Tah ieu sugan ngainspirasi jang nu "kuli".

Sent from my BlackBerry®
powered by Runa Inawan™ on terusss...

-----Original Message-----
From: Dadang Kadarusman <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 9 Jun 2011 08:46:58 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [PROFEC] Artikel: Mengambil Kesempatan Dari Kelemahan System

Artikel: Mengambil Kesempatan Dari Kelemahan System
 
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Dalam tulisan pertama dan kedua saya sebelumnya, kita sudah membahas tentang 
prinsip dasar suatu ‘system’ dari sudut pandang management dan bagaimana cara 
membuatnya. Otoritas pembuatan atau pembaruan suatu system berada ditangan 
supervisor, team leader atau manager unit alias pengambil keputusan di unit 
kerja tersebut. Pertanyaannya sekarang adalah; bagaimana seandainya Anda bukan 
seorang pengambil keputusan? Menurut hemat saya; ini adalah saat yang tepat 
bagi Anda untuk mengambil manfaat. Bagaimana caranya?
 
Mungkin banyak orang yang mengambil kesempatan dari lemahnya system itu untuk 
mencari keuntungan pribadi atau mendiskreditkan atasan dan perusahaan. Namun 
hari ini, saya mengajak Anda untuk mengambil kesempatan dari lemahnya system di 
perusahaan Anda dengan tujuan dan sikap potitif. Bagi Anda yang tertarik untuk 
belajar mengambil manfaat dari kelemahan system di unit kerjanya masing-masing 
secara positif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan 
Natural Intelligence berikut ini: 
 
1.      Ambil kesempatan untuk belajar. Tidak banyak orang yang mau belajar 
dari keadaan yang dihadapinya sehari-hari. Makanya banyak yang tidak peduli 
apakah unit kerjanya sudah baik atau belum. Apakah system di unit kerjanya 
masih up to date atau sudah usang. Bahkan di Perguruan Tinggi paling keren pun 
belum tentu Anda diajari tentang hikmah dari kelemahan system di perusahaan. 
Jadi kalau Anda menilai system di perusahaan Anda buruk, maka janganlah 
langsung mutung dan bersungut-sungut. Ambillah itu sebagai kesempatan untuk 
belajar merancang suatu system. Maka Anda akan menjadi orang yang langka. Anda 
akan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari orang lain di unit kerja Anda.
 
2.      Ambil kesempatan untuk bereksperimen. Tidak mudah lho mendapatkan 
kesempatan untuk bereksperimen. Padahal, eksperimen adalah satu-satunya cara 
untuk memupuk pengalaman. Anda boleh saja membaca text book yang tebal-tebal. 
Kuliah di sekolah bisnis terkemuka di berbagai negara. Mengikuti training dari 
para trainer hebat. Namun tanpa kesempatan bereksperimen; ilmu Anda hanya 
sebatas pengetahuan saja. Ambillah kesempatan dari lemahnya system di unit 
kerja Anda untuk bereksperimen dengan system yang Anda rancang. Maka Anda akan 
memiliki kemampuan serta pengalaman yang lebih tinggi dari orang lain di unit 
kerja Anda.
 
3.      Ambil kesempatan untuk mengorganisasikan orang. Mengorganisasikan orang 
adalah nyawa dari kepemimpinan. Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang handal 
dimasa depan maka lemahnya system di perusahaan Anda bisa menjadi sarana untuk 
praktek mengorganisasikan orang. Ketika Anda belajar membuat system, maka Anda 
harus berdiksusi dengan atasan Anda untuk mengoreksi dan memberi masukan 
terhadap draft system yang Anda rancang. Ketika Anda bereksperimen untuk 
mengimplementasikannya, Anda harus melatih dan mengajak rekan-rekan kerja untuk 
mengikuti system yang Anda rancang dan telah disempurnakan oleh atasan Anda 
itu. Perhatikanlah, bukankah dengan begitu Anda sudah memprakekkan bagaimana 
cara mengorganisasikan orang? Maka dengan mengambil kesempatan itu, Anda 
membuka peluang menjadi calon  pemimpin masa depan.  
 
4.      Ambil kesempatan untuk menunjukkan sikap proaktif. Banyak orang yang 
hanya bertindak kalau sudah diperintah oleh atasannya. Padahal, banyak atasan 
yang lelah untuk terus menerus memerintah anak buahnya. Dengan melakukan ketiga 
langkah diatas Anda telah menghemat banyak waktu dan tenaga atasan Anda, karena 
Anda melakukannya secara proaktif. Sungguh orang proaktif untuk hal-hal yang 
positif itu sangat disukai oleh atasan. Ketika Anda datang kepadanya dengan 
solusi positif, maka atasan Anda akan meresponnya dengan rasa senang. Dia akan 
membantu Anda menyempurnakan draft atau usulan yang Anda ajukan. Dan dia akan 
membantu Anda agar rekan-rekan Anda mengikuti petunjuk yang Anda berikan. 
Hmmh…., Anda tahu implikasinya, bukan?   
 
5.      Ambil kesempatan untuk mengambil tantangan. Mungkin Anda merasa jika 
atasan Anda terlalu sibuk untuk hal lain sehingga tidak cukup peduli dengan 
usulan yang Anda ajukan. Dalam situasi demikian, kebanyakan orang menjadi 
mutung. Tidak jarang juga yang memilih untuk hengkang. Anda? Akan rugi sendiri 
jika ikut-ikutan bersikap negatif seperti itu. Pepatah mengatakan; “pelaut 
ulung tidak lahir dari samudera yang tenang”.  Maka jika Anda ingin menjadi 
professional handal, bukan kabur atau mutung. Melainkan menjadikan situasi itu 
untuk mengumpulkan banyak kemampuan, untuk ditabung.
 
Dalam kelemahan system itu Anda memiliki 2 pilihan; membiarkannya begitu saja, 
atau mengambil ke-5 kesempatan yang saya paparkan diatas. Bahkan sekalipun Anda 
bukan pemegang otoritas, Anda bisa menjadi mitra bagi atasan Anda untuk 
memperbaikinya. Itu jika Anda berkenan untuk mengikuti ajakan saya. Bersediakah 
Anda?
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman  - 9 Juni 2011
Natural Intelligence Inventor 
http://www.dadangkadarusman.com/training-programs/ 
Contact person in-house training: Ms. Vivi - 0812 1040 3327 
 
Catatan Kaki:
Beruntunglah orang-orang yang dihadapkan pada kelemahan system di unit 
kerjanya, karena dia bisa belajar untuk menjadi professional handal sambil 
terus mendapatkan bayaran.
 Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain.

Follow DK on Twitter @dangkadarusman

Kirim email ke