
kata Sobana yang ditemui dikediamannya di Jln. Jatihandap Bandung, Kamis
(28/10).

Kalau mau fair kata dia, dewan yang harusnya mengundang saya untuk
memberikan penjelasan. "Demi kebenaran sejarah siap dipanggil dewan untuk
menjelaskannya," tandas Sobana. Dia pun tak setuju jika penetapan hari jadi
Jabar ditetapkan oleh penguasa (gubernur) seperti dikatakan oleh Nina
Hilman. Menurutnya, apa yang diusulkan Nina Hilman ini, tetap saja kembali
ke masa jaman feodal. "Jika ditetapkan oleh penguasa, buat apa ada
penelitian dan kajian sejarah," ujarnya kepada Galamedia.

Untuk hari jadi Jawa Barat, Sobana mengaku, lebih cenderung hari Jadi Jawa
Barat tanggal 1 Januari 1926. Menurut Sobana, fakta sejarah tanggal 1
Januari 1926 merupakan awal adanya sistem pemerintahan di Jawa Barat pada
masa kolonial Belanda. Yang pertama kali memperjuangkan pembentukan sistem
pemerintahan di West Java ke pemerintah Kolonial Belanda, adalah para tokoh
perjuangan yang ada Konstrad, seperti Otto Iskandar Di Nata, Husni Thamrin,
Tjokro Aminoto dan tokoh lainnya. Usulan itu diterima pemerintah kolonial
Belanda, ada sekitar 45 orang pribumi, 20 diantaranya tokoh Sunda yang
terlibat dalam pemerintahan provinsi West Java kala itu. "Fakta sejarah ini
tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh sejarawan, peneliti, dan dewan,"
ujarnya.

Sobana pun menyebutkan, jika dewan atau gubernur Jabar menerima usulan hari
jadi Jabar tanggal 19 Agustus 1945 atau 14 Januari 1950, berarti mereka
meracuni generasi penerus dengan sejarah yang salah. Menurutnya, untuk
menentukan hari jadi Jawa Barat harus berdasarkan fakta sejarah yang
objektif.

"Sebenarnya mereka tahu dengan fakta sejarah tanggal 1 Januari 1926, namun
mereka mengabaikannya dan mengkhianati sejarah. Entah apa motifnya. Yang
pasti, jika nantinya hari jadi Jabar diambil diantara tanggal 19 Januari
1945 atau 14 Juli 1950 mereka munafik dan meracuni generasi mendatang,"
terangnya. (B.81/A-122)**

http://www.pikiran-rakyat.com/node/125941

Kirim email ke