Warga Jember Mulai Berpuasa Hari Ini
  Minggu, 31 Juli 2011 | 08:31 WIB

*JEMBER, KOMPAS.com* - Kementerian Agama memperkirakan awal puasa atau 1
Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada 1 Agustus 2011 atau Senin besok. Begitu
juga dengan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah.

Namun sebagian umat Islam di Jawa Timur telah menjalankan shalat Tarawih
pada Sabtu (30/7/2011) untuk memulai ibadah puasa Ramadhan pada Minggu
(31/7/2011).

Di Jember misalnya, warga Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk mulai Tarawih,
Sabtu (30/7/2011), tadi malam dan melakukan puasa pada hari ini. Begitu juga
dengan warga Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso

Puasa yang dilakukan warga dari dua desa ini berpedoman pada sistem
penghitungan *khumasi* atau sistem perhitungan lima harian. Mereka
menggunakan kitab ‘Nazahatul Majalis’, karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri
As Syafi’i sebagai acuannya.

Menurut KH Ali Wafa, Pengasuh Pondok Pesantren Mafilud Dluror, – yang selama
ini menjadi rujukan – penentuan awal puasa dengan metode *khumasi *dilakukan
dengan menghitung lima hari dari hari pertama awal puasa tahun lalu.

Bila awal Ramadan tahun 2010 lalu jatuh pada hari Rabu, maka setelah
dihitung ke depan (lima hari mulai dari Rabu, red) , awal puasa tahun ini
jatuh pada hari Minggu. “Karena itu, mulai besok kami sudah berpuasa,” sebut
Ali Wafa, Sabtu (30/7/2011).

Dijelaskan, kitab ‘Nazahatul Majalis’ yang mengajarkan tentang motode
tersebut, telah dipakai sejak ponpes itu berdiri, yakni tahun 1826. Begitu
pula dalam pelaksanaannya, hitungan itu telah dipakai selama ratusan tahun.

Selama ini, kata Ali Wafa, perbedaan itu tak pernah menimbulkan masalah. Ini
karena para pengasuh pondok selalu mengedepankan sikap saling menghargai dan
menghormati perbedaan pandangan. “Islam itu agama yang *rahmatan lil alamin*,”
sebutnya.

Ia menambahkan, tahun ini, warga sekitar Pesantren Mafilud Dluror akan
menjalankan puasa selama 30 hari. Oleh karena itu, besar kemungkinan, bila
awal Idul Fitri akan bersamaan dengan penetapan dari pemerintah.

Diketahui, Ponpes Mafilud Dluror memiliki sekitar 600 orang santri. Warga
Desa Suger Kidul dan Suger Lor mengikuti apa yang berlangsung di pondok ini
karena sebagian besar dari mereka merupakan santri ponpes tersebut.

Begitu juga dengan alumni yang berada di kawasan ini. Tadi malam, ratusan
warga setempat pun mulai menggelar shalat Tarawih dilanjutkan dengan
tadarus.

<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/07/31/08313460/Warga.Jember.Mulai.Berpuasa.Hari.Ini#>

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/07/31/08313460/Warga.Jember.Mulai.Berpuasa.Hari.Ini

Kirim email ke