Supaya ulah melenceng kahareupna ke lalaunan bahas Adam heula. Ka MJ, kang 
Tebe, 
ka saha we nu tos comparative: Naha leres Adam Tunggal ceuk urang Kanekes 
teh Nabi Adam ceuk agama samawi? Kitu balaka (as is) atanapi intepretasi??

JP
 
Makarya Mawa Raharja




________________________________
Dari: engkus ruswana <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sab, 4 Desember, 2010 13:28:22
Judul: Bls: Bls: Bls: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?

  
Beuki eces bae yen Nabi Adam (Adam Tunggal ceuk urang Kanekes)jeung Nabi Nuh 
teh 
urang Sunda Land. Nabi Nuh waktu nyalametkeun rupa-rupa sasatoan ti sireum nepi 
ka Gajah, teu mungkin aya di Arab-Mesir, da nu lengkep sastoan mah ngan aya di 
Sunda land.

ER

--- Pada Rab, 1/12/10, Jalak Pakuan <[email protected]> menulis:


>Dari: Jalak Pakuan <[email protected]>
>Judul: Bls: Bls: Bls: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Rabu, 1 Desember, 2010, 7:38 PM
>
>
>  
>Guminter, api2 pinter.....supaya teu minder nulis na milis kisunda nu 
>palalinter.
>
>
>
>
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
>Kepada: [email protected]
>Terkirim: Rab, 1 Desember, 2010 04:34:15
>Judul: Re: Bls: Bls: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?
>
>  
>Taaaaaah kang jalak tea atuh pinter 
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

>From: Jalak Pakuan <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Wed, 1 Dec 2010 20:31:20 +0800 (SGT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: Bls: Bls: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?
>
>  
>Percaya bah Imun rek sakumaha tarikna urang sunda kongkorongok ngaku induk 
>peradaban, tetep  urang jawa mah kukuruyuk yen manehna nu boga lalakon.
> 
>Makarya Mawa Raharja
>
>
>
>
>
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
>Kepada: [email protected]
>Terkirim: Rab, 1 Desember, 2010 04:24:39
>Judul: Re: Bls: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?
>
>  
>Beu, beuki mahiwal ari si akang nya 
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

>From: Jalak Pakuan <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Wed, 1 Dec 2010 20:21:29 +0800 (SGT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: Bls: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?
>
>  
>Induk peradaban indonesia teh jawa, induk peradaban jawa teh solo,  jadi induk 
>peradaban dunia teh diwangun ku urang solo lain urang sunda.
> 
>Makarya Mawa Raharja
>
>
>
>
>
________________________________
Dari: mh <[email protected]>
>Kepada: Ki Sunda <[email protected]>
>Terkirim: Rab, 1 Desember, 2010 04:16:32
>Judul: [kisunda] Re: Teori Atlantis jeung Sundaland?
>
>  
>Indonesia adalah Induk Peradaban Dunia
> SHUTTERSTOCK
>
>Rabu, 27 Oktober 2010 | 18:56 WIB
>JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil riset yang menyimpulkan bahwa Indonesia sebagai 
>induk peradaban dunia mendapat sorotan para peneliti di Indonesia. Lembaga 
>Ilmu 
>Pengetahuan Indonesia (LIPI) langsung merespon temuan Profesor Stephen 
>Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford 
>University, Inggris tersebut sebagai bahan perdebatan yang menarik untuk 
>diungkapkan kepada publik.
>Dr. Hery Harjono, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI, mengungkapkan 
>bahwa menarik untuk mencermati penelitian yang menyebutkan Indonesia merupakan 
>awal peradaban dunia. Analisis yang sering dikenal sebagai Teori Oppenheimer 
>tersebut tertuang dalam buku karangannya berjudul "Eden in the East". 
>Menurutnya, pendapat tersebut tentu bisa menjadi referensi bagi masyarakat 
>Indonesia untuk melengkapi berbagai teori yang telah berkembang. 
>
>
>"Teorinya dikenal sebagai Oppenheimer Theory yang dengan tegas menyatakan 
>bahwa 
>nenek moyang dari induk peradaban manusia modern (Mesir, Mediterania dan 
>Mesopotamia) adalah berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sunda 
>land (Indonesia)," paparnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa 
>(27/10/2010).
>
>Dia menambahkan bahwa "Eden In The East" mendasarkan kesimpulannya kepada 
>penelitian yang dilakukan selama puluhan tahun. Dokter ahli genetik dengan 
>struktur DNA manusia tersebut, lanjutnya, melakukan riset struktur DNA manusia 
>sejak manusia modern ada selama ribuan tahun yang lalu hingga saat ini dengan 
>pendekatan dasar yang digunakan disiplin keilmuan kedokteran, geologi, 
>linguistik, antropologi, arkeologi, dan folklore. 
>
>
>Lebih lanjut, Hery mengulas bahwa buku Prof. Dr. Stephen Oppenhenheimer 
>menegaskan orang-orang Polinesia (penghuni Benua Amerika) bukan berasal dari 
>China sebagaimana yang terpampang dalam setiap teks sejarah buku pelajaran, 
>melainkan dari orang-orang yang datang dari dataran yang hilang dari 
>pulau-pulau 
>di Asia Tenggara.
>Penyebaran kebudayaan dan peradaban tersebut, sambungnya, disebabkan "banjir 
>besar" yang melanda permukaan bumi pada 30.000 tahun yang lalu. "Inilah yang 
>menarik diperdebatkan dan menjadi kontroversi karena pertentangan dengan teori 
>sebelumnya," pungkasnya.
>Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Ufuk Publishing 
>House menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Menelusuri Jejak Sejarah: 
>Indonesia Awal Peradaban Dunia?" Seminar ini berlangsung di Widya Graha LIPI 
>Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta pada Kamis (28/10/2010) pukul 
>09.00 
>WIB.
>
>Pembicara utama (keynote speaker) seminar adalah Jimly Ash-Shiddiqie, mantan 
>Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Kemudian, pembicara tamu dari Oxford 
>University, Inggris yakni Prof. Dr. Stephen Oppenheimer dan Dr. Frank Joseph 
>Hoff dari University of Washington. Sementara, pembicara lainnya yaitu Prof. 
>Dr. 
>Sangkot Marzuki dari Lembaga Eijkman dan Dr. Eko Yulianto dari Pusat 
>Penelitian 
>Geoteknologi LIPI.
>Tri Wahono 
>Dapatkan artikel ini di URL:
>http://www.kompas.com/read/xml/2010/10/27/1856144/Indonesia.adalah.Induk.Peradaban.Dunia
>
>
>
>
>
> 



Kirim email ke