Kapan ngaran tempat tah ? Jadi ciri sabumi cara sadesa.
Maksudna nuduhkeun hiji ciri tempat !
Ari urang Sunda mah kapan masalah barokah teu barokahna !
Aya oge di Jepang eta mah ngaran kembang digegedekeun
Ari di Eropa mah kapan ngaran HERO nu sok dipikaresep teh !


--- In [email protected], Ki Hasan <khs579@...> wrote:
>
> Tah ieu geuning cenah, Masjid Niujie teh hartina "Masjid Jalan Sapi", dumeh
> tempatna aya di kawasan tuakang sapi. Tuh kaciri pan, babah mah teu ieu
> gengsi make ngaran basa China, najan hartina "jalan sapi" oge.
> 
> "Dinamakan Niujie, yang berarti "Jalan Sapi", karena warga di wilayah ini
> menjual masakan halal, terutama yang menggunakan bahan baku daging sapi.
> Karenanya tak mengherankan jika kawasan ini dipenuhi oleh restoran-restoran
> Muslim. Berada di dalam area kompleks seluas kurang lebih 6.000 meter
> persegi, bangunan Masjid Niujie memperlihatkan campuran dua kebudayaan,
> Islam dan Cina. Dari luar, arsitektur bangunan menunjukkan pengaruh Cina
> tradisional, yakni tipikal bangunan istana Cina. Sedangkan di dalam
> memperlihatkan gaya arsitektur Islam."
> 
> =======
> Masjid Niujie, Melintasi Enam Zaman
> Kamis, 15 Juli 2010 22:02 WIB
> 
> REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Masjid Niujie adalah masjid paling tua dan
> bersejarah di Beijing, ibukota negara Republik Rakyat Cina (RRC). Usia
> masjid ini diperkirakan lebih dari seribu tahun. Masjid terbesar di antara
> 68 buah masjid di Beijing ini juga menjadi titik awal masuknya Islam di
> daratan Cina. Arsitekturnya memperlihatkan campuran desain khas Cina dan
> Islam.
> 
> Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Tonghe dari Dinasti Liao,
> tahun 996 Masehi, oleh dua orang berkebangsaan Arab. Menilik dari sejarah
> berdirinya, masjid ini sudah melintasi enam zaman, dari masa kekuasaan
> Dinasti Liao, Dinasti Song, Dinasti Yuan, Dinasti Ming, Dinasti Qing hingga
> era Cina modern saat ini.
> 
> Sejak awal berdiri hingga kini, Masjid Niujie telah mengalami beberapa kali
> renovasi dan perluasan. Di masa pemerintahan Dinasti Ming, bangunan masjid
> mengalami perbaikan pada tahun 1442. Kemudian diperluas pada tahun 1696,
> semasa Dinasti Qing berkuasa. Setelah RRC berdiri tahun 1949,  Masjid Niujie
> telah mengalami tiga kali renovasi, masing-masing di tahun 1955, 1979 dan
> 1996.
> 
> Sebagai masjid tertua dan paling besar di Beijing, tak mengherankan jika
> masjid ini menjadi pusat komunitas Muslim di kota tersebut yang jumlahnya
> mencapai 200 ribu jiwa. Masjid ini terletak di kawasan Niujie, Distrik
> Xuanwu, Beijing. Niujie sendiri dikenal sebagai kawasan padat berpopulasi
> Muslim terbesar di Beijing. Data terakhir menyebutkan terdapat sekitar 13
> ribu warga Muslim yang bermukim di kawasan ini.
> 
> Dinamakan Niujie, yang berarti "Jalan Sapi", karena warga di wilayah ini
> menjual masakan halal, terutama yang menggunakan bahan baku daging sapi.
> Karenanya tak mengherankan jika kawasan ini dipenuhi oleh restoran-restoran
> Muslim. Berada di dalam area kompleks seluas kurang lebih 6.000 meter
> persegi, bangunan Masjid Niujie memperlihatkan campuran dua kebudayaan,
> Islam dan Cina. Dari luar, arsitektur bangunan menunjukkan pengaruh Cina
> tradisional, yakni tipikal bangunan istana Cina. Sedangkan di dalam
> memperlihatkan gaya arsitektur Islam.
> 
> Perpaduan dua gaya arsiktektur ini tidak terlepas dari kebijakan yang
> diterapkan oleh pemerintahan Dinasti Liao. Kekaisaran Liao menerapkan aturan
> yang melarang komunitas Muslim setempat mendirikan bangunan dengan gaya
> arsitektur selain arsitektur tradisional Cina, dengan pengecualian bahwa
> penggunaan kaligrafi Arab tetap diizinkan pada masaa itu.
> 
> Gerbang masuk menuju ke dalam kompleks Masjid Niujie berhadapan dengan
> tembok besar sepanjang kurang lebih 40 meter yang dihiasi marmer berwarna
> putih. Interior bangunan didekorasi dengan arsitektur khas Cina dan sentuhan
> desain Arab yang tidak menampilkan figur manusia dan hewan.
> 
> Arsitektur khas Dinasti Qing jelas terlihat pada desain ruangan ibadah, yang
> berupa aula utama yang hanya terbuka bagi pengunjung Muslim. Langit-langit
> di depan aula utama didekorasi dengan panel persegi, yang pada tiap sudutnya
> dilukis dengan desain lingkaran berwarna merah, kuning, hijau dan biru. Pola
> dekorasi ini serupa dengan pola yang digambar di aula utama di Istana
> Terlarang. Kaligrafi ayat-ayat Alquran dalam aksara Arab dan Cina, lukisan
> bunga, serta hiasan kaca berwarna menghiasi ruangan ibadah.
> 
> Ruangan ini hanya dapat menampung seribu orang jamaah dan terdiri dari tiga
> buah koridor yang lapang. Di bagian dalam ruangan ibadah ini terdapat 21
> buah tiang yang menyangga bagian dalam bangunan. Ruangan ibadah ini
> dinamakan juga dengan nama Aula Tungku. Di bagian belakang ruangan terdapat
> paviliun berbentuk heksagonal (segi enam) yang membuat aula ini tampak
> seperti tungku.
> 
> Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti agama
> yang murni. Diperkirakan ajaran Islam mulai masuk dan berkembang di dataran
> Cina pada abad ke-5 Masehi. Adalah Khalifah Usman bin Affan yang pada waktu
> itu menugaskan Sa'ad bin Abi Waqqas untuk membawa misi dagang ke daratan
> Cina. Bahkan kemudian Sa'ad menetap di Cina hingga beliau meninggal pada
> tahun 635 M, dan dimakamkan di sana.
> *Redaktur:* Budi Raharjo
> *Reporter:* Nidia Zuraya
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke