Jaipongan dan Pencak Silat akan Diajukan ke UNESCO
Jumat, 11/03/2011 - 22:56
  [image: RETNO HY/"PRLM"]
RETNO HY/"PRLM"
Pencak Silat yang dinilai layak untuk diajukan ke UNESCO sebagai warisan
budaya tak benda. Selain Pencak Silat juga akan diajukan adalah Kesenian
Tari Jaipongan.*

BANDUNG, (PRLM).- Menyusul diakuinya wayang golek, keris dan angklung, dua
kesenian yang dinilai layak untuk diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya
tak benda adalah Kesenian Tari Jaipongan dan Pencak Silat. Penilaian
tersebut dikarenakan kedua jenis kesenian tersebut disejumlah belahan dunia
telah dikenal dan diakui sebagai kesenian berasal dari Indonesia, khususnya
Jawa Barat.

Diungkapkan Kepala Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar , DR Ikke Dewi
Sartika, kepada PRLM, untuk melihat kemungkinan pengajuan Kesenian Tari
Jaipongan dan Pencak Silat ke UNESCO, Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar
(BPTB Jabar) akan melakukan sejumlah upaya. "Selain akan menempuh upaya
koordinasi dengan lembaga ataupun instansi terkait, kami juga akan melakukan
rangkaian kegiatan dialog dengan tokoh dan pelaku seni," ujar Ikke,
didampingi Kasi Pemanfaatan BPTB Jabar, Drs. Yadi Haryadi, dan Kasi
Pengembagan Dra. Siti Hapiatun, serta para curator BPTB Jabar.

Dikatakan Ikke, pihaknya menilai sejumlah kesenian maupun budaya tradisi
Jawa Barat layak untuk diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda
karena sangat digemari dan masih dimainkan masyarakat Jabar, bahkan nasional
dan internasional. Begitu pun dengan penyebarannya, kesenian tersebut tidak
hanya berkembang di Jabar, tetapi juga ditingkat nasional dan internasional.

"Inilah yang menjadi niat kami untuk mengajukan seni jaipongan dan pencak
silat guna nendapat pengakuan secara hukum dari Unesco sebagai warisan
budaya tak benda. Kedua seni tersebut sebagai prioritas diajukan ke Unesco,
karena khawatir, jika tidak diprioritaskan, bukan tidak mungkin kedua seni
tersebut akan diajukan oleh negara lain," ujar Ikke.

Sementara penggiat dan pupuhu Komunitas Peduli Jaipongan Jawa Barat (KPJJB),
Mas Nanu Munajat, mendukung upaya dan niat baik yang akan dilakukan BPTB
Jabar. "Kenapa (tari jaipongan dan pencak silat) baru akan diajukan.
Pemerintah daerah Aceh saja sangat tanggap dan mereka berhasil mendaftarkan
seni Tari Saman dan diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda," ujar
Mas Nanu, yang juga kurator seni di BPTB Jabar.

Menurut Mas Nanu, jika dibandingkan dengan kesenian lain, kesenian tari
jaipongan dan pencak silat sudah dikenal dan digemari oleh masyarakat
Indonesia maupun masyarakat dunia. Karena selain masih banyak pelaku dan
masih mudah ditemui, kedua kesenian khas Jabar tersebut juga sudah diakui
secara ilmiah dengan banyaknya naskah tertulis dari hasil penelitian dari
berbagai perguruan tinggi dan sudah menjadi dukomen resmi.

Namun Nanu berharap, jangan hanya pengakuan dan penghargaan dari pemerintah.
Tetapi juga bagaimana melestarikan dan mengembangkan kedua kesenian
tersebut. (A-87/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/137845

Kirim email ke