Apan aya catetan dina carita pantun, Ki Lengser kurang kumaha
pikaseurieunana. Piraku mun nu ngabandungan pantun bisa nyerengeh, ari nu
sagedengeun Ki Lengser teu imut kanjut-kanjut acan mah. Hehehe.

2011/5/11 engkus ruswana <[email protected]>

>
>
> He..he..he... keur ngembangkeun semangat senyum bae, urang mah kedah impor
> dan teu aya catetan luluhur urang bageur tur murah senyum????
>
> pun tabe
> ER
>
> ------------------------------
> *Dari:* Roza R. Mintaredja <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Dikirim:* Selasa, 19 April 2011 10:55
> *Judul:* Re: [kisunda] Mengetuk Pintu Tuhan
>
>
> wah katingalna sae eta jalan kang jalal teh
> hn*R3M
>
> 2011/4/18 Ahmad Sahidin <[email protected]>
>
>
>  Buku : JALAN RAHMAT; Mengetuk Pintu Tuhan
> Penulis: Jalaluddin Rakhmat
> Terbit: April 2011
> Penerbit: Quanta Elexmedia komputindo
>
> Suatu hari seorang Arab dari dusun mengotori masjid Nabawi. Puluhan sahabat
> Nabi serentak berdiri, sebagian menghunus pedang mereka, siap menghentak
> kepalanya: a fadhribu `unuqahu ya Rasulallah? teriak seorang di antara
> mereka.
>
> "Apa harus aku pukul tengkuknya Ya Rasulallah?" Rasulallah Saw. menggeleng.
> Ia memerintahkan agar Arab dusun itu dibiarkan. Setelah itu, ia minta
> sahabat mengambilkan ember berisi air. Lalu ia mencuci bekas kotoran itu
> dengan tangannya sendiri. Inilah perwujudan rahmat Allah bagi alam semesta.
> Ia tebarkan kasih, ia sunggingkan sebaris senyum, ia berdakwah dengan cara
> yang indah, dengan perilaku yang terpuji.
>
> Sungguh, betapa umat manusia merindukan orang seperti beliau. Sebarkan
> senyuman Sang Nabi. Inilah misi yang diusung oleh buku ini. Menyebarkan
> semangat senyum Sang Nabi. Di tengah kecamuk angkara murka, reka perdaya
> durjana, dan musibah yang menguji rongga dada, merindukan Sang Nabi adalah
> obat penenteram jiwa. Inilah jalan Sang Nabi, jalan rahmatan lil `alamin.
> Melalui buku ini, KH DR Jalaluddin Rakhmat ingin mengajak kita semua kembali
> pada misi awal Sang Nabi.
>
> Dengan bahasa yang mudah, ulasan yang indah, dan kisah-kisah yang
> menggugah, ia memaparkan peta perjalanan untuk meneladani manusia kekasih
> Tuhan ini. Lengkap dengan bekal perjalanan, dasar perjalanan dan
> teladan-teladan manusia pilihan sepanjang zaman.
>
> Semoga kita semua dapat memberanikan diri menghamba dan mengetuk pintu
> Tuhan, yang terbuka lebar melalui jalan rahmat, jalan Rasulullah saw.,
> keluarganya yang suci, dan para sahabat yang shaleh. Membaca buku ini, kita
> diajak untuk menegakkan Islam Madani, Islam sebagai rahmat untuk alam
> semesta.
>
> www.ahmadsahidin.wordpress.com
>
>
>

Kirim email ke