Pemerintah Putuskan Awal Puasa 1 Agustus
Minggu, 31 Juli 2011 | 18:43 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Jakarta*-Pemerintah akhirnya memutuskan awal puasa
jatuh pada Senin, 1 Agustus 2011 atau besok. Keputusan ini diambil dalam
siding isbat di Kementerian Agama, yang dipimpin Menteri Agama, Suryadharma
Ali, Ahad, 31 Agustus 2011. Dari 38 lokasi yang tersebar di seluruh
Indonesia, tiga lokasi melihat penampakan hilal yaitu di Makassar, Gresik,
dan Bangkalan. "Dengan demikian Ramadan jatuh pada Senin, 1 Agustus atau
besok," kata Ahmad Jauhari, Direktur Urusan Agama, Kementerian Agama, Ahad,
31 Juli 2011. Menurut Jauhari, di tiga lokasi itu hilal berada pada
ketinggian 4 sampai 6 derajat.

Keputusan awal puasa jatuh esok sudah diputuskan organisasi Muhammadiyah
sebelumnya.

Awal puasa esok juga dilakukan warga Arab Saudi. Keputusan itu diambil
setelah bulan baru tidak terlihat saat diamati Sabtu malam lalu, 30 Juli
2011.

Permulaan puasa besok juga akan berlaku di Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab,
dan Yaman. Di Indonesia, permulaan puasa Ramadan juga akan berlangsung
besok.

Sesuai dengan syariat Islam, puasa Ramadan bisa berlangsung 29 atau 30 hari.
Biasanya, selama puasa kegiatan bisnis dan perkantoran agak berkurang.
Kegiatan lebih banyak berlangsung pada malam hari.

Sementara itu, sejumlah umat Islam dari pengikut Tarekat Naqsabandiyah Islam
tradisional di Sumatera Barat sudah mulai sejak Sabtu, 30 Juli 2011.
Pimpinan jemaah Naqsabandiyah untuk Musala Baitul Makmur di Pasar Baru,
Kecamatan Pauh, Kota Padang, Syafri Malin Mudo, mengatakan berdasarkan hisab
ajaran Naqsabandiyah penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha
selalu lebih awal 2 hari dari versi pemerintah.

“Hal itu didasarkan pada metode hisab Munjid yang digunakan Tarekat
Naqsabandiyah yang berasal dari Mekkah, Arab Saudi. Berdasarkan kalender
kami, 1 Ramadan 1432 Hijriah jatuh hari Sabtu 30 Juli 2011,” kata Syafri,
Minggu 30 Juli 2011.

Masjid pengikut ajaran ini juga terdapat di sejumlah kota dan kabupaten lain
di Sumatera Barat. Pengikut Naqsabandiyah di Kota Padang lebih dari 3.000
orang, sedangkan di Sumatera Barat sekitar 8.000 orang.

*M. TAUFIK | FEBRIYANTI | FAISAL | FWH*

*
http://ramadan.tempointeraktif.com/hg/kabar_lebaran_10/2011/07/31/brk,20110731-349301,id.html
*

Kirim email ke