Untuk Rehab Rumah, Warga Kumpulkan Rp 100 Per Hari 30 Nov 2010 ETIAP rumah di Desa Situ Udik, Kec. Ci-bungbulang, Kab. Bogor, diletakkan kotak celen-gan. Warga diajak untuk bersedekah minimal Rp 100 per hari.
Hasilnya, uang yang terkumpul bisa dipergunakan untuk merenovasi rumah warga yang tidak layak huni. Terbukti, pada tahun noio se-jj banyak Z2 rumah bisa diba- ngun d.-in ilanayjinn disebut IHQSn istilah "fereongan Kepala Desa Situ Udik En-duh Nuhudawi kepada "PR", belum lama irri mengatakan, sebagai bentuk swadaya masyarakat dan respons atas program Rehabilitasi Rumuh Tidak Layak Huni (RTLH) yang digulirkan Pemkab Bogor, warga juga mengumpulkan dana "rereongan sarupi". "Hasilnya sebanyak 72 unit rumah dibangun, di antaranya 50 unit merupakan bantuan pemkab yang masuk dalam program rehabilitasi RTLH," katanya. Gagasan "rereongan sarupi" sebagai bentuk bahwa warga punya kepedulian terhadap pembangunan, termasuk orang yang tidak mampu sekalipun. Kotak celengan dana sedekah diletakkan di seluruh rumah warga yang berjumlah sekitar 14.000 jiwa. "Dari jumlah penduduk tersebut, hampir 60 persen merupakan warga miskin dan 294 unit rumah tidak layak huni,".kata Enduh. Kenapa Rp 100 per hari? Kenapa tidak Rp 1.000? Kata Enduh, agar sumbangan bisa dijangkau oleh semua warga, termasuk warga tak mampu, maka Rp 100 merupakan nominal yang bisa terjangkau oleh semua lapisan. "Hasilnya, kotak celengan di rumah warga tak mampu ternyata bisa terkumpul cukup banyak. Ini bukti ter-nyata warga tak mampu juga punya keinginan sama untuk menyumbang," kata Enduh. Selanjutnya, setiap hari ada dua orang yang ditunjuk oleh pengurus rumah tangga (RT) untuk mengumpulkan dana "rereongan sarupi" ke rumah-rumah warga. Dari dana yang terkumpul itu, petugas pengumpul mendapatkan biaya operasional sebesar 10 persen. Setiap hari dana yang terkumpul rata-rata mencapai Rp 350.000 sampai Rp 500.000. Penggunaan uang tersebut selain untuk rehab rumah, juga untuk santunan anak yatim, orang jompo, dan sebagainya. Dana "rereongan sarupi" yang dilakukan di Desa Situ Udik, ternyata menjadi perhatian Kementerian Perumahan Rak-at. Bahkan, tanggal 2 November lalu, Kades Enduh diundang ke Jakarta mewakili Jawa Barat untuk melakukan ekspose program tersebut di depan pejabat dari daerah lain. "Saya tak mengira diundang resmi. Bahkan desa saya akan dijadikan percontohan bagi daerah lain," ujarnya. (Irwan Natsir/"PR")"* http://bataviase.co.id/node/477402
